TINTAKALTIM.COM-Puskesmas Margomulyo, tak hanya menjadi penanggungjawab Pos Binaan Terpadu (Posbindu) yang melakukan kegiatan monitoring dan deteksi dini risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Tetapi, juga melakukan skrining kesehatan jiwa kaitan Orang Dalam Ganggun Jiwa (ODGJ) dan Orang Dalam Masalah Kejiwaan (ODMK)

Skrining disatukan kegiatan pemeriksaan gratis PTM yang mencakup tekanan darah (hipertensi), gula darah dan asam urat untuk warga Kompleks BTN Gunung IV di Aula Masjid Asy-syifa, Sabtu (25/4/2025).

Tim Puskesmas Margomulyo Balikpapan Barat yang dipimpin dr Dekrita menugaskan dr Dwi dan perawatnya. Sebelum melakukan pemeriksaan PTM, melalui stafnya Sulis sempat berinteraksi dan membawa kusioner kesehatan jiwa yang disebut PHQ-4 (Patient Health Questionnaire-4).

“Sekarang namanya PHQ-4 atau skrining singkat untuk melihat gejala kecemasan dan depresi peserta dan ada pertanyaannya harus diisi warga,” kata Sulis sambil membagi-bagikan kusioner.

Namanya warga dan bapak-bapak yang suka canda, tentu saja kusioner itu sempat jadi perbincangan. “Wah terindikasi gangguan mental sudah kita ini harus diskrining. Termasuk cemas dompet kosong,” kelakar Agus dan H Syamsuddin sambil menunggu pemeriksaan kesehatan di aula.
Saat itu, dr Dekrita berhalangan hadir. Ia melayani pasien di puskemas. “Itu skrining harus dilakukan untuk mengetahui tingkat kecemasan dan depresi warga,” kata dr Dekrita saat dikonfirmasi Tintakaltim.Com.
25 WARGA ODGJ
Dikatakannya, sekarang ada sekitar 25 warga di Kelurahan Margomulyo sudah terindikasi dan masuk dalam kategori ODGJ. Mereka dalam pemantauan petugas. “Tetapi, tak hanya di Margomulyo, justru seluruh Kota Balikpapan ada,” kata Dekrita yang tak menyebut berapa jumlah itu.

Depresi akut dan masuk dalam ODGJ maupun ODMK itu kata Dekrita, semua karena faktor psikologis dan lingkungan. Jika lingkungan lebih pada masalah ekonomi, sosial dan paparan trauma.
“Riwayatnya bisa terjadi dari keluarga. Mereka ditinggal meninggal suami dan ternyata sang almarhum harus meninggalkan utang sangat besar. Istri stress dan depresi akhirnya masuk kelompok ODGJ tadi,” kata Dekrita.

Dikatakan Dekrita, sebelumnya kusioner itu jumlah isiannya banyak. Sekarang diringkas hanya 4 isian di antaranya apakah tidak bersemangat dalam 2 minggu, sering murung, tertekan dan putus asa, sering merasa gugup, cemas atau gelisah. Dan, ada juga tidak mampu mengendalikan rasa khawatir
“Nanti diisi pertanyaan itu dan akan ada skor akhir, apakah perlu diperiksa atau tidak. Nanti petugas melakukan sortir semua kuisioner itu,” jelas Dekrita
NORMAL
Sementara itu saat pemeriksaan kesehatan PTM, Ketua RT 39 Kelurahan Margomulyo Neneng Zuleha ikut memantau. Satu per satu warga diperiksa dan mayoritas kalangan emak-emak. Justru anak mudanya minim padahal gratis

“Sayang lho, padahal kuotanya banyak. Yang datang hanya sekitar 25 orang dari 90-an KK di RT 39 Margomulyo,” kata Neneng Zuleha

Lima ‘pasangan harmonis’ Sultan H Nursalim dan istri serta H Siswanto dan istri ditambah Agus CCTV dan istri juga dr Ahyar-istri serta H Pitoyo dan istri pun memanfaatkan momen itu. Seluruhnya ikut melakukan pemeriksaan.
“Alhamdulillah saya dan istri normal. Karena, kegiatan jasmani dan rohani berjalan. Itu di belakang, lagi nyiring rumah jadi nyangkul kan sehat,” ujar Nursalim sambil tersenyum

Nursalim yang mantan pegawai laboratorium Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) ini expert di bidang laboratorium. Menurutnya, jika hipertensi itu dilihat dari gejala dan kondisi keseharian.
“Kalau makan Coto Makassar itu tidak memberi kontribusi hipertensi. Mungkin kolesterol, kecuali makannya setiap hari,” jelasnya

Demikian pula H Siswanto dan istri. Keduanya, hasil pemeriksaannya normal. Apalagi, Siswanto membawa hasil pemeriksaan yang pernah dilakukan sebelumnya dari laboratorium klinik swasta yang hasilnya normal.
“Alhamdulillah, karena saya rajin melakukan medical check sehingga yakin kalau hasilnya normal,” kata H Siswanto yang menunjukkan hasil itu kepada media ini.

Termasuk media ini, sehari sebelumnya saat pemeriksaan kesehatan di kantor, hasil hipertensi menunjukkan angka 160/100 mmHG, tetapi saat periksa lagi menjadi 120/80 mmHG dan normal.
“Saya rajin olahraga jogging dokter. Juga makan buah-buahan, mungkin saat itu kurang istirahat saja,” jelas media ini kepada dokter saat konsultasi.
Proses pemeriksaan lancar. Petugas menggunakan identitas KTP memanggil satu per satu warga. Lalu, diperiksa tensi dan berlanjut ke pemeriksaan darah untuk dilihat gula darah, kolesterol dan asam urat. Setelah itu, diakhiri konsultasi oleh dr Dwi.

‘Agus CCTV’ dan istri pun terlihat ikut periksa. Dan, Agus lebih banyak mendiskusikan hal-hal terkait penyakit dan kontribusi makanan. “Karena Pak Sultan Nursalim sudah bilang Coto Makassar aman, karena hasil saya normal aman juga kita makan Coto Makassar ini,” kelakar Agus.

Seluruh warga yang hadir secara mayoritas hipertensinya normal. Termasuk gula darah. Hanya ada beberapa orang yang karena riwayat tensinya tinggi yakni H Syamsuddin, H Pitoyo dan H Rahmadi. Ternyata, riwayat hipertensi itu sudah dialami sejak mereka bekerja.
“Aman saja, karena riwayat itu ada sejak bekerja dulu. Yang penting rutin minum amlodipine. Kan tadi diberi Bu Dokter gratis,” kata H Syamsuddin dan H Rahmadi menenangkan dirinya yang tensinya di atas angka 140/100 mmHG. Semangat! Sehat Itu Mahal. Ayo Olahraga. (gt)













