TINTAKALTIM.COM-Profesionalisme pola pengamanan ditunjukkan Polda Kaltim untuk mendukung Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan menempatkan personel dan membangun pos pengamanan (PAM).
“Selain secara internal ratusan personel diterjunkan, juga didukung Polri. Ini untuk menjaga, mengawasi seluruh proses pembangunan berjalan lancar, aman hingga akhir,” kata Karo Ops Polda Kaltim Kombes Pol F Barung Mangera SIK M Han saat jadi pembicara di acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tokoh lintas agama bertema Membangun Kerukunan Antar Umat Beragama Guna Menciptakan Harkamtibmas yang Kondusif Mendukung Pembangunan IKN Nusantara, Kamis (18/08/2022) di Ruang Mahakam Polda Kaltim.

Frans Barung Mangera yang pernah menjabat Kabid Humas Polda Jatim ini menyebutkan, posko PAM yang dibangun sangat refresentatif ada toilet, tempat istirahat dan lainnya. “Silakan kalau bapak-ibu tokoh lintas agama ke IKN mampir ke posko. Di sana nanti bisa ngopi bareng petugas,” kata Barung disambut applaus undangan yang hadir.
Menurut Barung, pola pengamanan harus terintegrasi. Seluruh komponen harus dilibatkan karena IKN Nusantara merupakan proyek strategis. Karena ada lahan sekitar 260 ribu hektare dan ada kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) dan ada pula kawasan induk pemerintahan pusat.

“Karena proses pembangunan akan segera dilakukan, maka di tahun 2022 Polda Kaltim per Agustus mengubah pola operasi yang didukung Polri. Sebab ini sudah implementasi. Sehingga, diperlukan juga dukungan dari tokoh lintas agama,” ujar Barung.
Mengapa harus perlu konsentrasi maksimal menurut Barung, kawasan inti IKN disinyalir juga sudah ada yang membangun. Sehingga, konsentrasi pengamanan harus juga maksimal.

“Persoalan lainnya juga tanah. Termasuk kaitan material logistik yang lewat laut dan pelabuhan, sehingga untuk mereduksi social case diperlukan dukungan semua pihak termasuk tokoh-tokoh lintas agama,” ungkap Barung yang menambahkan, masalah tambang liar juga perlu untuk diawasi.
Sementara itu, Direktur Binmas Polda Kaltim Kombes Pol Anggie Yulianto Putro SH SIK MH CPHR dalam paparan lainnya menyebutkan, diperlukan toleransi dan kerukunan umat beragama di Kaltim. Sebab, itu modal utama menuju rasa aman. Dan toleransi beragama itu ada dua yakni positif dan negatif.

Positif contoh Anggie, seperti diajarkan lintas agama tujuannya menciptakan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat juga terciptanya kedamaian, rasa tenang dan aman.
“Kalau toleransi negatif biasanya menyangkut individu atau kelompok terhadap keyakinannya. Mereka biasanya diam atau tidak melakukan apa-apa. Kendati berbeda dan tidak sesuai keyakinan,” ujar Anggie.
Mantan Karo SDM Polda Kalteng ini juga menjelaskan, bahwa resistensi konflik selalu saja terjadi. Tetapi, sekarang harus dijalankan tri kerukunan antar umat beragama yakni kerukunan interen atau sesama umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah.
“Ini solusi dan tokoh lintas agama harus menjalankan konsep tersebut sehingga terciptanya kehidupan umat beragama damai, penuh kebersamaan dan bersikap toleran,” tambah Anggie.
Tetapi di Kaltim, dari hasil monitoring yang dilakukan, dirinya sangat memberi apresiasi tokoh lintas agama yang sudah membuat Kaltim aman dan menjalin kerukunan.
Anggie dalam menjawab pertanyaan di sesi diskusi juga menjelaskan, bahwa Polda Kaltim telah melakukan bagaimana konflik itu diredam. Binmas Polda gencar melakukan kegiatan yang polanya road show atau event sosialisasi dan diskusi. Misalnya sambang pesantren, tokoh agama dan lainnya.
“Agenda kita banyak. Kalau mencegah radikalisme, sudah ada cegah dan tangkal lewat operasi kepolisian bina waspada dengan mengunjungi rumah ibadah dan penyuluhan. Bahkan juga menggandeng Densus untuk melakukan identifikasi,” jelas Anggie.
Sementara, dalam konteks pembangunan, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kaltim Ir Djunaidi MT nanti IKN Nusantara sekitar 70 persen area hutan. “Tapi nanti dirancang smart city dan menjadi paru-paru Kaltim,” kata Junaidi.
Konektivitas kata Junaidi menjadi penting. Jalan tol akan dibangun yang menghubungkan IKN khususnya pusat pemerintahan. “Prinsipnya BPJN siap membangun IKN dan sinergi dengan lainnya,” ujar Junaidi.
Sedang wakil dari Kesbangpol Kaltim lebih banyak menitikberatkan pada menggugah tokoh lintas agama untuk terus menjalin persaudaraan dan membentangkan kerukunan. Sebab, itu modal utama untuk maju.

Dalam acara itu, tokoh lintas agama juga melakukan pembacaan komitmen bersama mendukung pembangunan dan keamanan di IKN Nusantara yang dipimpin Ketua FKUB Provinsi Kaltim dan diikuti agama lainnya dan disaksikan Kapolda Kaltim dan Ketua MUI Kaltim.
Komitmen bersama itu adalah:
- Kami tokoh lintas agama, bertekad kuat untuk menjaga keamanan di Kaltim demi terwujudnya IKN Nusantara
- Kami tokoh lintas agama mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mendukung pembangunan IKN Nusantara
- Kami tokoh lintas agama, sepakat menolak ujaran kebencian, hoax dan provokasi yang memecah belah masyarakat dengan tujuan menggagalkan pembangunan IKN Nusantara
- Kami tokoh lintas agama, sepakat saling me nghormati dan menghargai antar pemeluk agama dan mengedepankan kepentingan umum daripada golongan
- Kami tokoh lintas agama, bersama Polri menjadi garda terdepan membangun kebersamaan umat berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI

Kegiatan FGD yang dipandu moderator Wakil Ketua Media Online Indonesia (MOI) Kaltim H Sugito ini berjalan penuh kekeluargaan dan 5 penanya dalam diskusi pun dijawab tuntas seluruh nara sumber. (gt)













