TINTAKALTIM.COM-Ketua Umum Laskar Merah Putih (LMP) HM Arsyad Canu menegaskan, sikap intoleransi agama bisa berujung pada radikalisme dan terorisme yang menyasar mereka karena dianggap tidak sejalan dan sepaham. Dalam perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 semua anasir-anasir itu harus ditolak dari Bumi Indonesia.
“Kita sebagai warga negara Indonesia harus selalu saling mendukung dan menguatkan dalam menciptakan situasi kondusif di Indonesia khususnya juga di Provinsi Kaltim,” kata Arsyad Chanu kepada Tintakaltim.Com memberikan pernyataannya kaitan Natal 2019 dan menyambut Tahun Baru 2020 mendatang.
Arsyad Canu perlu mengimbau seluruh rakyat Indonesia dan Kaltim khususnya untuk selalu menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Tidak boleh menciptakan intoleransi karena itu bukan ciri bangsa Indonesia yang majemuk serta berada pada pilar Bhineka Tunggal Ika. “Kita ini negara majemuk dengan bermacam suku dan budaya, bahasa, etnis dan agama. Sehingga jika saat ini ada orang menginginkan satu agama saja, sama saja dengan mundur dan tidak memahami arti Bhineka Tunggal Ika,” ujar Arsyad Canu.

Dikatakannya, dalam kaitan Natal 2019 diharapkan dapat terwujud kedamaian bagi umat Nasrani yang merayakan serta rakyat Indonesia. Karena, damai merupakan perwujudan dari nilai-nilai Nawa Cita yang digelorakan Presiden RI Joko Widodo. “Jadikan Natal 2019 untuk menjalin silaturahmi dan meningkatkan rasa kekeluargaan agar sesama anak bangsa selalu menjaga persatuan-kesatuan,” pinta Arsyad.
Sebagai organisasi massa (ormas), LMP tetap berada di garis terdepan untuk menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Jangan memecah belah umat lewat provokasi yang pada gilirannya dapat memecah kerukunan beragama. Sebab, LMP akan selalu mendukung Indonesia damai dan Kaltim maju,” ungkap Arsyad warga asal Provinsi Kaltim yang sekarang memimpin ormas LMP se-Indonesia.

Mengapa intoleransi dan radikalisme jadi isu penting, karena menurut Arsyad, sejauh ada upaya provokasi yang membuat kegaduhan sehingga terjadi konflik. “Kami punya komitmen menjaga kerukunan antar umat beragama bersama masyarakat dan menjaga hidup damai dan aman,” ujarnya.
Arsyad menyebutkan, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat Polri dan TNI serta seluruh ormas yang ada di Indonesia harus selalu bahu-membahu untuk menjaga NKRI. “LMP tetap mendukung NKRI harga mati,” pungkasnya. (git)













