• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Thursday, April 30, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

Posisi Hilal Minimal Harus 8 Jam saat Ijtimak. Ibnu Sina: Rukyatul Hilal NU Ada Kriteria Baku dan Akurat

by admin
March 30, 2022
in Kanal
0 0
0
Posisi Hilal Minimal Harus 8 Jam saat Ijtimak. Ibnu Sina: Rukyatul Hilal NU Ada Kriteria Baku dan Akurat

AKURAT: Lembaga Falakiyah NU Balikpapan mengklaim bahwa metode Rukyatul Hilal lebih akurat

0
SHARES
443
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Penentuan awal Ramadan atau Idul Fitri 1443 H diprediksi potensinya berbeda. Sebab, antara dua ormas besar yakni Muhammadiyah dan NU berbeda dalam metode penetapannya. Hanya, perbedaan itu bukan masalah. Tetapi, dalam ilmu astronomi (falakiyah)  menggunakan metode rukyatul hilal, Nahdlatul Ulama berpatokan posisi bulan atau hilal harus 8 jam saat ijtimak.

Ijtimak adalah peristiwa di mana bertemunya posisi bulan dan matahari dalam satu garis edar. Sehingga, bagi organisasi massa Nahdlatul Ulama (NU), itu wajib diikutin dan jadi dasar kriteria utama.

“Jadi bagi NU rukyatul hilal itu mengikuti hadist Rasulullah. Apabila kalian melihat hilal di bulan Ramadan maka berpuasalah, demikian juga saat melihat bulan Syawal maka berlebaran. Jika mendung mengenapkan 30 hari. Ini metode rukyatul hilal,” kata Ketua Lembaga Falakiyah NU Kota Balikpapan Ibnu Sina menjelaskan makna rukyatul hilal untuk penetapan Ramadan dan Idul Fitri seraya mengutip hadist Bukhari Muslim.

Melihat hilal secara langsung dengan mata kepala dan dibantu peralatan, sudah dipegangi oleh warga nahdliyin (NU), hanya menurut Ibnu Sina harus melihat perubahan wajah bulan dan fase bulan dengan jarak atau sudut elongasi bulan. Elongasi adalah sudut yang dibentuk oleh bulan dan matahari sangat relatif terhadap pengamatan di bumi.

Ketua Lembaga Falakiyah NU Balikpapan Ustaz Ibnu Sina (kanan) berbincang dengan pengurus lainnya kaitan kriteria rukyatul hilal dalam penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri di Graha NU

“Kalau bicara perbedaan awal Ramadan dan Idul Fitri, itu dari dulu. Bukan hanya NU-Muhammadiyah tetapi  juga ada tareqat Nasqsyabandiyah dan jamaah An-Nadzir yang berbeda dengan umat Islam umumnya,” kata Ibnu Sina mencontohkan.

Ibnu Sina menggambarkan, metode hisab hakiki wujudul hilal  dengan kriteria yakni matahari terbenam terlebih dahulu daripada bulan walaupun hanya berjarak satu menit atau kurang.

“Itu dianggap nilai positif, misalnya sudah terjadi konjungsi (bertemunya bulan dengan matahari), sehingga keesokan ditetapkan 1 Ramadan,” kata Ibnu Sina menjelaskan metode hisab itu.

KRITERIA JELAS

Sementara itu,  yang diakui NU kata Ibnu Sina, mengacu pada ketentuan kriteria bulan sudah 2 derajat dan sudut elongasi 3 derajat atau hilal sudah berumur 8 jam.

Dalam ketentuannya, mengapa NU melakukan rukyatul hilal, karena dasar laporan rukyat sejak tahun 1969. Sejak itu, hingga sekarang dipakai, kendati data derajatnya diperbarui. Hanya, rukyatul hilal telah dilakukan sejak zaman Rasulullah.

“Bahkan kita menggunakan kriteria  MABIMS yaitu penentuan awal Ramadan yang ditetapkan berdasarkan musyawarah negara-negara Malaysia, Brunei Darusalam, Indonesia dan Singapura,” jelas Ibnu Sina.

Dalam kriteria MABIMS, yang lama menggunakan posisi bulan 2 derajat. Tetapi sekarang ada kriteria Neo MABIMS yang pola penentuan posisi bulan 3 derajat dan sudut elongasi  mencapai 6,4 derajat.

“Jadi ada ratusan titik yang menjadi observasi atau dilihatnya bulan.  Sehingga, benar-benar rukyatul hilal itu secara hukum, fiqih dan ilmiah dipertanggungjawabkan. Makanya yang melihat bulan disumpah,” ujarnya.

Rukyatul hilal bagi NU adalah pedoman baku yang harus diikuti

Bulan atau hilal kata Ibnu Sina, ada istilah cahaya safak atau cahaya senja. Biasanya berwarna kemerahan. Intensitas cahaya safak lebih cerah dari cahaya hilal. Dan hilal sangat singkat sesaat setelah matahari terbenam dan posisi hilal berdekatan waktunya dengan terbenamnya matahari.

“Sehingga bisa terjadi cahaya hilal kalah dengan cahaya safak. Makanya, jangan sampai melihat cahaya tetapi harus bulannya. Itulah ada penentuan derajat bulan tadi,” ungkapnya.

Disinggung kaitan keberadaan hisab, menurut Ibnu Sina, kalangan NU juga menghargai. Bahkan, metode itu dijadikan acuan untuk melakukan rukyatul hilal.

“Sekali lagi, penentuan awal bulan baik 1 Ramadan dan 1 Syawal bagi NU itu sudah wajib rukyatul hilal. Sebab, itu akan lebih tegas dalam menentukan visibilitas hilal dan menjadi parameter utama yang umum digunakan dalam penetapan awal bulan,” tegasnya.

AHLI ASTRONOMI

Di bagian lain Ibnu Sina juga menjelaskan kaitan penyatuan kalender Islam yang lebih menitikberatkan pada kriteria visibilitas hilal. Justru, ahli falakiyah Muhammad Ilyas menyarankan, agar beda tinggi bulan dan matahari agar hilal dapat teramati adalah 4 derajat. “Hanya kan belum ada kesepakatan dan diterima oleh umat Islam secara keseluruhan,” contoh Ibnu Sina.

Intinya kata Ibnu Sina, bagi warga nahdliyin tetap mengacu pada rukyatul hilal. Kalaupun ada perbedaan dengan pola hisab (perhitungan), itu biasa dan perbedaan adalah rahmat.

“Hanya bagi NU, rukyatul hilal itu shahih dan tingkat akurasinya tinggi. Sebab, melihat bulan secara langsung dengan kriteria yang sangat rasional,” pungkas Ibnu Sina sembari menyarankan jika ada perbedaan, NU tetap yakin dengan keputusan PBNU dan pemerintah. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

Musik Sunda, Beri Semangat Gotong-Royong. ‘Pamit’ Broery Marantika Mengaduk Emosi Hati
Kanal

Musik Sunda, Beri Semangat Gotong-Royong. ‘Pamit’ Broery Marantika Mengaduk Emosi Hati

April 26, 2026
Warga Sepakat ‘Jagal’ dan Menjaga ‘Kang Ramli’. Lurah Pantau Kerja Bakti, Ingatkan Musim Kemarau
Kanal

Warga Sepakat ‘Jagal’ dan Menjaga ‘Kang Ramli’. Lurah Pantau Kerja Bakti, Ingatkan Musim Kemarau

April 26, 2026
Walikota Gabung Bikers, Salat Subuh di Asrama Haji. Bikers Subuhan Borneo Gelar Silatda dan Halalbihalal
Kanal

Walikota Gabung Bikers, Salat Subuh di Asrama Haji. Bikers Subuhan Borneo Gelar Silatda dan Halalbihalal

April 12, 2026
‘Palu Godam’ Prabowo di Hutan Kaltim
Kanal

‘Palu Godam’ Prabowo di Hutan Kaltim

April 10, 2026
Sharing Session Kadin Tiap Bulan Jalur Solutif. Bambang: TPID Penting, Semua Bidang Bergerak
Kanal

Sharing Session Kadin Tiap Bulan Jalur Solutif. Bambang: TPID Penting, Semua Bidang Bergerak

April 8, 2026
Terpilih Aklamasi, Noval Punya 4 Misi. Pengusaha Luar Masuk Balikpapan Wajib Gandeng Kadin
Kanal

Terpilih Aklamasi, Noval Punya 4 Misi. Pengusaha Luar Masuk Balikpapan Wajib Gandeng Kadin

April 8, 2026
Next Post
Ketua NU: Bijak dan Jangan Bingung Jika Awal Ramadan Beda. Rakyat Sudah Lelah, Fokus Saja dengan Ibadah

Ketua NU: Bijak dan Jangan Bingung Jika Awal Ramadan Beda. Rakyat Sudah Lelah, Fokus Saja dengan Ibadah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Hoax, Tarif Transaksi BRI Rp150 Ribu per Bulan. Ismet: Waspada Nasabah Balikpapan, Ada 4 Modus Penipuan Terjadi

Hoax, Tarif Transaksi BRI Rp150 Ribu per Bulan. Ismet: Waspada Nasabah Balikpapan, Ada 4 Modus Penipuan Terjadi

September 1, 2022
RM Berzakat di Hari Jumat. Dari Tukang Parkir, Anak Yatim sampai Ibu-ibu.

RM Berzakat di Hari Jumat. Dari Tukang Parkir, Anak Yatim sampai Ibu-ibu.

November 29, 2019
KSOP Diskusikan ‘ATM’ untuk Upacara 17 Agustus di IKN. Ajak BPTD Kaltim, Otban Sinkronkan Jalur Darat dan Udara

KSOP Diskusikan ‘ATM’ untuk Upacara 17 Agustus di IKN. Ajak BPTD Kaltim, Otban Sinkronkan Jalur Darat dan Udara

March 26, 2024
Warga Tionghoa Asal Balikpapan Majukan Desa Bali Xinglung

Warga Tionghoa Asal Balikpapan Majukan Desa Bali Xinglung

September 22, 2019
Penumpang ke Mamuju dan Palu Alami Lonjakan. Nixon: Semua Lancar dan Aman, Pola Terminal Harus Zonasi

Penumpang ke Mamuju dan Palu Alami Lonjakan. Nixon: Semua Lancar dan Aman, Pola Terminal Harus Zonasi

May 2, 2023
Direksi PTMB (PDAM) Terus Berjuang Cair Air Baku. Dirut: Defisit 1.900 Liter/Detik, SPAM Regional Ditempuh

Direksi PTMB (PDAM) Terus Berjuang Cair Air Baku. Dirut: Defisit 1.900 Liter/Detik, SPAM Regional Ditempuh

April 28, 2024
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines