• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Sunday, May 3, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaPENDIDIKAN

UM Lahirkan Generasi Digital Native yang ‘Technopreneur’

by admin
August 1, 2019
in tintaPENDIDIKAN
0 0
0
UM Lahirkan Generasi Digital Native yang ‘Technopreneur’

Gedung Putih Universitas Mulia jadi ikon Balikpapan

0
SHARES
787
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Penulis: Sugito SH )*

Jika berada  di kota Balikpapan,  Anda akan  melihat bangunan kokoh yang nan indah. Ada yang menyebut bangunan ini dengan istilah gedung putih. Itulah kampus Universitas Mulia (UM)  –sebelumnya  populer dengan sebutan kampus Stikom–. Seolah  melakukan ‘reinkarnasi ‘, bangunan itu pun sekarang jadi ikon Balikpapan. Letaknya di kawasan Balikpapan Selatan.

Tapi  kita akan decak kagum jika memasuki kawasan kampus UM, karena di bagian belakang ada bangunan dengan balutan dua warna merah dan kuning. Seolah berada di area  kawasan Nanjing road, kawasan favorit di Shanghai, jika malam memancarkan lighting  yang pancaran warnanya dua warna tadi. Gedung Cheng Ho. Itulah nama gedungnya.

Ada cermin optimistis dari  pengurus UM untuk menjadikan hadist Nabi Muhammad yang berbunyi: Belajarlah dan Tuntulah Ilmu sampai ke Negeri China jadi inspirasi kerja dan kesuksesan. Tak heran kalau gedungnya pun corak etnis China. Ditambah  dua warna merah dan kuning yang maknanya perpaduan semangat, antusias, keberuntungan dan kesetiaan serta kesungguhan.

Spirit dua gedung itu seolah jadi simbol kerja keras UM untuk mencetak generasi  siap pakai dan menjawab tuntutan zaman. Tentu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) enerjik, dimanis dan skill di bidang digital, karena UM sadar sekarang sudah masuk era generasi industri 4.0 atau eranya disrupsi atau perubahan besar-besaran di bidang teknologi.

“Makanya dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Mulia, menggunakan tagline  your future starts here. Ini maknanya, bahwa kita menyiapkan semua  kebutuhan masa depan. Sederhananya, mau sukses di masa depan, jawabannya ada di UM,” kata Rektor Universitas Mulia Agung Sakti Pribadi SH MH kepada Tintakaltim.com, saat bercerita semangat pengelolaan kampusnya menjawab tantangan  ke depan.

Agung seolah memberi  ilustrasi bahwa di kampusnya telah didesain untuk kampus teknologi  yang kapasitasnya seperti ungkapan plesetan  orang Jakarta dengan ‘palugada’ (apa loe mau, gue ada-Red). Implementasinya dengan disediakan program unggulan UM dengan 11 program studi (prodi) yang dibagi dalam 3 fakultas yakni Ilmu Komputer, Ekonomi dan Bisnis serta Humaniora dan Kesehatan.

Pengembangannya ternyata sangat detail. Penulis mengamati ke kampus UM, di mana untuk S-1 Informatika, ada mahasiswa yang mengambil prodi robotics and artificial intelligence, mobile application development. Ada juga S-1Manajemen yang mengambil prodi E-Businness Management dan Business Innovation Management.

 “Kita juga punya prodi yang menempa mahasiswa dan mahasiswi punya skill di bidang hukum. Yakni, cyber law dan business law. Ini selaras dengan diberlakukannya UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang sekarang begitu viral diperbincangkan,” kata Agung yang dikenal juga seorang laywer ini.

Tak hanya itu, dari 11 prodi yang ada, UM  sudah jauh-jauh hari  melakukan antisipasi terhadap perkembangan teknologi industri 4.0 yang sekarang jadi topik para pembicara di ajang nasional dan internasional. Kendati revolusi industri itu membuat sebagian orang masih puyeng karena bisa menciptakan 1001 jenis teknologi data yang sering disebut dengan big data dan bisa mengubah peradaban manusia.

Agung Sakti Pribadi SH MH

Jika demikian, kalau kuliah di UM maka sipapun dia sudah masuk ke ‘kampus disrupsi’ . Karena  sudah era disrupsi. Di mana era itu sudah diceritakan dalam dua buku yang jadi best seller karangan Prof Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas  Indonesia yang juga pengusaha. Penulis sudah khatam membaca dua buku itu yang berjudul Disruption Era dan Tomorrow is Today. Tentu boleh dibilang wajib, dosen UM untuk menganjurkan mahasiswa-mahasiwi UM membaca kedua buku itu, (bukan penulis diminta promosi Pak Rehnald lho).

Alasannya mendasar.  Disrupsi itu sudah terjadi di semua lini         bisnis. Coba bayangkan, dulu kita kecanduan SMS, tapi saat itu di-disrupt adanya BBM terus di-disrupt lagi dengan Whatsapp. Kini makin maju, dunia transportasi pun kena dampaknya.Taksi konvensional dan  Ojek pangkalan di-disrupt dengan Go-Jek, Grab. Lalu dunia perbankan pun semakin pesat kena dispurt  teknologi fintech lahirlah Go-Pay, OVO dan lainnya.

Generasi lulusan UM tampaknya sudah dirancang menjadi generasi milenial yang akrab dengan teknologi. Tapi pihak kampus juga tetap demokratis dalam mengembangkan aktivitas mahasiswa. Karena, di kampus UM  menurut Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Mundzir S Kom MT kini ada  20 unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang masuk dalam 4 bidang  olahraga (UKM of sport), bidang seni (UKM of Art), bidang  penalaran (UKM of Reasoning), keagamaan (UKM of Religion). “Di antaranya  jurnalistik, smart coding community, syber security community, robotik, futsal, music, basket, bulutangkis dan lainnya,” kata Mundzir yang dikenal  sosok ‘arsitek’  UM  untuk membangun harmonisasi aktivitas mahasiswa di kampus ini.

Mundzir  dosen yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Hassanuddin (Unhas) Makassar ini, menyebut cinta teknologi di kampus juga harus dipadukan dengan kesenangan mahasiswa. Supaya  tidak muncul kebosanan. “Makanya ada sejumlah UKM tadi. Hanya, domain kita tetap teknologi yang mengusung tagline Global Technopreneur Campus,” kata Mundzir.

Kerja UKM itu kata Mundzir harus sinergi dan kolaborasi. Makanya ditempatkanlah penggerak kegiatan orang-orang yang SDM-nya punya kapasitas masing-masing seperti B Honnnest, Citta, Eka Kumala (music), suprijadi FX  Nanang Suhartati, Isti Prabawani (paduan suara), Nany Pancawardany, Lisda, Musliatin (seni tari), Riovan S, Roring (sinematografi), B Honnest, Yustian, Sugito (jurnalistik), Linda Fauziah, Dedy M, Yustian Servanda, Sigit Sigalayan (pramuka).

Lalu, M Nufalah, Setiawan, Gunawan (futsal), Djumhadi, Yusuf Wibisono, Riyayatsah (badminton), Nasruddin Idris, Pramudya Insan (bola basket), Mundzir, Sumadi (tenis meja), Jamal, Tri Sudinugraha, Subur Anugerah, Novi Indra (smart coding community), Linda Fauziah, Yamani, M Ardiyanto (english club), Wisnu Hera Pamungkas, Djumadi (cyber security community),  M Safi’I, Novi Indra (robotic community), Hasnawie, Yeyen Dwi Atma, Tina (Graphics Design & Multimedia), Yamani, Wahyu Nur A, Ita Rosita (Mulia Al-Izzah), FX Nanang Sujatmiko, Isti Prabawani (persekutuan mahasiswa Kristen & Katolik), Hety Devita (keluarga mahasiswa Budha).

Dalam  menyiapkan SDM, UM terus mengasah dosen-dosennya meningkatkan kapasitas. Sehingga, memang punya tenaga expert di bidang teknologi. “Kami punya dosen-dosen lulusan S-2 teknologi.  Di antaranya ada Wisnu Hera Pamungkas, Sigit Sigalayan, Yusuf Wibisono dan lainnya,” kata Agung Saksi Pribadi yang saat ini sedang menyelesaikan pendidikan doktornya di Surabaya.

Ke depan, kampus UM benar-benar ingin leading menghasilkan lulusan  siap pakai dan siap kerja. Makanya,  terus mengasah kemampuan mahasiswa-mahasiswi untuk lulus dari kampus UM dan mendapat predikat dan punya talente-talenta  digital native. Dalam kamus Bahasa Indonesia, digital native itu adalah individu yang lahir karena adopsi teknologi dengan tidak melihat acuan generasi. Smart, kreatif dan inovatif.

Lalu goal dan implmentasi kapasitas yang dihasilkan UM apa? Dari 11 prodi terihat jelas bahwa kampus ini punya grand strategy  untuk mencetak wira usaha andal yang  basisnya teknologi. Tak salah kalau kampus ini mengusung semboyan Global Technopreneur Campus yang arahnya menciptakan generasi siap pakai dan skill di bidang teknologi . Detailnya, skill wira usaha teknoloi, teknologi hukum dan lainnya.***

)* Direktur Utama Tintakaltim.com, Wakil Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Nusantara Balikpapan, Ketua Kompartemen dan Hubungan Antarlembaga Kadin Balikpapan, Wakil Ketua Forum Komunikasi CSR Balikpapan

SendShareTweet

Related Posts

Uniba Perpanjang Libur hingga 31 Maret. Rendi: Kampus-Kantor Disemprot Disinfektan
tintaPENDIDIKAN

Uniba Perpanjang Libur hingga 31 Maret. Rendi: Kampus-Kantor Disemprot Disinfektan

March 24, 2020
Uniba Didesain Jadi ‘Cyber University’. Siapkan Perangkat Dukung Fakultas Teknik Informatika
tintaPENDIDIKAN

Uniba Didesain Jadi ‘Cyber University’. Siapkan Perangkat Dukung Fakultas Teknik Informatika

March 12, 2020
Dahlan: Lulusan UM, Usia 28 Tahun Punya Jalan Hidup. Sebanyak 253 Mahasiswa Diwisuda. Dilantunkan Lagu tentang Ayah, Seisi Gedung Menangis Haru
tintaPENDIDIKAN

Dahlan: Lulusan UM, Usia 28 Tahun Punya Jalan Hidup. Sebanyak 253 Mahasiswa Diwisuda. Dilantunkan Lagu tentang Ayah, Seisi Gedung Menangis Haru

November 10, 2019
Agung: Universitas Mulia Optimistis di Jerman Mampu Bersaing. ICSINTESA Jadi Brand Image Kampus Global
tintaPENDIDIKAN

Agung: Universitas Mulia Optimistis di Jerman Mampu Bersaing. ICSINTESA Jadi Brand Image Kampus Global

October 20, 2019
Paper 13 Dosen Universitas Mulia Lolos di Jurnal Internaisonal. Subur Anugerah Terbaik di SEMINASTIKA.
tintaPENDIDIKAN

Paper 13 Dosen Universitas Mulia Lolos di Jurnal Internaisonal. Subur Anugerah Terbaik di SEMINASTIKA.

October 19, 2019
Hasjim Mahmud, Mendidik Lewat Keteladanan Karakter
tintaPENDIDIKAN

Hasjim Mahmud, Mendidik Lewat Keteladanan Karakter

September 19, 2019
Next Post
Slamet Diusulkan Pimpin Apindo Kaltim Kembali

Slamet Diusulkan Pimpin Apindo Kaltim Kembali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 315 Followers

Recommended

Kemenparekraf Apresiasi Balikpapan Lakukan Kolaborasi. Menghela Samarinda Uji Petik 2022

Kemenparekraf Apresiasi Balikpapan Lakukan Kolaborasi. Menghela Samarinda Uji Petik 2022

November 20, 2021
Rahmad-Istri Ziarah Ingin Meraih Berkah. Ke Makam Imam Lapeo, Sayyid Maulana Mahdar Al-Qadrie. Perjalanan Penuh Spiritual dan Sedekah

Rahmad-Istri Ziarah Ingin Meraih Berkah. Ke Makam Imam Lapeo, Sayyid Maulana Mahdar Al-Qadrie. Perjalanan Penuh Spiritual dan Sedekah

September 24, 2020
Kekerasan Seksual Bawah Umur, Laporkan. AKBP Mustofa: Hindari KDRT, Istri Jangan Cerewet

Kekerasan Seksual Bawah Umur, Laporkan. AKBP Mustofa: Hindari KDRT, Istri Jangan Cerewet

June 11, 2024
Tiga Orang Dinyatakan Positif Covid-19 dan 1 Pasien Sudah Sembuh

Tiga Orang Dinyatakan Positif Covid-19 dan 1 Pasien Sudah Sembuh

July 23, 2020
Masuk Hotel, Rehat di Kursi Pijat

Masuk Hotel, Rehat di Kursi Pijat

October 20, 2025
Ratusan Anak Panti Disantuni PTMB. Walikota: Layani Pelanggan di Ramadan Maksimal

Ratusan Anak Panti Disantuni PTMB. Walikota: Layani Pelanggan di Ramadan Maksimal

March 10, 2025
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines