TINTAKALTIM.COM-Pengamanan objek vital nasional (obvitnas) tak hanya dilakukan oleh Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dengan operasi wilayah Regional 3 Kalimantan, tetapi harus membangun konsep ‘5 Si’ (Sinergi, Kolaborasi, Koordinasi, Komunikasi dan Implementasi) di lapangan bersama Polda Kaltim.

“PHI perlu terus menggandeng Polda Kaltim khususnya Direktorat Pengamanan Objek Vital (Obvitnas) dan direktorat lainnya. Sebab, pengamanan ini tanggung jawab semua pihak,” kata Manajer Security PHI Regional 3 Kalimantan, Doddy Akbari saat membuka Forum Group Discussion (FGD) bertema Membangun Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) Berbasis Teknologi di Hotel Jatra, Kamis (11/09/2025)

Acara yang diinisiasi PHI Reginal 3 Kalimantan itu dihadiri SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul), Kinoturangga, HSSE Manager Operations Zona 10, Production & Operation HSSE Zona 9 Fajri Abdurrachmansyah, Astman Security Zona 8 Rivai Aris, Astman Security PHI Johanes Aritonang dengan sejumlah narasumber yakni AKBP Fauzi Achmad (Ditpam Obvit), AKBP Hari Kurniawan (Ditreskrimsus), Kompol Bambang Suhandoyo (TIK), Kompol Suharmita (Ditintelkam), AKBP I Made Pasek (Bid Humas) dan dipandu moderator H Sugito (jurnalis).

Dijelaskan Doddy, tujuan khusus FGD selain keterpaduan visi dan misi pengamanan juga memperkuat komitmen seluruh personel dan meningkatkan kemampuan untuk analisa risiko pengamanan sampai dengan strategi operasional pengamanan berbasis teknologi.

“Kita ingin terintegrasi pola pengamanan objek vital nasional di Regional 3 Kalimantan (zona 8, 9 dan 10) sehingga bisa melakukan mitigasi risiko maksimal. Sebab, keamanan menjadi bagian penting bagi industri migas,” kata Doddy.

Dikatakan Doddy, industri migas sebagai satu pilar vital ekonomi secara operasional harus sudah berbasis teknologi. Karena, potensi dampak jika keamanan terganggu maka bisa mengalami kerugian finansial, pasokan energi hingga risiko keselamatan.

“Kita akan selalu menggunakan strategi proaktif meningkatkan keamanan basis digital. Tentu, kerangka dan pemetaan (mapping) akan dilakukan bersama Polda Kaltim sekaligus melakukan assessment kaitan potensi kerawanan,” ungkap Doddy.

Doddy menyebutkan, PHI Regional 3 Kalimantan daya jangkaunya luas di sektor hulu seperti Pertamina Hulu Mahakam (PHM) zona 8, Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) zona 9 dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). “Makanya kita juga melakukan 5 Si tadi dengan Polda Kaltim agar sistem pengamanan digitalnya terintegrasi dan masif. Ini langkah serius dan tak berhenti pada FGD saja,” kata Dody Akbari. (gt)













