TINTAKALTIM.COM-Bimbingan teknis (bimtek) Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) yang diadakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim dengan pelaksana seksi sarana, tak hanya berhenti pada dua hari teori dan praktek. Tetapi, bakal dilanjutkan secara edukatif di masing-masing daerah yang targetnya implementatif

“Pengujian berkala KLBB ini kan pertama digelar BPTD atas inisiatif Pak Renhard (Kepala BPTD Kaltim-red). Tentu, paling penting implementasinya dan edukasi di tiap daerah,” kata Ketua Panitia Pelaksana Bimtek Hendra Ayi Sonica yang juga Kepala Seksi Sarana Tranportasi Keselamatan Jalan BPTD Kaltim menjelaskan target bimtek saat ditemui di Rest Area Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (6/5/2026)

Bimtek KLBB menghadirkan 3 nara sumber (narsum) yakni Saiful Jihad dari Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotof (BPLJSKB) Bekasi, Mohamad Ardy Firmansyah (penguji BPLJSKB) dan Mochammad Fikril Basyar (Direktorat Sarana Kemenhub) yang dibuka Direktur Sarana Keselamatan Transportasi Jalan diwakili Kasubdit Uji Berkala Kendaraan Bermotor Feri Subekti S SiT MT

Dikatakan Hendra, BPTD Kaltim melalui inisiator Renhard Ronald mengharapkan ada penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memastikan keselamatan dan kelayakan kendaraan listrik beroperasi di Kaltim
“Kalau penguji untuk kendaraan konvensional semua pada ahli. Nah ini ada hal baru yakni pemeriksaan komponen khusus Electric Vehicle (EV) seperti baterai, keamanan kelistrikan dan lainnya. Jadi, bimtek ini sangat diperlukan mereka,” kata Hendra

Dikatakan Hendra, dari hasil rapat internal seksi sarana yang dipimpin Renhard Ronald, bahwa BPTD Kaltim harus memastikan kendaraan listrik yang diuji memenuhi standar keselamatan tinggi untuk mencegah risiko kecelakaan atau kegagalan sistem
“Pak Kabalai sangat concern dengan keselamatan dan keamanan. Sehingga, kepastian KLBB melalui prosedur pengujian berkala dianggap sangat tepat,” jelas Hendra

Target implementatif dan edukatif kata Hendra, seperti arahan Direktorat Sarana Kemenhub. Bahwa, 18 orang penguji se-Kaltim yang sudah ikut bimtek harus dapat menularkan ilmunya (transfer knowledge) dengan penguji lainnya. Sehingga, implementasi di lapangan bisa sesuai regulasi
“Balikpapan bisa saja jadi tolok ukur. Juga nanti Dishub Samarinda dan dishub se-Kaltim lainnya. Jadi, output-nya adalah keselamatan dan keamanan KLBB,” pungkas Hendra Ayi Sonica.

Sementara itu, BPTD Kaltim di acara bimtek itu menggelorakan atau menggaungkan jargon atau slogan untuk memberi spirit bagi penguji se-Kaltim. Saat pembukaan, pembawa acara Francisca Ayu Kusumastuti, staf seksi sarana BPTD Kaltim mengajak seluruh peserta dan undangan untuk meneriakkan jargon tersebut
“Bapak dan ibu, BPTD Kaltim punya jargon dalam bimtek KLBB ini. Kalau saya meneriakkan Penguji Kendaraan Bermotor Listrik, maka dijawab: Profesional, Berani Inovatif, Berintegritas, Melayani,” pinta Ayu

Dikatakan Ayu, jargon spontanitas yang ia cetuskan lebih memberi semangat yang penekanannya memastikan kendaraan aman dan selamat digunakan.
“Kan penguji harus profesional. Kalau berintegritas itu lebih pada pelayanan pengujian yang berkualitas dan jujur. Dan, topografi daerah berbeda-beda jadi harus berani inovatif yang orientasinya bimtek harus diimplementasikan maksimal,” jelas Ayu yang jargonnya diteriakkan undangan dan peserta. (gt)











