TINTAKALTIM.COM-Provinsi Kaltim jadi tolok ukur (benchmark) pengujian berkala Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) yang lengkap secara praktek. Seluruh penguji dari dishub kota-kabupaten hadir untuk mengikuti bimbingan teknis selama dua hari 5-6 Mei 2026

Kegiatan yang diinisiasi Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Renhard Ronald dengan pelaksana seksi sarana ini, berjalan produktif dan jadi pertama kali yang detail di Indonesia.
“Memang di Bogor Jawa Barat pernah ada. Tetapi, tidak selengkap yang di Kaltim. Bahkan, peserta antusias dan digelar praktek yang detail tahapan-tahapan pengujian berkala kendaraan listrik berbasis baterai tersebut,” kata Kasubdit Uji Berkala Kendaraan Bermotor Direktorat Sarana Transportasi Jalan Kemenhub Feri Subekti mewakili Direktur Sarana Ditjen Hubdat Kemenhub saat memantau praktek KLBB di IKN, Rabu (6/5/2026)

Praktek pada bimtek KLBB di Kaltim, selain lengkap juga dilakukan di IKN yang tentu tidak ditemukan daerah lain. “Surprise sekali, sebelum praktek para penguji, narsum dan Kepala BPTD Kaltim plus staf bisa foto bersama di Istana Negara. Tentu, ini harus ditindaklanjuti,” kata Feri

Dikatakan Feri, tahapan 5 fungsi pengujian berkala harus dipahami penguji. Melihat SDM peserta yang totalnya 18 penguji se-Kaltim, setidaknya jika separo saja bisa secara komprehensif memahami, tentu dapat menularkan kepada penguji lainnya
Menurut Feri, fokus pemeriksaan pengujian berkala meliputi pemeriksaan instalasi listrik, baterai, motor penggerak, sistem lainnya. Juga melihat bagaimana komponen tegangan tinggi (high voltage) agar tidak membahayakan penumpang maupun kendaraannya

“Ada dua dimensi yang harus dilakukan dalam pengujian berkala (uji KIR). Yakni aspek teknis dan aspek administrasi. Makanya, penguji harus memeriksa bagaimana nanti kaitan Surat Keterangan Tanda Lulus (SKTL),” kata Feri
Sebab katanya, itu dokumen penting untuk keperluan sertifikasi. Sehingga, pola pengujiannya harus dipahami semua penguji karena berbeda dengan kendaraan konvensional

“Saya memberi apresiasi BPTD Kaltim di bawah kepemimpinan Renhard Ronald yang punya inisiatif menggelar pengujian berkala KLBB. Karena, kendaraan listrik spektrum teknologinya dan peralatan sangat luas. Komponen elektronik dapat dikombinasikan dengan komponen mekanik otomotif,” kata Feri di hadapan peserta praktek di Rest Area IKN yang memberikan motivation speak dalam cuaca yang panas terik

Pengujian berkala untuk KLBB diperlukan dan penguji di Kaltim harus memahami karena menurut Feri, ada tiga pilar utama diperlukan adalah kaitan keamanan (safety) untuk mencegah kebakaran, efesiensi daya untuk memaksimalkan konversi energi dari baterai ke motor dan kepatuhan regulasi
“Kaltim bisa jadi benchmark. Semoga dapat pula dilakukan daerah lain khususnya BPTD untuk melakukan bimtek serupa, sehingga pengujian berkala KLBB ini berjalan masif,” kata Feri yang hingga akhir mengikuti sesi praktek dan teori baik di Balikpapan (otban) maupun Rest Area kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). (gt)












