TINTAKALTIM.COM-Di persimpangan lampu merah (traffic light) kawasan Balikpapan Baru, ada spanduk berbunyi: Salam Ngapak, Ora Ngapak Ora Kepenak. Sekelompok warga sedang beraktivitas. Mereka bagi-bagi masker. Tentu, dari spanduknya dapat dipastikan itu dialek Banyumasan atau tepatnya Cilacap.
Itulah jajaran pengurus dan anggota Paguyuban Wijaya Kusuma Cilacap Balikpapan. Wadah ini dibentuk 25 Januari 2020 oleh keluarga besar warga Cilacap yang merantau di Kota Balikpapan.
“Ya di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Wujud kontribusinya, kita harus mengikuti apa yang dilakukan di daerah perantauan sebagai persaudaraan orang rantau. Karena penyebaran covid-19 masih tinggi, makanya kita sepakat bagi-bagi masker,” kata Sumarsono atau populer disapa Woro, salah seorang pengurus paguyuban kepada media ini.
Pembagian masker juga atas dukungan ketua paguyuban Aziz Maryono. Yang berharap momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 paguyuban, dapat diisi dengan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Penggunaan masker bagian dari mencegah penyebaran covid-19. Walaupun kita di perantauan, tapi harus menunjukkan rasa kebersamaan. Bahu-membahu. Apalagi Kota Balikpapan warganya sangat hetrogen dan mengedepankan nilai-nilai persaudaraan,” kata Aziz Maryono.
Menurut Aziz, paguyubannya yang baru ‘seumur jagung’ tetapi diharapkan bisa memberikan kontribusi. Ibaratnya di tahap awal menggunakan konsep 3K (kecil, kecil, konkret), daripada bicara besar tapi tak ada aktivitas. Masker sangat berguna untuk warga.
“Kepriben inyong (bagaimana saya), harus berbuat untuk Balikpapan. Kita cari penghidupan di kota yang mengusung semboyan bersih, indah, aman dan nyaman (beriman) ini,” ujar Aziz dengan dialek ngapaknya.
Aziz Maryono, perantau asal Desa Mernek Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap ini, juga mengimbau warga perantauan asal Cilacap untuk tetap taat, patuh terhadap kebijakan yang ada di Balikpapan khususnya dalam mengikuti protokol kesehatan (prokes).
Rasa kepedulian harus terus diasah baik oleh pengurus maupun anggota. Dan buat masyarakat, semoga yang dilakukan Paguyuban Wijaya Kusuma Cilacap dapat bermanfaat.

“Ke depan paguyuban harus berusaha inovatif dan kreatif untuk kepentingan Balikpapan. Berbuatlah dalam berbagai bidang. Bisa budaya, kesenian, olahraga, ekonomi yang patut dikembangkan untuk kepentingan bersama,” pinta Aziz.
Selain itu, Paguyuban Wijaya Kusama Cilacap, juga harus berpikir secara internal untuk pengurus dan anggotanya. Berjuang bersama-sama di ‘tanah rantau’ dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, persatuan dan kesatuan.
“Ayo bersinergi bagaimana warga Cilacap di Balikpapan sukses. Bahasa saya ya sejahtera bersama. Pokoknya kegiatan yang positif-positif ditampilkan. Jangan sampai warga Cilacap di tanah rantau berbuat yang aneh-aneh. Apalagi menodai paguyubannya,” pinta Aziz yang menambahkan, paguyubannya ke depan akan berbuat lebih maksimal lagi.
IMBAU TAAT PROKES
Sementara itu, jajaran pengurus dan anggota paguyuban saling membagi-bagikan masker ke warga. Dalam spanduk itu juga tertulis peduli covid-19. Bahkan, ada imbauan agar taat protokol kesehatan (prokes)
Seperti misalnya, tulisan Maskerku Melindungimu dan Maskermu Melindungiku dan ada pula pesan moral ayo hidup sehat, pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Mereka turun di lampu merah. Dipimpin ketuanyadan bergerak membagi-bagikan masker saat lampu dalam kondisi merah. Seragamnya juga menarik perhatian. Pakai udeng dan baju hijau menyala dibalut dengan sarung. Tetap memperhatikan prokes dengan memakai masker.
“Masker itu penting. Karena, penyebaran covid-19 juga dari mulut. Sehingga, memakai masker harus terus digelorakan. Termasuk kegiatan mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak,” pungkas Aziz Maryono. (tig)













