TINTAKALTIM.COM-Kampanye penurunan Non Revenue Water (NRW) atau angka kehilangan air di Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) kini dilakukan. Semua divisi harus terlibat sehingga tidak ada ego-sektoral dalam pekerjaannya. Sebab, NRW adalah ‘jantung’ perusahaan
Direktur Operasional PTMB Ali Rahman menegaskan, NRW penurunannya harus cermat dan sinergi divisi harus terlihat di lapangan. Sebab, turunnya NRW bukan tugas satu divisi saja, misalnya produksi atau distribusi
“Saya mengatakan itu, karena ada NRW fisik dan non-fisik. Inilah harus dianalisa bersama. Sehingga, ketika NRW turun maka itu tugas superteam PTMB,” kata Ali Rahman
Ali Rahman menyebutkan, posisi sebelumnya NRW PTMB berkisar 30 persen. Sekarang, harus turun di posisi 28,48 persen. Tentu, tidak mudah dan harus dilakukan bersama-sama
Menurut Ali, penurunan NRW atau air tak berekening pada PDAM mencakup kombinasi perbaikan infrastruktur fisik dan manajemen komersial seperti pembentukan District Meter Area (DMA), deteksi kebocoran proaktif, penggantian pipa tua, digitalisasi meter pelanggan serta penerapan Pressure Reducing Valve (PRV) untuk mengatur tekanan air

“Nah itu kan tugas-tugas sejumlah divisi. Sehingga, harus kerja bersama tadi. Misalnya, percepatan perbaikan pipa bocor ada waktu maksimalnya, sehingga air yang terbuang bisa diestimasi,” kata Ali
Selain itu, penanganan kehilangan air komersial (non-fisik) bisa dilakukan lewat digitalisasi meter pelanggan. Ini yang perlu dipersiapkan karena perlu waktu.
Termasuk kata Ali, perbaikan data pelanggan seperti melakukan validasi dan pembaruan data pelanggan serta lokasi pipa agar sesuai dengan Geographic Information System (GIS)
“Juga terkait penertiban sambungan liar atau ilegal. Nah, inilah kerja-kerja kita nanti ke depan sehingga target penurunan NRW yang sudah dicanangkan dapat berhasil,” kata Ali. (gt)













