• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Wednesday, April 29, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kanal

“Terimakasih Pak Walikota, Program Pendidikannya Gercep dan Bermanfaat”

by admin
July 29, 2024
in Kanal
0 0
0
“Terimakasih Pak Walikota, Program Pendidikannya Gercep dan Bermanfaat”

GRATIS: Seragam gratis yang dibagikan Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud dan istri Hj Nurlena memberi spirit anak dan orangtua

0
SHARES
212
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Catatan: H Sugito SH *)

TINTAKALTIM.COM-Anak itu bernama Denis Fatharian Nugraha. Ia anak pasangan orangtua Rizky Raz Nugraha dan Sherly Amelia. Warga Kelurahan Muara Rapak RT 62 itu bergaya dengan seragam barunya.

Perasaannya senang. Karena, biasanya seragam yang digunakan di Pendidikan Anak Usia Dunia (PAUD) beda, kini berubah jadi merah putih. Tentu seragam baru Sekolah Dasar (SD) corak warna bendera Indonesia itu. Apalagi ia baru masuk SD  dan baru saja mengikuti   Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Disya dan Denis Fatharian Nugraha

“Mama yang beli seragam atau bapak, darimana,” tanya sang anak kepada ibunya. Sherly sang ibu yang biasa mengantar anaknya ke sekolah menjawab polos. “Itu bantuan dari Pak Walikota H Rahmad Mas’ud nak,” jelasnya pada sang anak.

Tentu, Sherly adalah salahsatu orangtua yang mendapat keringanan lantaran anaknya mendapat seragam gratis. Biasanya, memasuki tahun ajaran baru para orangtua dihadapkan sebuah dilema

Irfan Taufiq dan seragam gratis untuk warga

Gimana tak dilema? Orangtua bingung, permintaan anak seperti beli buku, tas bahkan seragam sekolah yang minta ganti. Sekarang, mereka mengucap syukur Alhamdulillah karena Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME membuat program mendukung dunia pendidikan.

“Terimakasih Pak Walikota, kami ibu rumah tangga (IRT) tak repot lagi. Seragamnya keren, ada batiknya lagi dan mengurangi beban rumah tangga khususnya dalam sisi ekonomi. Nggak pusing cari uang untuk beli seragam. Terimakasih Pak Wali tak terhingga,” ujar Sherly Amelia.

Komentar senada juga disampaikan pasangan suami-istri Dimas Abdi Negoro dan Ana Tasya. Ia punya anak Disya Abdillah Nafeeza yang sekolah di SDN 04 Muara Rapak. Seragamnya juga baru, orangtuanya sungguh berterimakasih atas program seragam gratis itu.

Siswa yang mendapat seragam gratis

“Terimakasih Walikota Balikpapan sangat baik. Program pendidikannya bermanfaat bagi masyarakat. Semoga program terus berlanjut. Apalagi tak hanya seragam gratis,  juga ada membangun sekolah dan subsidi SPP,” kata Dimas Abdi  yang bekerja di luar Kota Balikpapan ini.

Semenjak dilantik, Walikota H Rahmad Mas’ud SE ME memang memprioritaskan program pendidikan selain program lainnya. Ia sangat gerak cepat (gercep) dan yakin jika tiap tahun dipastikan orangtua dipusingkan dengan seragam sekolah.

Sehingga, ia menggenjot program pendidikan seragam sekolah gratis. Di tahun 2023 lalu baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP. Di tahun 2024 ditingkatkan menyentuh anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP sederajat dan Sekolah Pendidikan Non Formal (SPNF) paket A, B dan C dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Bunda PAUD yang peduli pendidikan

Tentu, bagi orangtua Denis dan Disya, hal itu membuat perasaannya bangga. Sehingga, patut berterimakasih dengan walikota. Apalagi istrinya Sang Bunda PAUD Hj Nurlena SE, peduli dengan keberadaan pendidikan anak-anak di Balikpapan.

Dari data Dinas Pendidikan Kota Balikpapan yang disampaikan kepalanya Irfan Taufiq, seragam gratis itu terdiri dari pakaian batik 18 ribu stel dan untuk jenjang PAUD, SD dan SMP sederajat ada tiga jenis pakaian berupa seragam nasional, pramuka dan batik. Sedang untuk murid SD-Madrasah Ibtidaiyah (MI) sekitar 39.450 stel dan SMP-Madrasah Tsanawiyah (MTs) 36.900 stel

Walikota serahkan seragam gratis

Ditambah lagi, untuk  Sekolah Pendidikan Non Formal (SPNF) atau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Paket A 900 stel, Paket B 1.800 stel dan Paket C 1.530 stel.  Kucuran dana seragam gratis ini dari APBD Balikpapan Rp25 miliar.

Walikota di berbagai kesempatan selalu menyebutkan, bahwa program pendidikan itu harus dilaksanakan. Karena, demi kepentingan masyarakat. Selain itu juga menjadi visi & misinya saat dia berjanji jadi walikota.

“Kami bersama teman-teman di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus berbuat saja yang terbaik. Kendati ada saja yang mengkritisi. Bagi saya itu vitamin untuk terus berbuat. Jadi ini bukti bukan dijanjikan saja,” kata Walikota Rahmad Mas’ud.

TAMSIL

Program pendidikan lainnya, walikota yang di-support DPRD Balikpapan juga menggelontorkan  program tambahan penghasilan (tamsil) untuk guru swasta. Karena, selama ini untuk guru negeri bisa dihasilkan lewat sertifikasi yang disebut Tunjangan Profesi Guru (TPG)

Karena, guru-guru tadi sudah lulus seleksi baik administrasi, wawancara dan lainnya dan mereka  melanjutkan seperti kuliah lagi dengan  beban kuliah 39 Satuan Kredit Semester (SKS). Dan, akhirnya ujian sertifikasi guru dan jika sudah tersertifikasi berhak mendapat tunjangan profesi.

Program pendidikan walikota

Tentu, ini untuk guru-guru negeri. Sehingga, guru swasta dibantu Walikota H Rahmad Mas’ud agar mendapatkan tamsil tadi. Sehingga, proses sebagai pendidik tidak ‘jomplang’.

“Kami menjalankan perintah Pak Wali saja. Sebab, rasanya tidak adil toh kalau swasta tak mendapat semacam tunjangan profesi tadi, makanya dikucurkan lewat tamsil. Semoga bisa membantu,” jelas Irfan Taufiq.

SUBSIDI SPP

Tak hanya itu, dari catatan media ini,  Walikota juga memberikan subsidi untuk Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk anak didik di sekolah swasta. Dan itu untuk mereka yang duduk di bangku SD dan SMP.

Contoh misalnya, ada anak didik sekolah di swasta. Tentu, mereka  harus memikirkan bagaimana membayar SPP. Karena, jumlah sekolah negeri itu ada 7.200 siswa dari total keseluruhan 11.000 siswa dan 65 persennya adalah negeri. Sementara 35 persen swasta.

Di mana, subsidi SPP swasta untuk SD Rp75 ribu per siswa per bulan dan SMP Rp110 ribu per siswa per bulan. Dan  itulah besaran bantuan subsidi. Karenanya, swasta tidak perlu khawatir kekurangan siswa. Pembangunan unit sekolah baru bukan hanya memikirkan  kondisi sekarang, melainkan antisipasi beberapa tahun mendatang

Mengapa Walikota berpikir membangun sekolah negeri? Karena,  membangunnya saja perlu waktu hingga 3 tahun. Jika tidak dipikirkan dari sekarang, maka program itu sulit diwujudkan. Sebab,  pembahasan detail engineering design (DED) saja bisa lama.

Memang mindset orangtua itu, anak-anaknya harus masuk negeri. Sebab, murah dan gratis SPP. Makanya, walikota membangun sejumlah sekolah negeri tadi. Bukan ingin ‘mematikan’ swasta. Tetapi, agar terjadi penyediaan sarana & prasarana (sarpras) memadai di masa mendatang dan linier dengan jumlah peserta didik yang masuk sekolah dan setiap tahun bertambah.

Sekolah Terpadu yang dibangun di Regency

Jangan membuat dikotomi swasta-negeri. Sekolah negeri yang lingkungan pergaulannya ambisius di bidang akademik ada. Yang siswanya berangkat sekolah hanya untuk memperluas pergaulan juga ada.

Sekolah swasta malah lebih luas. Ada sekolah menjunjung tinggi prestasi akademik. Ada sekolah yang mengusung nama agama, berwirausaha dan lainnya. Sehingga, semua berdasar kompetensi lulusan.

Saya menilai, kekhawatiran sebagian pihak yang berlebihan bahwa sekolah swasta itu kalah bersaing dengan negeri, rasanya perlu ditepis. Sebab, ada data bahwa lulus dari sekolah swasta di Indonesia cenderung memiliki performa yang lebih baik ketika mereka sudah masuk ke pasar kerja jika dibandingkan individu dari sekolah negeri. Kendati, yang negeri juga banyak diterima di pasar kerja.

Media ini, juga dari sekolah swasta pun anak saya juga sekolah di swasta. Dan, sekolah swasta itu orientasinya juga pada karakter dan pengalaman, punya kepribadian baik dan bermanfaat untuk sesama.

Perbedaannya,  jika dilihat secara nilai ujian, mereka tak akan se-superior siswa dari negeri. Kalau nilai bagus itu bukan ingin mendapatkan nilai tinggi, tetapi mereka belajar karena ingin mendapatkan ilmu. Hanya, tak dapat dipungkiri ada sekolah negeri juga qualified.

Prinsipnya ajak anak didik ngobrol dan lakukan kajian jika ingin memasukkan anak. Dan, Walikota membangun sekolah negeri pun tetap memikirkan bagaimana swasta tumbuh dan terus maju. Makanya disubsidi.

“Memang sekolah swasta itu berdiri atas dasar yayasan. Tetapi, Pak Walikota juga ikut memikirkan keberlangsungan pendidikan demi anak didik di masa depan. Sebab, orientasinya menyongsong Indonesia Emas 2045 mendatang,” kata Irfan Taufiq.

SARPRAS

Dalam kaitan sarana dan prasarana (sarpras), walikota juga melakukan pembangunan sejak tahun 2022-2023 yakni SMPN 25 di Balikpapan Barat. Ini sesuai kebutuhan masyarakat. Juga membangun Sekolah Kawasan Terpadu di Balikpapan Regency SD 016 dan SMPN 26. Sekolah ini justru sudah menerima anak didik baru.

SMPN 25 yang sudah difungsikan

Dan di tahun 2024-2025, akan dibangun lagi SMPN  di eks Lapangan Tenis Manuntung SMPN 27. Tetapi, proses pembangunannya tetap tidak meniadakan lapangan tenis. Sekolah itu bisa include menjadikan tenis lapangan sebagai ekstrakurikuler.

“Selain itu juga mengakomodir tuntutan warga Balikpapan Timur dan memenuhi kuota dibangun SMPN 28 di Kelurahan Manggar Baru. Semua demi kepentingan masyarakat tadi. Itulah orientasi Pak Walikota kita,” jelas Irfan Taufiq.

Di sini akan dibangun SMPN

Yang menarik, ada pula program pendidikan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ini menunjang Balikpapan Goes to Digital. Pelajar dan guru diberi laptop gratis karena eranya sudah digitalize.

Gak main-main, dana puluhan miliar digelontorkan  demi mewujudkan mimpi anak-anak Balikpapan untuk melek teknologi dan menyongsong bonus demografi. Karena, walikotanya ingin  anak-anak mengikuti perkembangan zaman dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi. Inilah kepedulian terhadap generasi muda di masa depan

Penyediaan sarana teknologi itu adalah laptop, chrome book, smart table dan papan interaktif. Semua dilakukan secara bertahap selama dua tahun terakhir. Dan untuk laptop sudah dibagikan kepada siswa dan guru ribuan unit. Ini pun secara bertahap terus dikucurkan demi pendidikan anak-anak Kota Balikpapan.

Hanya walikota berpesan, selain melek teknologi juga  berakhlak dan beradab. “Tak sekadar pintar tapi akhlak dan adabnya harus mulia ke depan. Sehingga, jadi filter tantangan zaman,” jelas walikota.

Bahkan, kata Irfan Taufiq sekarang untuk ujian akhir sudah memanfaatkan TIK. Tak ada soal-soal seperti harus disilang. Semua menggunakan basis teknologi dan antar satu siswa dengan siswa lain soalnya berbeda

“Jadi sudah menggunakan Computer Assisted Test (CAT) suatu metode  seleksi dengan alat bantu komputer untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar yang digunakan siswa. Sehingga, hasil dari ujian itu bisa diketahui secara real time,” kata Irfan Taufiq.

Nah, ragam program pendidikan itu pantaslah ditutup dengan pantun: Jalan-jalan ke Balikpapan, Jangan Lupa Membeli Kain. Kalau  Sudah Ada yang Nyaman, Buat Apa Cari yang Lain. Lanjutkan!**

*) Wakil Ketua Media Online Balikpapan, Direktur Tintakaltim.Com

SendShareTweet

Related Posts

Musik Sunda, Beri Semangat Gotong-Royong. ‘Pamit’ Broery Marantika Mengaduk Emosi Hati
Kanal

Musik Sunda, Beri Semangat Gotong-Royong. ‘Pamit’ Broery Marantika Mengaduk Emosi Hati

April 26, 2026
Warga Sepakat ‘Jagal’ dan Menjaga ‘Kang Ramli’. Lurah Pantau Kerja Bakti, Ingatkan Musim Kemarau
Kanal

Warga Sepakat ‘Jagal’ dan Menjaga ‘Kang Ramli’. Lurah Pantau Kerja Bakti, Ingatkan Musim Kemarau

April 26, 2026
Walikota Gabung Bikers, Salat Subuh di Asrama Haji. Bikers Subuhan Borneo Gelar Silatda dan Halalbihalal
Kanal

Walikota Gabung Bikers, Salat Subuh di Asrama Haji. Bikers Subuhan Borneo Gelar Silatda dan Halalbihalal

April 12, 2026
‘Palu Godam’ Prabowo di Hutan Kaltim
Kanal

‘Palu Godam’ Prabowo di Hutan Kaltim

April 10, 2026
Sharing Session Kadin Tiap Bulan Jalur Solutif. Bambang: TPID Penting, Semua Bidang Bergerak
Kanal

Sharing Session Kadin Tiap Bulan Jalur Solutif. Bambang: TPID Penting, Semua Bidang Bergerak

April 8, 2026
Terpilih Aklamasi, Noval Punya 4 Misi. Pengusaha Luar Masuk Balikpapan Wajib Gandeng Kadin
Kanal

Terpilih Aklamasi, Noval Punya 4 Misi. Pengusaha Luar Masuk Balikpapan Wajib Gandeng Kadin

April 8, 2026
Next Post
Squad Indonesia Juara, ‘Tanah Airku’ Menggema. Walikota-Ketua DPRD dan Forkompida Nyanyi di Taman Bekapai

Squad Indonesia Juara, 'Tanah Airku' Menggema. Walikota-Ketua DPRD dan Forkompida Nyanyi di Taman Bekapai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Majelis Taklim Wanita Madinatul Iman Gelar Pengajian Perdana di BIC. Pengurus Diimbau Terus Rajut Silaturahmi dan Buat Program

Majelis Taklim Wanita Madinatul Iman Gelar Pengajian Perdana di BIC. Pengurus Diimbau Terus Rajut Silaturahmi dan Buat Program

September 9, 2022
Bepe Maskot Platinum Hotel Balikpapan. Joko Budi: Maknanya Friendly dan Kampanye Pariwisata

Bepe Maskot Platinum Hotel Balikpapan. Joko Budi: Maknanya Friendly dan Kampanye Pariwisata

December 11, 2023
Pindah Ibu Kota Sudah Biasa

Pindah Ibu Kota Sudah Biasa

May 25, 2019
Gubernur Fasih Yasinan di Makam Orangtua. Bersama Walikota Rahmad, Ziarah di Kampung Baru

Gubernur Fasih Yasinan di Makam Orangtua. Bersama Walikota Rahmad, Ziarah di Kampung Baru

March 1, 2025
Arus Mudik-Balik 2024 di Terminal dan Penyeberangan Lancar. Sudarmaji: Apresiasi untuk Tim Kerja dan Posko

Arus Mudik-Balik 2024 di Terminal dan Penyeberangan Lancar. Sudarmaji: Apresiasi untuk Tim Kerja dan Posko

April 17, 2024
Tasyakur dan Potong Tumpeng Merah Putih, HUT RI di RT 62 Muara Rapak

Tasyakur dan Potong Tumpeng Merah Putih, HUT RI di RT 62 Muara Rapak

August 17, 2019
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines