TINTAKALTIM.COM-Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim Ajid Kurniawan S Hut MT menegaskan, media di bawah institusi yang dinakhodainya berbeda dengan media lain. Yakni, memegang teguh akurasi, keberimbangan dan profesional

“Ada tanggung jawab besar yang harus saya pikul. Saya terpilih bukan kebanggaan personal saja. Sebab, industri pers tidak berdiri pada posisi yang kokoh. Kita sedang bergetar tapi ini chalange (tantangan),” kata Ajid dalam sambutannya usai dikukuhkan bersama jajaran pengurus SPS Kaltim periode 2025-2029 di Ballroom Hotel Tjokro Balikpapan, Rabu (20/6/2026)

Pengukuhan SPS Kaltim itu dirangkai dialog dengan tema Media Berkelanjutan: Membangun Eksositem Pers yang Profesional dan Independen di Kaltim dihadiri Ketua SPS Pusat Januar P Ruswita dan dibuka Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud diwakili Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi Siti Faisyah

Dalam sesi dialog menghadirkan juga narasumber Menteri Keuangan Purbaya diwakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltim Tjahjo Purnomo, Ketua Komisi Pengaduan dan Pencegahan Etika Pers Muhammad Jazuli, Wakil Ketua SPS Pusat Suhendro (virtual), Ketua Harian Kompolnas Arif Witjaksono, Staf Khusus Kepala OIKN Troy Pantaw, Kapolda Kaltim diwakili Kabid Humas Kombes Pol Yulianto

Menurut Ajid yang dalam kepengurusan didampingi Sumarsono (sekretaris) dan Supriyono (bendahara), tantangan pers profesional itu adalah, pelaku media bisa beradaptasi dengan era digital yang cepat. Sehingga, tak ada cara lain harus meningkatkan kapasitas skill jurnalis

“Era sekarang ini hal yang sangat substansial adalah kaitan azas keseimbangan (cover both side) dan pertanggungjawaban atau hak jawab. Ini yang hilang sudah di masyarakat,” jelasnya

Kebenaran kata Ajid, sudah terkoyak karena informasi yang tidak benar (disinformasi) dan mengaburkan batas antara fakta dan opini yang pada gilirannya merusak kepercayaan publik

“Gelombang disinformasi itu seperti tsunami, ini bukan melawan zaman tapi menjawab tantangan zaman. Dan kita harus mendeclare (mendeklarasikan) bahwa anggota SPS Kaltim memegang teguh, akurasi, keberimbangan dan bertanggungjawab yang sudah hilang di masyarakat itu,” tegas Ajid Kurniawan yang juga Dirut Balikpapan Pos (Balpos) ini

Diyakini Ajid, jika anggota SPS Kaltim memiliki skill dan kompetensi yang profesional, maka tidak kalah dengan digital. Dan ini menjadi alat untuk memberi pemahaman stakeholders bahwa inilah pembeda industri pers profesional dengan media sosial maupun media tanpa rumah (homeless) media.

Karena itu semua kata Ajid, tanggung jawab SPS besar karena anggotanya harus terverifikasi Dewan Pers. Dan itu bukan syarat ringan contohnya apakah perusahaan sudah membayar Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan, sudah membayar gaji sesuai dengan UMK, perusahaan merekrut SDM sudah melalui pelatihan dan seterusnya

“SPS Kaltim harus terus melakukan campaign media profesional secara masif dan harus inklusif atau menerima keberagaman media di era yang tidak baik-baik saja sekarang ini dalam bisnis media,” kata Ajid

Inklusivitas itu katanya, SPS Kaltim mengakomodir media cetak (print), digital dan penyiaran. Memang anggotanya baru terdaftar 28 media.
“Kalau mau closing di tahun 2026 dengan 100 media sangat bisa. Tapi, saya dan teman-teman melakukan filter agar semua terverifikasi perusahannya oleh Dewan Pers tadi,” tegasnya

Selain itu kata Ajid, masalah media ini sama. Sehingga, asosiasi pers lainnya AMSI, SMSI dan lainnya tidak harus saling melemahkan tetapi berkolaborasi untuk menghadapi problema yang sama
Ajid juga menjelaskan bahwa Kota Balikpapan akan menjadi tuan rumah HUT ke-80 SPS Oktober 2026 yang dihadiri anggota SPS se-Indonesia karena ada unique selling point (USP) atau nilai jual yang seperti Kaltim memiliki Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tidak dimiliki daerah lain dan Kilang Balikpapan milik Pertamina dengan produksi terbesar di Asia Tenggara

Sementara itu, Yanuar P Ruswita menegaskan, untuk HUT ke-80 SPS di Balikpapan agar bisa di-support pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen dan kolaborasi dengan insan pers khususnya SPS Kaltim
Di bagian lain, Yanuar menegaskan berita bohong (hoaks) sekarang banyak beredar di platform media lainnya. Musuh media mainstream atau arus utama adalah produk Artificial Intelligence (AI) yang disebarkan di medsos dan disalahgunakan. Dan ini harus dihindari anggota SPS Kaltim

“Kami bersyukur pers di Kaltim mendapat dukungan pemerintah daerah, lembaga dan instansi BUMD, BUMN, swasta dan lainnya sebab dukungan itu penting untuk menuju pers yang baik dan profesional.
Acara pengukuhan SPS Kaltim itu sukses berkat dukungan sponsor yakni Bank Kaltimtara, Apical, Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Platinum Group, Kideco, Pertamina Patra Niaga, PT Pupuk Kaltim (PKT), dan lainnya. (gt)












