TINTAKALTIM.COM-Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 masih tahap persiapan. Kaitan waktu dan tempat belum ditetapkan. Tetapi, muncul ide dari da’i dan ustaz asal Balikpapan, Ahmad Rosyidi. Ia menilai, Kota Balikpapan sangat tepat jadi tuan rumah
Alasannya kata Rosyidi, infrastruktur lengkap dan siap pakai serta aksesibilitas pun mudah sebab Kota Balikpapan memiliki bandara bertaraf internasional yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS).

“Jika dilihat ada 9 kelebihan dan alasan Muktamar NU itu di Balikpapan. Selain jadi kota Meeting, Incentive, Conference & Exhebition (MICE), fasilitas ruang dalam jumlah besar dimiliki seperti BSCC Dome dan hotel bintang lima seperti Convention Hall Hotel Platinum, Grand Senyiur dan lainnya yang sudah menggunakan teknologi video tron. Termasuk Balikpapan Islamic Centre (BIC) yang bisa menampung ribuan jamaah,” kata Ahmad Rosyidi yang juga Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Balikpapan ini
Pengalaman lainnya, Kota Balikpapan selalu jadi tuan rumah event nasional dan internasional. Bahkan, di tahun 2022 pernah sukses saat pelantikan pengurus PBNU.

“Peserta Muktamar se-Indonesia yang belum pernah ke Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) bisa melakukan perjalanan pendidikan (education trip) yang bisa ditempuh 45 menit via tol. Karena, IKN simbol masa depan Indonesia dan jadi daya tarik,” jelas Rosyidi.
Tidak hanya soal venue atau lokasi, digelarnya Muktambar NU di Kaltim maka kata Rosyidi, bisa jadi simbol pemerataan dan penguatan NU di wilayah timur Indonesia
“Kalau soal keamanan, sangat aman. Apalagi Kaltim dikenal kondusif sebab berdiri kantor Polda Kaltim dan Kodam VI/Mulawarman. Sehingga, keamanan terjamin,” tambah Rosyidi

Hal lain katanya, Kota Balikpapan atau Kaltim secara umum menjadi kota multikultural, stabil terbuka secara nasional dan internasional. Sehingga, muktambar yang digelar organisasi massa keamaan terbesar di Indonesia sangat tepat di Kaltim
“Kalau sisi acaranya pun sangat mudah diatur dalam jadwal (rundown) disesuaikan dengan venue. Kita punya asrama haji, pesantren, kampus atau aula pendidikan. Sehingga, NU ada di mana-mana sebagai cermin inklusivitas NU,” kata Rosyidi

Yang tak kalah penting katanya, Kaltim sebagai pintu gerbang Kalimantan dan IKN sehingga akses utama ke IKN serta posisi strategis seara gografis dan politik
Sebelumnya, Sekjen PBNU Saifulah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan Muktamar ke-34 NU digelar bulan Juli atau Agustus 2026. Tapi, tanggal belum pasti dan baru tahap persiapan serta pembentukan tim panel untuk memverifikasi berkas-berkas terkait surat keputusan kepengurusan yang menjadi dasar penentuan peserta Muktamar
“Lokasi pelaksanaan Muktamar masih dalam pembahasan. Sejumlah usulan daerah telah masuk dan akan dipertimbangkan PBNU,” kata Gus Ipul yang menyebut kemungkinan di Jawa atau luar Jawa

Disebutkan Ustaz Rosyidi, di luar Jawa sangat tepat Kaltim atau Kota Balikpapan. Bahkan, Rosyidi mengusulkan Kota Balikpapan itu bukan hanya ide.
Saat bertemu ulama besar dan kharismatik KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen ketika silaturahmi sebelum wafat, ada perbincangan bahwa Mbah Moen memberi isyarah atau semacam petunjuk muktamar NU bagus digelar di Kaltim.

“Apalagi rencana juga dibangun kantor PBNU di lahan seluas 100 hektare di sekitar Kecamatan Sepaku Kaltim yang juga akan difasilitasi dengan pusat pendidikan, kesehatan, rumah sakit dan pesantren. Piagam pencanangan pembangunan pun sudah ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya),” jelas Rosyidi yang menambahkan, peserta Muktambar bisa melihat dari dekat lokasi gedung PBNU tersebut
Tujuan pembangunan pun tentu agar PBNU dapat segera terintegrasi dan berpartisipasi dalam atmosfer ibukota baru bernama IKN. Dan, kesiapan serta optimistis PWNU Kaltim juga siap ditambah dukungan kepala daerah. (gt)













