• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Thursday, November 5, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

DR Abriantinus MA Jelang HUT ke-77 RI: Ayo Rajut Kebhinekaan, Jangan Terpengaruh Hoax. Sinergi Bangun IKN tapi SDM Disiapkan

by admin
August 16, 2022
in Kanal
0 0
0
DR Abriantinus MA Jelang HUT ke-77 RI: Ayo Rajut Kebhinekaan, Jangan Terpengaruh Hoax. Sinergi Bangun IKN tapi SDM Disiapkan

MERDEKA: Abriantinus mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan merajut kebhinekaan

0
SHARES
540
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Ketua Dewan Adat Dayak Kota Balikpapan DR Abriantinus MA punya pesan tersendiri menjelang HUT ke-77 RI. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kaltim untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan merajut kebhinekaan.

“Ayo  kita bergandengan tangan. Boleh kita berbeda-beda tetapi tetap satu. Dan jangan mau dipecah belah dengan paham yang  keliru. Menjaga persatuan dan kesatuan itu penuh pengorbanan,” kata DR Abriantinus MA saat bicara kaitan mengisi Kemerdekaan RI ke-77, Senin (15/08/2022).

Bagi Abriantinus, jika mengaku warga negara Indonesia, jangan mengklaim bahwa negara ini milik satu golongan. Bukan milik satu suku. Jangan terjebak pada sisi primordialisme yang disebabkan karena gagal paham atau masuk pada paham-paham kelompok tertentu seperti fanitisme beragama berlebihan dan politik identitas yang arahnya merusak demokrasi.

Concern Abriantinus terus menjaga NKRI

“Bangsa kita ini kan majemuk. Terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya. Jika larut dalam makna-makna simbolis dan identitas tertentu dan ‘digoreng’ untuk kepentingan kelompok tertentu, ini berbahaya dan merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.

Menurut Abriantinus, sekarang ini terjadi polarisasi di masyarakat dan dipertajam ketika saat pilpres atau pileg. Lalu, diarahkan pada keyakinan atau ideologi fanatis yang membenci pihak lain.

“Fanatisme beragama itu boleh bagi penganutnya. Hanya, jika fanatisme itu membenci negara, membenci orang lain menganggap ideologinya paling benar, tentu itu keliru dan ini harus dilawan,” kata Abriantinus yang juga Panglima Komando Pengawal  Pusaka Adat Dayak Borneo (Koppad Borneo) ini.

Abriantinus sangat concern dengan tegak lurusnya NKRI dan memahami kalau sekarang muncul ideologi berbeda dan menjurus pada radikalisme, sebenarnya kesalahan pola pikir di masyarakat dan adanya upaya-upaya propaganda memecah belah.

Tetapi, jika makna bernegara itu dititikberatkan pada 4 pilar yakni Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, NKRI dan Pancasila, dan terus disosialisasikan untuk menjadi marwah dalam kehidupan, semua akan mengerti arti demokrasi sesungguhnya.

Tak pernah surut ikut membangun Kaltim

Justru yang salah kata Abriantinus, kalau sudah ada klaim kesukuan seperti merasa penduduk asli dan penduduk pendatang dijadikan ‘ancaman kehidupan’  tentu merusak tatanan persatuan-kesatuan.

“Cara mengisi kemerdekaan, kita sekarang tidak berperang. Hidup saling menghargai dan mendengarkan cara pandang tentang makna bernegara dan berbangsa. Kalaupun ada masalah harus duduk bersama. Sekarang ini dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lewat gotong-royong dalam pembangunan. Jadi bukan tampil dengan fanatisme kesukuan,” ujar Abriantinus yang dipercaya sebagai Wakil Ketua Kadin Provinsi Kaltim.

DIGITALISASI DAN HOAX

Abriantinus juga bicara kemajuan zaman. Masuknya era disrupsi atau era digitalisasi yang sangat dahsyat. Hal itu tak dapat dibendung. Informasi begitu pesat dan seolah ‘dunia dalam genggaman’ hanya, tak boleh menerima mentah-mentah informasi, apalagi terpengaruh atau membuat berita hoax.

“Era teknologi informasi (IT) sangat dahsyat. Nah, mengisi kemerdekaan dengan cara bagaimana melakukan kreativitas, inovasi yang bermakna kemerdekaan. Lalu di-share ke sosial media (sosmed). Tentu sangat bernilai insiratif,” ujarnya.

Abriantinus bersama Presiden Joko Widodo dan Kapolda serta jabatan organisasi yang dipercayakan pada dirinya

Sebagai contoh, menjelang HUT RI, sangat baik jika upload hal-hal bernilai perjuangan, untaian kalimat yang mengukuhkan nilai perjuangan seperti mengibarkan bendera merah putih lewat sosmed atau kreativitas bentuk lain.

“Jangan luntur nasionalisme kita. Sekarang pasang bendera merah putih saja susah. Padahal, dulu pejuang melawan penjajah berkorban nyawa. Ayo hargai juga pejuang dengan melakukan kegiatan positif,” ujarnya.

Disebutkan Abriantinus, sebagai anak bangsa yang cinta NKRI, setiap tahun dirinya bersama anggota baik Koppad Borneo dan organisasi di mana ia berada, merayakan HUT RI lewat upacara dan lomba-lomba.

“Sekarang di Koppad Borneo menggelar ragam lomba, ada tenis meja, sumpit dan lainnya. Bahkan upacara bendera,” urai owner PT Borneo Malawen Jaya yang bergerak di bidang  security guard & manpower services ini.

MEMBANGUN IKN

Dalam kesempatan lain, Abriantinus juga menyinggung penetapan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Provinsi Kaltim. Dirinya sangat respek dengan Presiden Jokowi yang telah melakukan penyatuan tanah dan air yang dilakukan gubernur se-Indonesia.

Bagi dirinya yang asal Dayak Kalteng ini, IKN Nusantara nama yang tepat. “Kebhinekaan ada di nama IKN yakni Nusantara. Dan di kampung saya penyatuan tanah air itu diambil dari Barito Selatan Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kalteng. Sedang tanah diambil dari Barito Timur. Ini gagasan yang smart dari Presiden RI. Sebab, tanah dan air itu simbol Nusantara,” ceritanya.

Nusantara itu maknanya kata Abriantinus luas. Sekarang muncul peradaban kerajaan dan kesukuan di Indonesia termasuk Kalimantan.

“Saya pernah dinobatkan  sebagai Raja Nan Sarunai Kerajaan Nan Sarunai wilayah  Dayak Maanyan yang masuk Kesultanan Banjar. Sehingga, harus mendukung penuh pembangunan IKN Nusantara,” ungkapnya.

Bagi Abriantinus, dirinya sebagai tokoh Dayak secara internal terus membangun pola pikir yang mengarah untuk menjaga NKRI. Serta membangun eksistensi kebhinekaan serta meminimalisir pola komunikasi yang keliru dengan komunikasi positif lewat pembangunan yang bernilai inspiratif.

Abriantinus juga sarankan local wisdom di IKN

Dirinya selama ini justru harus lebih memberikan edukasi, jangan fanatisme kesukuan. Karena kalau menilai suku asli, semua suku di Kalimantan akan mengemuka  dan mengklaim asli. Ada asli Dayak, Kutai, Banjar, Tidung, Paser. Bahkan, di Balikpapan itu suku aslinya Paser Balik. Lalu di Kalbar ada suku Dayak dan Melayu.

“Makanya saya menyatukan persepsi kebhinekaan. Sebab, Indonesia ini hetrogen. Masing-masing daerah itu ada homogen dan hetrogen. Sehingga, adat dan budayanya berbeda. Inilah sejatinya makna kebhinekaan,” contoh Arbriantinus

TNI DAN POLRI

Dalam konteks menjaga kemitraan dengan multi-stakeholders, bagi Abriantinus sinergi dan kolaborasi dengan institusi TNI dan Polri harus dijaga. Kendati, ada rasa cemburu dari pihak-pihak tertentu. Prinsip Abriantinus, mitra TNI-Polri untuk sama-sama menjaga keamanan. 

“Bayangkan, suatu daerah bahkan suatu negara, kalau tidak aman, maka sendi-sendi kehidupan akan terganggu. Itu yang coba saya bangun,” ungkapnya.

Bagi Abriantinus, dirinya juga membangun komunikasi dengan organisasi massa (ormas) lainnya. Kendati, masih ada yang berbeda pendapat dinilainya baik.  “Kalau ada ormas lain berdiri, selama sesuai ideologi Pancasila dan ingin melakukan hal-hal positif, tentu didukung. Karena, mereka dilindungi UU juga,” kata Abriantinus yang berpengalaman 30 tahun mengelola ormas ini.

Disinggung perjuangan kaitan IKN, sekarang ini warga Kalimantan dan lokal harus ikut berperan. Jangan jadi penonton, sehingga yang diperlukan memperkuat kualifikasi sumber daya manusia (SDM).  Dan kaitan itu, dirinya sekarang sudah membuka Koppad Training Centre yang lebih menitikberatkan dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Saya sudah melatih 40 orang perwakilan dari 6 kecamatan di Kota Balikpapan. Tahap kedua juga akan dilakukan dan sekarang ini banyak yang diperjuangkan untuk masuk kerja di berbagai institusi seperti RDMP Pertamina misalnya,” urai Abriantinus.

Menyiapkan SDM menjadi penting bagi Abriantinus,  selain juga memperjuangkan bagaimana pengusaha lokal dapat eksis saat IKN dibangun juga terakomodirnya tenaga kerja.

Sebagai tokoh adat Dayak, Abriantinus menyebutkan bahwa suku Dayak itu terdaftar di PBB namanya Dayak International Organization (DIO) yang presidennya  Datuk Jeffrey G Kitingan asal Malaysia dan sekjennya DR Yulius Yohanes MS.

“Kalau nasional namanya  Majelis Adat Dayak Nasional yang presidennya DR Martin Billa. Sementara di tingkat provinsi ada Dewan Adat Dayak Provinsi yang diketuai Zainal Arifin serta untuk Ketum Adat Dayak Balikpapan Abriantinus,” jelasnya.

MAKNA MERDEKA

Di bagian akhir, Abriantinus juga menjelaskan bahwa kemerdekaan yang sudah dicapai 77 tahun Indonesia, jika ingin jujur masih ada yang belum merdeka. Misalnya, masih banyak tingkat kemiskinan, ada masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan.

“Suku Dayak ini boleh disebut sebagai ‘anak manis’. Kalaupun ada aspirasi disampaikan lewat demo itu biasa karena hak mengemukakan pendapat. Tapi, kita tidak pernah melakukan ancaman atau makar terhadap negara Indonesia. Kita cinta NKRI dan harga mati,” tambahnya.

Sekarang ini, warga Dayak ada di mana-mana. Bahkan secara SDM tidak kalah. Ada yang masuk TNI, polisi. “Makanya saya selalu berkoordinasi dengan Rektor Unmul. Jika ada anak Dayak yang berpotensi, bisa diakomodir di tempat-tempat khusus melakukan pengabdian dan bekerja,” tambahnya.

Disinggung kaitan local wisdom (kearifan lokal) untuk pembangunan IKN, Abriantinus lebih politis menyebutnya bahwa sudah diusulkan simbol-simbo bercorak Kalimantan. “Entah itu di bagian pintu gerbang atau diaktualisasikan lewat pusat kebudayaan yang sifatnya dominan. Memang kita akui Istana Negara itu harus cerminan Nusantara, tapi karena IKN di Kaltim simbol Kalimantan itu setidaknya dominan misalnya etniknya dan rangkaian desain,” pungkas Abriantinus yang menyebut, Dayak Centre juga diusulkan untuk dibangun di IKN serta dirinya adalah salah satu deklarator yang ikut ditetapkannya IKN di Kaltim. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

Tim Back Up KONI Bantu Atlet dan Sinergi Disparpora. Gasali: Kita Bersyukur, Jaga Superteam
Kanal

Tim Back Up KONI Bantu Atlet dan Sinergi Disparpora. Gasali: Kita Bersyukur, Jaga Superteam

November 4, 2026
Operasional MUI Setahun Rp120 Juta. Kepengurusan 5 Tahun, Dapat Dana Hibah Rp1,2 Miliar
Kanal

Operasional MUI Setahun Rp120 Juta. Kepengurusan 5 Tahun, Dapat Dana Hibah Rp1,2 Miliar

November 1, 2026
KH Jailani, Terpilih Aklamasi Ketua MUI Balikpapan. Pesan Musda, Dana Hibah Harus Dikelola Transparan
Kanal

KH Jailani, Terpilih Aklamasi Ketua MUI Balikpapan. Pesan Musda, Dana Hibah Harus Dikelola Transparan

November 1, 2026
MUI Provinsi Ingatkan Keterwakilan LDII di MUI Balikpapan. Ustaz Dani: Mungkin Belum Ngopi Saja
Kanal

MUI Provinsi Ingatkan Keterwakilan LDII di MUI Balikpapan. Ustaz Dani: Mungkin Belum Ngopi Saja

November 1, 2026
Imigrasi Awasi TKA di Enam Perusahaan Paser. Operasi Gabungan Minta Proaktif Lapor Orang Asing
Kanal

Imigrasi Awasi TKA di Enam Perusahaan Paser. Operasi Gabungan Minta Proaktif Lapor Orang Asing

October 30, 2026
Advokasi Masyarakat Paser dari Jerat TPPO dan PMI-NP. Imigrasi Kukuhkan Desa Binaan dan PIMPASA
Kanal

Advokasi Masyarakat Paser dari Jerat TPPO dan PMI-NP. Imigrasi Kukuhkan Desa Binaan dan PIMPASA

October 30, 2026
Next Post
Ketum LMP Upacara Bendera HUT ke-77 RI di Toronto Kanada. Arsyad Cannu: Wujud Nasionalisme Anak Bangsa. LMP Kaltim Bentang 77 Meter Bendera Merah Putih

Ketum LMP Upacara Bendera HUT ke-77 RI di Toronto Kanada. Arsyad Cannu: Wujud Nasionalisme Anak Bangsa. LMP Kaltim Bentang 77 Meter Bendera Merah Putih

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 317 Followers

Recommended

Sulis: Berkelanjutan Mendesain Karakter Anak. Terminal Batu Ampar Tak Henti Sosialisasi SaLUD

Sulis: Berkelanjutan Mendesain Karakter Anak. Terminal Batu Ampar Tak Henti Sosialisasi SaLUD

November 10, 2024
Puncak PKJ 2024 BPTD Kaltara, Penuh Doorprize dan Ada Ary Goliath. Irda: Ayo Hadir, Grandprizenya Sepeda Listrik

Puncak PKJ 2024 BPTD Kaltara, Penuh Doorprize dan Ada Ary Goliath. Irda: Ayo Hadir, Grandprizenya Sepeda Listrik

September 17, 2024
Rendi: LDII Pembinaan Karakternya Jadi Pilot Project. Ingin Perjuangkan Dunia Pendidikan di Kaltim Maju

Rendi: LDII Pembinaan Karakternya Jadi Pilot Project. Ingin Perjuangkan Dunia Pendidikan di Kaltim Maju

January 29, 2024
Arsyad Cannu Tebar Ratusan Takjil Berbuka. Termasuk 500 Nasi Kotak untuk Sejumlah Masjid

Arsyad Cannu Tebar Ratusan Takjil Berbuka. Termasuk 500 Nasi Kotak untuk Sejumlah Masjid

March 12, 2025
Ribuan Kader Golkar Tuntas Divaksin Dosis 2. Abdulloh: Terimakasih, Ini Program Walikota untuk  Naikkan Herd Immunity

Ribuan Kader Golkar Tuntas Divaksin Dosis 2. Abdulloh: Terimakasih, Ini Program Walikota untuk Naikkan Herd Immunity

October 24, 2021
Oktober, Pesta Demokrasi Masjid Balteng. Dumairi: Muscab Digelar di Hotel Pacific

Oktober, Pesta Demokrasi Masjid Balteng. Dumairi: Muscab Digelar di Hotel Pacific

July 22, 2022
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines