• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Wednesday, May 6, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaSEHAT

Batu Hancur, Ring di Ginjal

by admin
October 6, 2019
in tintaSEHAT
0 0
0
Batu Hancur, Ring di Ginjal

MENUNGGU: Di ruang menunggu dokter yang siap menjalankan operasi

0
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Penulis: Munir Asnawi

TINTAKALTIM.COM-Setelah dua bulan yang lalu, saya kembali harus menjalani tindakan penghancuran batu ureter pada Kamis (2/10) kemarin. Batu yang dihancur tidak tergolong besar, hanya seukuran 0,95 centi. Batu ginjal ini bersarang di kanan, sama seperti sakit yang saya alami, perut bawah bagian kanan. Begitulah hasil tangkapan USG Abdomen.

Tindakan penghancuran batu urin kali kedua di kamar operasi OK II  Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) bagai ulangan kali pertama pada awal Agustus lalu.  Waktunya tidak lama, hanya ada diskon pemasangan silinder kecil yang populer disebut ring, mirip dengan ring yang dipasang bagi penderita jantung pada arteri koroner yang tersumbat.

Ring alias stent ureter ditempatkan setelah batu urine dihancurkan.  Kehadiran stent ureter dari ginjal hingga ke buli, adalah untuk meringankan beban kerja ginjal, sehingga mengurangi pembengkakan pada ginjal saya, walau pembengkakan tidak parah amat, bahkan lebih kecil dibanding dua bulan lalu.

Saya memasuki ruang operasi pada pukul 07.45, harus menunggu seorang pasien dulu.  Pada pukul 08.34 kereta tidur saya didorong menuju ruang OK II. Lima menit berselang, dokter spesialis anestesi, dr M Yunus Sp. An menyapa saya dengan salam. Ada lima perawat membantu rangkaian paket tindakan.

“Assalamualaikum Pak, apa kabar. Sudah siap,” kata Yunus sembari mendekat. Saya balas salamnya sembari mengangguk.

Dokter kelahiran Wajo, Sulsel ini menggoda saya dengan canda, begitu juga petugas lainnya, saya ikut bercanda, sirnalah ketegangan di ruang operasi itu. Di kiri meja operasi terdapat sejumlah peralatan, termasuk layar televisi agar pasien bisa menyaksikan kerja laser menghancur batu dan memasang stent. Ada lampu operasi, ada litotriptor si alat penghancur batu urin, alat perekam jantung dan nadi.

Saya pindah tidur ke meja operasi dibantu perawat. Lalu tubuh saya dimiringkan ke kiri, lutut dan paha merapat ke perut, meringkuk. Ketika menyiapkan alat suntik, dokter yang ramah itu beristiqfar juga mengucap basmallah.

“Miringkan badan ya. Tenang aja pak haji. Kita sama-sama berdoa ya, semoga operasi berjalan lancar dan baik. Semoga bapak sembuh,” katanya meyakinkan, sembari menyuntik bagian belakang saya.  Sungguh tanpa rasa sakit.

Begitu obat bius bekerja, kaki saya memberat dan sulit digerakkan. “Pak haji ‘kan dua bulan lalu sudah pernah dibius. Kalau sudah terbius, saya beri sayembara. Pak haji ambil sendiri mobil baru diparkiran, tapi jalan sendiri,” kata dia bercanda dengan logat Bugis. Dia tahu tak ada pasien yang sanggup menggerakkan kaki setelah bius bekerja.

Usai sudah pembiusan, lalu saya berbaring kembali pada posisi nyaman.  Perawat memasang perekam tensi di lengan kiri, di dada dipasang alat perekam jantung. Kaki kiri disangga penyangga, hingga posisi paha melebar agar dokter urologi dengan mudah mengerjakan tindakan. Diawali memasukkan kateter ke lubang penis menembus buli.

Layar televisi di kiri mulai menyala tanda dokter spesialias urologi, dr. Eddy Sunarno SP.U mulai tindakan. “Bapak bisa lihat jalan operasi di televisi ya. Operasi kita mulai ya,” kata dokter Eddy memberi isyarat. Dua bola mata saya, memang sudah beberapa saat melihat ke televisi ingin merekam jalan pembersihan batu ginjal.

Tiba-tiba organ saluran kemih dan genital saya terang benderang ditembus cahaya lampu yang memancar dari ujung laser. Laser bergerak maju. Batu ureter 0,95 centi tertangkap kamera. Laser membuat kejut, batu rempal dan hancur. Ada lima kali ujung laser membuat kejut, lima kali pula  air seni beriak disusul batu ureter pecah.

“Itu tadi batunya. Sekarang sudah kita hancurkan,” kata dokter Eddy.

Setiap kali ujung laser membuat kejut, disusul batu ureter pecah, air urin yang bening berubah agak keruh. Pecahan batu ureter melayang dalam air seni yang keruh. Serpihan batu cukup banyak.

Penghancuran batu ureter selesai. Ujung laser bergerak agak ke dalam. Kali ini, menuju ke ginjal kanan. Giliran tugas kedua. Ujung laser menempatkan stent alias ring berwarna kehijauan dari ujung ginjal hingga ke buli alias kantung kemih. Waktunya sangat singkat.

Operasi pasang stent berjalan sukses

“Sekarang kita pasang stent. Juga sudah selesai ya Pak. Apa ada yang ingin bapak tanyakan,” ujar dokter Eddy. 

“Berapa lama stent dipasang di situ?” tanya saya dengan suara agak serak, karena puasa sejak  pukul 22.30.

“Yah, satu bulan dari sekarang. Nanti akan kita ambil kembali,” jelas Eddy.

“Terima kasih ya dok,” jawab saya.

Perlahan cahaya televisi menghilang tanda bahwa proses tindakan penghancuran batu ureter dan penempatan stent ureter telah usai. Tanda bahwa kerja laser dan litotriptor sudah berakhir. Tinggal kateter yang masih bertugas membuang air seni disertai kotoran dari sisa operasi ke kantung plastik.

Setelah sembilan jam lebih kateter bertugas menyalurkan air seni dari buli ke kantung plastik.  Kateter dikeluarkan dari penis saya pada pukul 18.24 malam bersama dengan dilepasnya selang infus dari punggung tangan kanan. Jam 19.03 saya dan istri meninggalkan ruang inap.

Dua hari sebelum tindakan, saat  saya bertemu dokter Eddy Sunarno di ruang kerjanya poli urologi RSPB, kami banyak berbincang seputar batu ureter ini. Menurut dia, batu setiap saat dapat terbentuk akibat deposit mineral yang berlebih menumpuk di ginjal pasien.

“Walau sudah dibuang dan dihancurkan, batu masih mungkin terbentuk. Karena sifatnya regeneratif,” katanya.

Ada banyak faktor batu ureter alias batu ginjal terbentuk. Misal, jelas dia,  gaya hidup. “Kita harus bisa menjaga kebugaran tubuh. Berolahraga, relaksasi dan istirahat yang cukup disertai memilah dan memilih makanan yang baik,” katanya.

Terkait pola makan, sebut Eddy, harus teratur, seimbang dan tidak berlebihan. Asupan yang dimakan memiliki kandungan protein, karbohidrat, vitamin, lemak dan mineral yang cukup yang dibutuhkan tubuh.

“Apapun yang berlebih, tidak baik untuk tubuh. Apalagi yang dimakan, adalah berpotensi pembentukan batu. Ada beberapa sayuran, buah-buahan dan ikan yang bisa membuat pembentukan batu,” urai dia.

Disebutkan pula, selain pola makan yang cukup, asupan air juga harus cukup. Ini untuk menghindari terjadi penumpukan deposit mineral berlebih. “Bila asupan air kurang, tentu menyebabkan dehidrasi. Air berfungsi mengeluarkan bagian tak diperlukan tubuh melalui air seni kita,” jelas Eddy. (***)

SendShareTweet

Related Posts

10 Ribu Masker dan Hand Sanitizer Dibagi Gratis. AHB Racik Sendiri, Bentuk 10 Group Semprot Disinfektan
tintaSEHAT

10 Ribu Masker dan Hand Sanitizer Dibagi Gratis. AHB Racik Sendiri, Bentuk 10 Group Semprot Disinfektan

March 25, 2020
Lawan Corona, RMC Pasang 30 Wastafel di Keramaian. Juga Bantu Vitamin, Masker dan Ajak Gotong-Royong
tintaSEHAT

Lawan Corona, RMC Pasang 30 Wastafel di Keramaian. Juga Bantu Vitamin, Masker dan Ajak Gotong-Royong

March 24, 2020
Blue Sky Beraksi Cegah Virus Corona. Bagi-bagi Vitamin C dan Brosur Pencegahan ke Masyarakat Balikpapan
tintaSEHAT

Blue Sky Beraksi Cegah Virus Corona. Bagi-bagi Vitamin C dan Brosur Pencegahan ke Masyarakat Balikpapan

March 16, 2020
Bapak-bapak Gokil, Jalan Buntu Tanya ke Ibu-ibu. Ashraf Meninggal Jadi Cerita
tintaSEHAT

Bapak-bapak Gokil, Jalan Buntu Tanya ke Ibu-ibu. Ashraf Meninggal Jadi Cerita

February 23, 2020
Awas! Pete dan Ragam Jus Buah Jadi Ancaman. Generasi Milenial Rentan Kurang Gizi, Obatnya Germas
tintaSEHAT

Awas! Pete dan Ragam Jus Buah Jadi Ancaman. Generasi Milenial Rentan Kurang Gizi, Obatnya Germas

February 8, 2020
Melewati Gang Kucing hingga Bawa Payung. ‘Kaki BTN’ Terus Eksis, Sukamto Sebut untuk Hidup Sehat
tintaSEHAT

Melewati Gang Kucing hingga Bawa Payung. ‘Kaki BTN’ Terus Eksis, Sukamto Sebut untuk Hidup Sehat

January 12, 2020
Next Post
Wagub Nilai Berkah, PLN Kaltimra Cetak Kader Penghafal Alquran. Ribuan Orang Dilatih, 3 Pesera Terbaik Dapat Umroh Gratis

Wagub Nilai Berkah, PLN Kaltimra Cetak Kader Penghafal Alquran. Ribuan Orang Dilatih, 3 Pesera Terbaik Dapat Umroh Gratis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Sosialisasi Kendaraan Listrik Full Hiburan di Merdeka 3. Ada Konvoi, Sosmed Challenge Gratis dan Penampilan Mahen

Sosialisasi Kendaraan Listrik Full Hiburan di Merdeka 3. Ada Konvoi, Sosmed Challenge Gratis dan Penampilan Mahen

November 11, 2023
RMC Kembangkan UMRT, Wujud Pembangunan Ekonomi. RT Diberi Usaha Tanpa Modal, Dua Minggu Untung Rp2 Juta

RMC Kembangkan UMRT, Wujud Pembangunan Ekonomi. RT Diberi Usaha Tanpa Modal, Dua Minggu Untung Rp2 Juta

December 15, 2019
Pipa Usang dan Keropos Jadi Sering Mati Air. Plt Dirut: PDAM Lakukan Revitalisasi Pipa untuk Penurunan NRW

Pipa Usang dan Keropos Jadi Sering Mati Air. Plt Dirut: PDAM Lakukan Revitalisasi Pipa untuk Penurunan NRW

December 2, 2023
Walikota Balikpapan Alumni Terbaik Political Leader GI. Hetifah Serahkan Tumpeng ke Walikota, Ketua DPRD dan ABS

Walikota Balikpapan Alumni Terbaik Political Leader GI. Hetifah Serahkan Tumpeng ke Walikota, Ketua DPRD dan ABS

October 25, 2021
Disiplin P3K, Harus Patuhi ‘Aturan 17-14’. Elba dan Staf BPTD Kaltim Ikut Rapat Virtual

Disiplin P3K, Harus Patuhi ‘Aturan 17-14’. Elba dan Staf BPTD Kaltim Ikut Rapat Virtual

July 3, 2025
Kalahkan DPRD, FKUB Sudah Jalan-Jalan 5 Negara. Perlu Regenerasi Pengurus, Audit Dana Hibah

Kalahkan DPRD, FKUB Sudah Jalan-Jalan 5 Negara. Perlu Regenerasi Pengurus, Audit Dana Hibah

July 23, 2024
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines