• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Thursday, April 30, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaNEWS

Bangun ‘Keluarga Pejuang’ di Rumah Tangga. Pakai Masker Mujahadah, Ayo Ulurkan Tangan ke Palestina

by admin
May 14, 2021
in tintaNEWS
0 0
0
Bangun ‘Keluarga Pejuang’ di Rumah Tangga. Pakai Masker Mujahadah, Ayo Ulurkan Tangan ke Palestina

QURANI: Zainuddin Musaddad (tengah bersurban) didampingi GM MOR VI dan RU V serta jamaah foto bersama. Ustaz Zai menyebut generasi qurani diperlukan di era sekarang

0
SHARES
218
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Suami-istri dalam rumah tangga harusnya membentuk kehidupan sebagai ‘keluarga pejuang’. Berjuang bersama untuk kebaikan.  Hanya, seorang ayah atau suami itu merupakan  ‘bibit’ untuk menghadirkan keberkahan di rumah tangga yang orientasinya adalah surga.

Itu sudah dibentuk dan dihadirkan saat Ramadan. Di mana  keluarga telah mencontohkan dalam aktivitas mengajak ‘si kecil’ untuk berpuasa, walaupun usianya belum baligh. Dialog-dialog keagamaan dan spirit spiritual rumah tangga terbentuk lewat  agenda buka puasa. Serta mengajak anak-anak tarawih, mengaji dan aktivitas agama lainnya.

“Coba perhatikan, ada ayah mendorong anaknya untuk menuntaskan puasa hingga buka. Menahan jangan sampai batal. Itu bagian dari wujud perjuangan. Karena, sejatinya suami itu  penanggungjawab dunia-akhirat dalam persoalan tarbiyah (pendidikan),” kata Ustaz Drs Zainuddin Musaddad MA, pakar parenting  Pondok Pesantren Hidayatullah, saat jadi khatib Salat Idul Fitri, Kamis (13/05/2021) di Masjid Istiqomah Pertamina Balikpapan.

Zainuddin bersama GM RU V Eko Sunarto (baju coklat) dan GM MOR VI Freddy Anwar sebelum menyampaikan khutbahnya saat salat Idul Fitri di Masjid Istiqomah

Hadir dalam  salat Idul Fitri itu, General Manager (GM) RU V PT Pertamina  Balikpapan Eko Sunarto, GM Marketing Operation Region (MOR) VI Freddy Anwar, Ketua DKM Istiqomah Saptono Nugroho, Manajer Comrel & CSR MOR VI Pertamina Regional Kalimantan Susanto August Satria, Ketua BDI PT Pertamina dan undangan dan jamaah lainnya.

Menurut Zainuddin, Ramadan yang sudah dilalui telah membentuk persahabatan dalam keluarga. Anak ‘mengganggu’ saat ingin buka puasa dengan meminta kurma sang ayah. Lalu ada dialog dengan ayahnya. “Ambil nak. 3 kurma kau ambil. Karena, itu sunah Rasulullah yang ganjil di saat buka. Terjadi interaksi kasih sayang, sementara istri berada di sampingnya melayani suami  dan semua berada di meja makan. Subhanallahu,” contoh Zainuddin.

Dua GM Pertamina RU V dan MOR bersama manajer comrel & CSR MOR VI Satria dan staf usai pelaksanaan salat Idul Fitri

Ramadan katanya, merupakan bulan yang menempa suami harus ikut berjuang dan memberi spirit istri. Sang istri harus dibimbing untuk ikut bersama-sama menjadi keluarga yang cinta rumah tangga serta mendidik anak-anaknya di jalurnya yang haq.

“Jangan sampai anak itu jadi yatim. Karena, suami sibuk di kantor. Waktu di rumah dengan anak-anak ditukar waktu sebanyak-banyaknya di kantor. Akhirnya, anak lepas dari komunikasi, kasih sayang dan eratnya pelukan seorang ayah,”   kata Zainuddin

Dorongan tarbiyah hilang dari sang ayah, padahal gajinya besar, jabatannya tinggi, hartanya banyak. Hanya, anak-anaknya ‘ditinggalkan’ tanpa belaian kasih sayang dan demikian pula terhadap istrinya.  Sehingga, anak-anak harus ‘dididik’  oleh kehadiran hand phone (HP) atau telepon seluler.

Zainuddin Musaddad bersama penulis

Zainuddin Musaddad, ustaz yang berkeliling Indonesia untuk mendakwahkan bangunan rumah tangga  sesuai syariat Islam ini, dikenal  contoh keluarga yang sukses membangun pondasi rumah tangga berbasis Alquran.

Karena, putra sulungnya  Baharun Musaddad penghafal Alquran 30 juz dan alumnus Universitas Islam Madinah  dan berkali-kali juara dunia hafal Quran. Dan keenam anak-anaknya adalah penghafal Alquran.

Menurutnya, persahabatan dalam Ramadan tidak boleh hilang.  Harus diteruskan usai Ramadan. Karena, peran Alquran  di saat Ramadan semakin penting  dikaitkan pula dalam kehidupan keluarga. Ada 3 instrumen  yakni Ramadan itu sendiri, Alquran dan ketahanan keluarga punya korelasi.

Ustaz Zainuddin menyalami GM MOR VI Freddy Anwar bersama GM RU V Eko Sunarno dan Ketua DKM Istiqomah Saptono Nugroho

“Saat Ramadan lalu, umat Islam ada pada kondisi suasana berupaya tampil menjadi orang yang terbaik. Pondasi   untuk itu ada dalam keluarga dan suami-istri serta anak-anak harus menjalaninya. Dan, jangan sampai hilang usai Ramadan,”  kata Ketua Departemen Adab dan Pembinaan Keluarga DPP Hidayatullah ini.

Zainuddin lebih banyak meminta, umat muslim di Balikpapan khususnya suami-istri harus terus berupaya maksimal membaca Alquran, sehingga jadi contoh anak-anaknya. “Jangan istri dan anak baca Alquran tapi suaminya justru tidak,” ujarnya

ATASAN DAN BAWAHAN

Lewat gaya orator dakwahnya yang enerjik, Zainuddin mengingatkan  para suami itu bukan mitra bisnis istri. Kehidupan  suami-istri serta anak adalah kehidupan persahabatan yang dapat memberikan kedamaian dan ketenteraman. Sebab, satu sama lainnya sahabat sejati

Ustaz Zainuddin mencium dewan syariah Masjid Istiqomah KH Mastur Dhini yang sebelumnya pernah menjadi imam rawatib meski berkursi roda tetap mengikuti salat Idul Fitri

Zainuddin mengingatkan, bergaul secara indah dan besenda gurau antara suami-istri dan anak lalu bersikap lemah lembut  dan menghadirkan joke-joke lucu sehingga  menimbulkan tawa  akan menjadi ‘obat’ menjaga tenteramnya rumah tangga dan jauh dari kandasnya bahtera rumah tangga karena konflik.

Ia lalu mengutip hadist, bahwa Rasulullah orang yang paling baik kepada keluarganya.  “Contohnya sudah jelas. Rasulullah itu orang santun, kata-katanya tersusun indah. Tak pernah memaki-maki atau berkata yang tidak hasanah dan kotor. Ia selalu membangun rumah tangga dengan lemah-lembut,” urainya.

Ditambahkannya, pengaturan dan pemeliharaan berbagai urusan rumah tangga  ada pada suami.  Sehinga, suami-istri bisa saling berdiskusi sebab keduanya adalah dua orang sahabat dan bukan antara atasan dan bawahan.

“Islam itu indah, menata kehidupan suami-istri sehingga kehidupan persahabatan  bisa menjelma menjadi kehidupan penuh damai, tenteram, penuh kasih sayang dan mendapat keberkahan,” tambahnya.

TELADAN ATAU PEMIMPIN

Di ceramahnya yang lain, Zainuddin mengingatkan bahwa ada tugas besar di pundak suami. Yakni, ia harus hadir sebagai pemimpin atau teladan dalam rumah tangga.

“Ar Rijalu qawwamuna alan nisa. Laki-laki itu mengarahkan, mengayomi, memimpin wanita supaya nanti wanita menjadi kurikulum kehidupan. Dan ayah harus jadi teladan dan pemimpin,”  ungkap Zainuddin mengutip Surah An-Nisa ayat 34 sembari menyebut, ‘hadiah’ Ramadan adalah keteladanan dalam rumah tangga oleh suami.

Dalam konteks suami teladan, Zainuddin menyebut bahwa diperlukan suami yang punya kapasitas keilmuan agama sehingga wajib belajar, kapasitas finansial  dan juga  selalu jadi ‘obor’ dalam rumah tangga. “Makanya, suami harus berjuang bagaimana hal yang makruf dilakukan. Karena, Allah memerintahkan laki-laki atau suami masuk surga dan harus membawa istri-anaknya juga berada di jannah atau surga Allah,” ungkap Zainuddin Musaddad.

Syech Qowi saat memimpin salat Idul Fitri bersama jamaah

Dalam kaitan Ramadan yang telah berlalu, itu membawa ketenangan. Ramadan telah jadi jawaban mengembalikan keimanan seseorang. Dan sejauh ini agenda puasa dan rangkaian ibadah sudah dilakukan umat muslim karena cintanya kepada Allah.

“Sahabat Rasulullah itu ketika menyambut Ramadan, 6 bulan sudah dipersiapkan. Karena, Ramadan tamu agung. Makanya, ayo pasca Ramadan, terus jaga kemurniannya sampai bertemu kembali Ramadan tahun depan,” ajak Zainuddin.

MASKER MUJAHADAH

Dalam kaitan pandemi covid-19, Zainuddin memberikan spirit jamaah agar terus beribadah dan berdoa. Jangan sampai lelah karena virus yang datang  merupakan mahluk ciptaan Allah yang sangat kecil. Tetapi, dunia diguncangkan  dengan kebesaran Allah itu.

“Mungkin virus itu ukurannya 0,00000 sekian. Tetapi mematikan. Makanya, masker bisa saja tembus virus itu. Tapi memakai masker yang bagian dari taat protokol kesehatan (prokes) adalah wujud mujahadah atau  bersungguh-sungguh untuk menangkal virus. Dan itu harus dilakukan,” ujarnya.

Ia mengatakan, covid-19 itu virus yang disebut mematikan. Tetapi,  Allah memberikan gambaran di dunia kaitan virus ini sebagai wujud agar manusia berpikir dan bertindak. Makanya,  Zainuddin menganjurkan menggunakan masker biar tidak disebut melakukan perlawanan terhadap mahluk ciptaan Allah.

SEDIH DI PALESTINA

Dalam kaitan kegembiraan saat Idul Fitri, Zainuddin juga mengingatkan peristiwa serangan brutal tentara Israel ke Masjid Al-Aqsa  pada saat muslim Palestina melaksanakan salat tarawih.

“Palestina itu jauh. Tapi, atas dasar persaudaraan dan keyakinan kita, bawa serangan Israel itu  sudah menginjak rasa kemanusiaan umat muslim dunia termasuk Indonesia. Ayo bapak-ibu ulurkan tangan untuk membantu mereka. Mungkin secara fisik tidak, tetapi rezeki yang diberikan Allah dapat disisihkan. Jangan-jangan rahmat Allah menghampiri rezeki itu untuk diteruskan ke surganya,” ujar Zainuddin.

Zainuddin punya keyakinan, Allah akan membalas serangan Israel itu. Karena, Allah menjaga  3 masjid suci  yang itu harus dikunjungi. “Silakan jika anda keliling dunia dengan kelebihan  harta dan kekayaan atau menempuh perjalanan kemana saja. Itu hak Anda sebagai muslim. Tapi ingat, jangan pernah tidak membuat program dan menyisihkan rezeki untuk pergi ke 3 masjid yang  dijaga Allah yakni Masjidil Haram,  Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsa,” tambah Zainuddin seraya mengutip hadist riwayat Bukhari-Muslim.

Penulis bersama GM RU V Pertamina Eko Sunarno

Di saat warga Balikpapan bergembira, menurut Zainuddin tak ada Idul Fitri di Palestina khususnya jalur Gaza, yang ada dentuman peluru. Kondisnya  terus berlanjutnya saling serang antara kelompok Palestina dan tentera Israel.

“Makanya, kita di Indonesia termasuk di Balikpapan harus banyak-banyak bersyukur kepada Allah. Tidak ada bom dan peluru dan bisa menikmati Idul Fitri dengan  indah bersama keluarga,” kata Zainuddin.

Untuk itu, secara spiritual kendati fisik merayakan kebahagiaan Idul Fitri, menurut Zainuddin tangan-tangan  kita semua diupayakan untuk diulurkan demi membantu rakyat Palestina. Sebab,  zikir di sana beradu dengan desingan peluru. Lantunan tilawah Alquran terusik dengan dentuman bom.

“Semoga hasil Ramadan kita semua dapat merasakan kesedihan saudara kita yang lagi kesusahan. Dan, kita terus berdoa agar Islam jaya dan kita semua mendapat ampunan Allah dan mengakhiri kehidupan kelak masuk dalam surganya Allah dan berjuang pada 11 bulan setelah Ramadan dilalui,” tutup Zainuddin dalam khutbah Idul Fitri dengan doa yang membuat isak-tangis jamaah untuk mengaminkan doa. (gt)

SendShareTweet

Related Posts

LDII Balikpapan Kurban 232 Sapi dan  63 Kambing. Dibagi Merata, Ojek Online, Pemulung Wujud Peduli Sosial
Kanal

LDII Balikpapan Kurban 232 Sapi dan 63 Kambing. Dibagi Merata, Ojek Online, Pemulung Wujud Peduli Sosial

July 4, 2023
Rakorda Baznas se-Kaltim Bedah Empat Komisi Penting. Dibuka Wagub, ZIS Digital dan Standar Mustahik Juga Dibahas
tintaNEWS

Rakorda Baznas se-Kaltim Bedah Empat Komisi Penting. Dibuka Wagub, ZIS Digital dan Standar Mustahik Juga Dibahas

February 3, 2022
PDAM Balikpapan Sharing Service Excellent. Suryo: Boros, Bocor dan Lalai, Tanggungjawab Pelanggan
tintaNEWS

PDAM Balikpapan Sharing Service Excellent. Suryo: Boros, Bocor dan Lalai, Tanggungjawab Pelanggan

February 2, 2022
Ditemani Batman, Kapolda-Wakapolda Pantau Vaksinasi Anak. Imam: PTM 100 Persen Agar Segera Dilaksanakan
tintaNEWS

Ditemani Batman, Kapolda-Wakapolda Pantau Vaksinasi Anak. Imam: PTM 100 Persen Agar Segera Dilaksanakan

January 8, 2022
Intrusi Air Laut, Dirum Turun Tangan. Distribusi Air Bersih di Manggar
tintaNEWS

Intrusi Air Laut, Dirum Turun Tangan. Distribusi Air Bersih di Manggar

January 2, 2022
Walikota Sambut Tahun 2022 Lewat Doa, Salat Jamaah dan Sedekah.  Rahmad: Jadikan Rumah Adalah Surga bagi Keluarga
tintaNEWS

Walikota Sambut Tahun 2022 Lewat Doa, Salat Jamaah dan Sedekah. Rahmad: Jadikan Rumah Adalah Surga bagi Keluarga

January 2, 2022
Next Post
Ruang Publik, Wisata dan Infrastruktur Prioritas. Ahmad Mallolongan Terpilih Ketua LPM Sumber Rejo

Ruang Publik, Wisata dan Infrastruktur Prioritas. Ahmad Mallolongan Terpilih Ketua LPM Sumber Rejo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Wabup Panen Melon Milik Kopral Gampang. Diharapkan Muncul Gampang Lain di PPU

Wabup Panen Melon Milik Kopral Gampang. Diharapkan Muncul Gampang Lain di PPU

October 27, 2020
Upacara 17 Agustus di IKN, Ditjen Hubdat Dukung 370 Kendaraan. Suharto: Harus Sukses, Tol Rampung ke KIPP Lebih Cepat

Upacara 17 Agustus di IKN, Ditjen Hubdat Dukung 370 Kendaraan. Suharto: Harus Sukses, Tol Rampung ke KIPP Lebih Cepat

April 24, 2024
UAS: “Saya Hadir di Kampus Uniba, Menepis Label Radikal”. Rendi: Masjid Amirul Haq Terbangun Berkat Doa Ustaz Somad

UAS: “Saya Hadir di Kampus Uniba, Menepis Label Radikal”. Rendi: Masjid Amirul Haq Terbangun Berkat Doa Ustaz Somad

July 23, 2022
Arsyad Cannu Berbagi Buka Puasa Sebulan di Masjid. Al-Anshar dan As-Siddiq Kebagian Takjil Ramadan

Arsyad Cannu Berbagi Buka Puasa Sebulan di Masjid. Al-Anshar dan As-Siddiq Kebagian Takjil Ramadan

March 31, 2024
Baznas Harus Dikelola seperti Bank dan Prudent. DR Nadratuzzaman: Simba Wajib, Tak Buat Laporan, Ada Indikasi Kecurangan

Baznas Harus Dikelola seperti Bank dan Prudent. DR Nadratuzzaman: Simba Wajib, Tak Buat Laporan, Ada Indikasi Kecurangan

November 8, 2022
Warga Tionghoa Asal Balikpapan Majukan Desa Bali Xinglung

Warga Tionghoa Asal Balikpapan Majukan Desa Bali Xinglung

September 22, 2019
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines