TINTAKALTIM.COM-H Nur Ali, yang juga pendidik dan pengurus bela diri Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) akhirnya terpilih menjadi ketua Masjid Asy-Syifa Kompleks Perumahan BTN Kelurahan Margomulyo Balikpapan Barat untuk periode 2025-2028

Nur Ali unggul dalam pemungutan suara (voting) setelah berkompetisi dengan calon ketua H Nursalim yang juga pembina Masjid Asy-Syifa. Nur Ali mengantongi 21 suara sedang H Nursalim 13 suara.
Awalnya, panitia pemilihan yang diketuai H Suhud dan sekretaris H Sugito dengan anggota Neneng Juleha (Ketua RT 39) dan Sihombing (Ketua RT 38), menjaring nama calon ketua lainnya yakni H Haidir, H Sugito, H Nursalim, H Suhud dan H Nur Ali. Tetapi, H Sugito, H Suhud dan H Haidir mundur karena alasan kesibukan dan internal keluarga

Hanya, sebelum proses pemilihan dimulai, H Nur Ali, kandidat ketua sempat memberikan argumentasi. “Saya saat ke masjid menuju rapat sudah dipesani istri saya untuk tidak maju. Sebaiknya, jangan pilih saya. Majunya saya ini karena supaya demokratisasi berjalan,” kata H Nur Ali, sembari tetap menjadi kandidat

Alhasil, panitia pemilihan menetapkan dua calon H Nur Ali dan H Nur Salim untuk berkompetisi dipilih peserta (floor) menjadi ketua. H Nur Ali nomor urut 1 dan H Nursalim nomor urut 2
Istimewanya, proses pemilihan takmir masjid itu dihadiri Lurah Margomulyo Aris Yanuar Wibowo. Ia lurah baru, menggantikan lurah sebelumnya Aji Syarifah yang menempati pos barunya di Kecamatan Balikpapan Kota
“Alhamdulillah, salam kenal untuk warga RT 38 dan RT 39 Kompleks BTN. Momentum pemilihan takmir masjid ini jadi sarana perkenalan (ta’aruf). Kendati saya baru, tetapi beberapa kali salat berjamaah di Masjid Asy-Syifa, karena dekat dengan kantor. Nah nanti yang sudah mengenal saya tolong disapa atau ditegur untuk silaturahmi,” kata Lurah Margomulyo yang datang didampingi Bhabinkamtibmas Margomulyo Sulistyo
Disebutkan Lurah, warga Kompleks BTN terus menjaga kerukunan dan kekeluargaan. Dibentuknya Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Asy-Syifa tujuannya untuk memakmurkan masjid.
“Jadi jaga toleransi, kerukunan serta membuat program yang selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota. Saya sebagai kepanjangan tangan pemerintah di tingkat kelurahan, siap mendukung bapak-ibu sekalian. Dan lakukan komunikasi dengan lurah dan pilar kamtibmas seperti bhabinkamtimas, babinsa agar lingkungan kita selalu aman dan warganya kompak,” kata Lurah Aris.
LPJ DITERIMA
Sementara itu Ketua Masjid periode sebelumnya H Rahmadi dan Bendahara Hendra Winardi menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPj) kinerja keuangan dan permohonan maaf serta terimakasih atas nama pengurus dan dukungan jamaah dan warga selama memimpin. Ia pun menyebutkan saldo kas masjid setelah sejumlah aktivitas masjid dan rincian cash & flow.

Disebutkan, saldo ada sekitar Rp20 jutaan lebih dan dana fardu kifayah yang sejauh ini ditarik dari warga dan dipercayakan ke Neneng Juleha disebutkan saldonya berkisar Rp18 juta lebih. “Nanti dana diserahkan ke takmir yang baru untuk jadi bahan pertanggungjawaban,” kata Neneng (Ipon). Dan seluruh LPj pengurus sebelumnya diterima floor atau peserta rapat yang punya hak berbicara.
KEKELUARGAAN
Suasana pemilihan penuh kekeluargaan. Usai proses berlangsung, Nur Ali menyampaikan pandangannya. “Mohon dibantu, saya masih belajar. Rasanya teman-teman bisa membawa masjid ini lebih baik ke depan untuk sinergi. Khususnya Pak Nursalim yang selalu jadi imam dan saya makmum. Mohon dukungannya,” kata Nur Ali yang disebut sebagian peserta terpilihnya menjadi ketua karena ‘kemenangan takdir’

Pengukuhan takmir baru pimpinan H Nur Ali dilakukan dengan penandatanganan berita acara yang disaksikan Lurah Margomulyo Aris Yanuar Wibowo dan Bhabinkamtibmas Sulistyo.

Panitia pemilihan meminta komposisi kepengurusan lengkap disusun maksimal 30 hari dan minimal 7 hari (sepekan) atas persetujuan forum musyawarah dengan menunjuk 5 formatur yakni ketua formatur H Nur Ali dan anggota formatur yakni Sihombing, Neneng Juleha, H Suhud dan H Sugito.
“Nanti susunan kepengurusan Masjid Asy-Syifa lengkap disampaikan kepada warga. Setelah itu kita sama-sama menuangkan ide-ide untuk kerja kepentingan kehidupan beragama di Kompleks BTN,” kata Nur Ali.

Dalam forum itu, periode kepengurusan takmir masjid sempat diusulkan H Nursalim. “Jadi kita ini menggunakan yang mana. Memang ada 2 tahun, 3 tahun bahkan 5 tahun masa kepengurusan. Ini perlu diperjelas,” kata Nursalim yang juga Ketua Ranting Dewan Masjid Indonesia (DMI) Margomulyo ini.
Akhirnya, forum musyawarah pemilihan menyetujui periodesasi kepengurusan 3 tahun setelah H Rahmadi yang sudah demisioner (tidak menjabat) menyampaikan pandangannya. Selamat mengemban amanah baru. Semoga Allah memberikan kelancaran dalam tugas memakmurkan masjid dan kepengurusan DKM solid. (gt)













