TINTAKALTIM.COM-Wakil ketua bidang idarah (pengelolaan masjid) Mustaqim Lc SAg MM menegaskan, transformasi (perubahan) Balikpapan Islamic Centre (BIC) perlu ditangani tangan ikhlas warga. Ada sentuhan ikhtiar maksimal untuk melakukan kebaikan yang disempurnakan dengan tawakal
“Pengelolaan masjid modern itu harus lewat transformasi, bagaimana pelibatan masyarakat. Sehingga, Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) bisa melakukan tata kelola masjid yang transparan dan terstruktur,” kata Mustaqim yang membuka dialog dengan ketua-ketua RT di Kelurahan Gunung Bahagia lewat mengeluarkan gagasan (brand storming) dibumbui tausyiah kaitan berlomba-lomba melakukan kebaikan (fastabiqul khairat) memakmurkan masjid dari berbagai bidang

Acara yang digagas Badan Pengelola Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC) itu, sejatinya mengundang 59 ketua RT di sekitar masjid yang masuk Kelurahan Gunung Bahagia, dihadiri Ketua Harian BIC Andi Yusri, Kabag Kesra Arif Fadillah, Lurah Gunung Bahagia Linda Anggreani dengan mengusung tema Harmoni Memakmurkan Masjid, Mewujudkan Balikpapan Madinatul Iman digelar di Aula BIC, Minggu (18/1/2026)
“Kami ingin masukan dari bapak-ibu sekalian. Sehingga mengundang untuk dialog. Karena, pengembangan masjid perlu dukungan ketua-ketua RT. Kita undang banyak, tak masalah yang datang belum maksimal,” kata Sekretaris DKM BIC Bambang Saputra yang memimpin acara itu

Menurut Mustaqim, kehadiran ketua RT untuk menyampaikan berbagai hal kaitan kebaikan masjid yang orientasinya pada kemakmuran, itu adalah kebaikan yang akan dibalas kebaikan pula. Dan, gerakan hati itu tidak mudah. Salahsatunya datang ke masjid memenuhi undangan DKM BIC untuk sharing kaitan kemajuan dan lainnya
Lewat keyakinan kepada Allah untuk memikirkan kebaikan itulah kata Mustaqim, akan muncul kebaikan lainnya dari Allah sehingga pasti hal baik terealisasi “Hal jaza ul ihsani illal ihsan, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula,” kata Mustaqim mengutip ayat 60 Surah Ar-Rahman

Dikatakan Mustaqim, ketua RT adalah garda terdepan untuk bersama-sama mengubah peradaban masyarakat. Jika niat baik untuk memakmurkan dan mengembangkan masjid dari berbagai sektor sudah ada, mudah bagi Allah untuk mewujudkan
“Sudahlah bapak dan ibu sekalian. Allah tidak akan menyia-nyiakan amal baik manusia, tetapi akan membalasnya dengan kebaikan yang setimpal atau bahkan lebih besar. Jadi, ayo kita sinergi, kolaborasi, koordinasi dan komunikasi mengembangkan Masjid BIC ini,” ajak Mustaqim yang juga Penanggungjawab Sekolah Peradaban Islam Bani Mas’ud ini

Mustaqim menegaskan, mengumpulkan orang-orang dengan niat baik dan persepsi kebaikan bersama tak bisa dipaksa. Itu gerakan Allah dan kekuasan-Nya. Sehingga, ‘pintu kebaikan’ itu selalu dibukakan Allah, tinggal manusia saja memanfaatkannya
“Kita dikumpulkan di Masjid BIC ini karena Allah. Dan, jika landasannya untuk melakukan perubahan, maka harmoni dan persaudaraan itu akan muncul karena tujuan akhirnya sama,” urai Mustaqim

Secara berulang, Mustaqim mengingatkan pentingnya manusia di dunia melakan perlombaan untuk kebaikan (fastabiqul khairat).
“Walikullin wijhatun huwa muwaliliha fastabiqul khairat. Aynama takuni ya’ti bikumullahu jamia, bahwa setiap umat itu punya kiblat. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah mengumpulkan kamu semuanya,” kata Mustaqim menjelaskan Surah Al-Baqarah ayat 148

Mengubah peradaban masjid dan pemberdayaannya kata Mustaqim, tidak dapat diam. Proses pelibatan ketua RT diupayakan jadi titik awal BIC dikembangkan lebih profesional. “Jika perlu ada agenda besar, kepanitiannya diisi oleh ketua-ketua RT. Inilah konsep superteam memajukan masjid dan memakmurkannya,” jelas Mustaqim
Dan kata Mustaqim, transformasi kebaikan itu harus diwujudkan dengan jalan melakukan dan mengubah oleh dewan pengelola didukung para RT dan warga sekitar. “Innallaha laa yughoyyiru maa biqoumin hattaa yughoyyiruu maa bi anfusihim, sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Makanya, kita berkumpul untuk mengubah masjid jadi pusat ekonomi dan kesejahteraan,” pungkas Mustaqim. (gt)













