TINTAKALTIM.COM-Sebagai rasa empati dan ikut berduka, jamaah Masjid Asy-Syifa Kompleks BTN Gunung IV Kelurahan Margomulyo Balikpapan Barat menggelar salat ghaib untuk musibah yang terjadi di Pulau Sumatera dan Aceh
Salat ghaib dipimpin imam Guru Murhan yang sebelumnya memimpin pelaksanaan salat Jumat sekaligus khatib di masjid yang sama dan diikuti para jamaah lainnya. Usai salat ghaib, dilakukan doa bersama untuk korban yang meninggal dunia

Imbauan salat ghaib itu sebelumnya datang dari Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan lewat suratnya yang ditujukan ke seluruh masjid termasuk Masjid Asy-Syifa BTN
“Kita menindaklanjuti imbauan dari Ketua Pimpinan Pusat DMI Drs H Jusuf Kalla agar masjid-masjid melaksanakan salat ghaib. Sekaligus dirangkai dengan infaq untuk saudara kita yang terkena banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara,” kata Ketua DMI Balikpapan Muhammad Dumairi lewat suratnya yang juga ditandatangani sekretaris Ahmad Sofyan

Menurut Dumairi, jika tidak sempat infaq via masjid, DMI Balikpapan mengimbau kepada umat Islam bisa langsung menyalurkan infaq di Nomor Rekening (Norek) 0329-01-004318-300, Bank BRI dengan pemilik Timnas Tanggap Darurat Bencana PP DMI
Salat ghaib di Masjid Asy-Syifa Kompleks BTN diikuti jamaah masjid termasuk takmir (pengurus) masjid yang diketuai H Nur Ali MBA. Tampak juga pelindung takmir masjid H Nursalim, Wakil Ketua Masjid Bidang Dakwah H Haidir, pembina H Ali Umbri, H Rahmadi dan jamaah sekitar masjid.

“Ini wujud empati mendalam saudara kita yang terkena musibah banjir bandang. Serta belasungkawa dan solidaritas sesama umat muslim terhadap musibah yang menelan banyak korban jiwa,” kata Sekretaris DMI Ahmad Sofyan yang menambahkan berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) banjir dan tanah longsor itu menelan korban jiwa hingga Jumat (5/12/2025) sekitar 836 orang
Dari data hingga Jumat pagi, 5 Desember 2025, warga yang belum ditemukan 508 orang dan 2.700 orang mengalami luka-luka dan 10.500 rumah terdampak mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi

Salat ghaib itu bertujuan pula kata Ahmad Sofyan, mendoakan juga bagi almarhum karena jenazahnya jauh di Sumatera dan Aceh. “Kami turut prihatin atas kejadian bencana alam yang menimpa saudara kita di Sumatera dan Aceh,” ujarnya
Sementara itu Ketua Masjid Asy-Syifa BTN Gn IV H Nur Ali mengatakan, salat ghaib juga untuk mendoakan para korban agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah, juga untuk memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Mereka para keluarga yang terkena bencana menghadapi masa-masa sulit. Semoga doa kita, Allah memberikan kemudahan,” kata Nur Ali
Sebelumnya, Imam Guru Murhan dalam khatib salat Jumat mengatakan, jika umat Islam bertaqwa maka rezeki datang tidak disangka-sangka. Bahkan, Allah menjanjikan jalan keluar dari kesulitan dan rezeki.

“Ketaqwaan itu kunci rezeki dan kemudahan hidup dari Allah,” kata Guru Murhan seraya mengutip ayat Alquran wamayyattaqillaha yaj’al lahu makhraja. Wa yarzuqhu min haisu layathtasib (siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan bagianya jalan keluar dan memberi rezeki dari arah yang tak disangka-sangka,” urai Guru Murhan dalam sebagian kutbahnya. (gt)













