TINTAKALTIM.COM-Mengelola sepakbola itu tak mudah, banyak tantangan khususnya masalah finansial, administrasi dan operasional. Tetapi, bagi Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME, siap mengelola Persiba Balikpapan secara profesional. Catatannya, legalitas kepemilikan dan keberadaan Persiba itu jelas.
“Intinya, Persiba Balikpapan ini jangan diperjualbelikan. Sayang toh. Kalau sekiranya secara legalitas, kembalikan dulu ke Pemkot Balikpapan, agar pemerintah bisa mengurus,” kata Walikota di hadapan pemain Persiba Balikpapan usai salat tarawih di aula rumah jabatan (rujab), Jumat (28/2) malam.

Walikota didampingi Pembina Persiba Balikpapan yang juga Ketua DPRD H Alwi Alqadri, Presiden Club Persiba Cindara dan sang suami Afdu serta pelatih, pemain serta kerabatnya memanfaatkan waktu itu untuk memberikan spirit ke pemain.
Industri sepakbola yang dikelola oleh klub-klub itu kata Walikota tidak mudah, termasuk Persiba Balikpapan yang sudah terdegradasi ke Liga 3 saat itu. Selama 6 bulan, bagaimana Cindara sang anak mengelola Persiba yang berada di Liga 3 dan akhirnya cita-cita ke Liga 2 tercapai, tak ada keuntungan yang didapat. Hanya, ingin punya kepedulian mengangkat kembali kejayaan Persiba.

“Kan sering berembus isu kalau Pak Walikota itu tidak care terhadap Persiba Balikpapan. Ini saya buktikan. Makanya, kita ingin verifikasi dulu status kepemilikan. Sehingga, kalau sudah jelas. Percayalah, bahwa saya akan totalitas mengangkat kembali nama Persiba di kancah nasional dan internasional,” ungkap Walikota didampingi sang anak tercinta Cindara.
Walikota dengan santai cerita tentang Persiba. Dulu ia pernah menjadi seorang manajer, hingga Persiba di Liga 1. Saat terdegradasi ke Liga 3, ia pun memiliki semangat bagaimana klub berjuluk Beruang Madu itu bisa kembali moncer.

Sejauh ini kata Rahmad, dirinya dengan menitipkan sang anak Cindara bersama sejumlah perusahaan seperti Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), diharapkan perusahaan di Balikpapan dapat peduli juga. Karena, banyak perusahaan besar yang bisa membawa Persiba secara finansial ke depannya eksis.
Rahmad dan Alwi memberi spirit kepada seluruh pemain yang sudah bekerja keras bisa lolos ke Liga 2. Dan, tetap semangat untuk membela tim Persiba hingga ke Liga 1.
“Kalau legalitas Persiba jelas dan sudah tergambarkan, maka saya siap memberi dukungan. Bahkan, sampai ke Liga 1. Asalkan, semua dilakukan profesional,” ujar Walikota disambut applaus pemain Persiba yang duduk bersama sang pelatih Nasuha.

Walikota tak ingin Persiba Balikpapan diperjualbelikan. Apalagi sampai pindah hombase seperti klub-klub lainnya. “Janganlah diperjualbelikan. Ini sangat berbahaya, karena tujuannya bukan menuju profesional yang mengharumkan nama Kota Balikpapan,” ujar Walikota
Sekarang kata Walikota, sedang diupayakan diskusi kaitan legalitas itu. Paling cepat bersama Ketua DPRD Balikpapan Alwi Alqadri bisa mencarikan titik-temu, karena pihak-pihak terkait sudah dikomunikasikan demi kelangsungan masa depan Persiba Balikpapan.
SERIUS
Bentuk keseriusan Walikota dan sang istri serta keluarganya terkait mengangkat Persiba Balikpapan, itu diwujudkan pada Januari 2025 silam, sempat berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lisbon Portugal
Di sana, Rahmad dan istri serta Ketua DPRD Balikpapan H Alwi Alqadri bertemu legenda sepakbola Luis Nani dan Abel Xavier. Selain mengenalkan batik Balikpapan, juga kerjasama bidang sepakbola.

“Saya ke Portugal itu serius ingin bertemu Nani dan Abel. Karena, ada akses dari keluarga untuk ke Portugal. Sehingga, ini saya lakukan. Jadi, bukan bertemu saja, mereka kedua pemain akan kita ajak datang ke Balikpapan memberikan pelatihan,” ungkap Walikota yang memberikan gambaran bahwa begitu pedulinya dirinya dan keluarga dengan Persiba Balikpapan
BONUS
Sementara itu Alwi Alqadri yang juga Pembina Persiba menegaskan, bahwa seluruh pemain yang berhasil mengangkat nama Persiba Balikpapan ke Liga 2, akan mendapatkan bonus.

“Tetapi kalau sudah Liga 2, akan ada seleksi. Sebab, tidak mudah bermain di Liga 2 yang juga disebut kasta atau divisi kedua ini. Karena, nanti pemain asing akan ditambah,” kata Alwi.
Dikatakannya, tentu seleksi yang dilakukan akan profesional dan transparan. Sehingga, Persiba Balikpapan di Liga 2 akan menghadapi sejumlah tim yang kuat di divisi kedua pada musim depan.
“Memang sebelumnya kita dianggap tak diunggulkan (underdog). Tapi, saya optimistis dan didukung seluruh pemain, semua membuktikan bisa ke Liga 2. Tetap semangat,” ujar Alwi.

Sementara itu striker andalan Persiba Balikpapan Herman Dzumafo (45), pemain naturalisasi asal Kamerun ini masih ingin tetap bermain di Persiba Balikpapan.
“Sejak awal saya yakin bahwa Persiba akan lolos ke Liga 2. Terimakasih Pak Walikota dan pelatih serta Pak Alwi. Saya tetap optimistis bisa membawa Persiba sukses,” kata striker yang menjadi top skor dan mengoleksi 9 gol ini.

Bahkan, dengan bahasa Indonesia yang fasih, Dzumafo pun digelari Andi Welly sebagai ‘Daeng Dzuma’ yang sepintas wajahnya mirip dengan Andi. “Ubur-ubur ikan lele, akhirnya Persiba Balikpapan lolos ke Liga 2 Le,” kelakar Dzuma yang saat memberi prakata didampingi ‘kembarannya’ Andi Welly. Semangat Persiba Balikpapan.
Dan dari data media ini, Liga 2 nanti akan diisi oleh klub-klub ternama seperti PSMS Medan, Sriwajaya FC, Bekasi City, Persiku Kudus, Persiraja Banda Aceh, Deltras Sidoarjo, Persela Lamongan, Tornado FC, Sumut FC dan Persiba Balikpapan. (gt)













