TINTAKALTIM.COM-Warga nahdliyin atau Nahdlatul Ulama (NU) Kota Balikpapan diimbau selama Ramadan untuk mengisi amaliyah seperti salat tarawih, tadarus Alquran dan berbuat baik. Sebab, Ramadan momentum terbaik, karena pahala kebaikan dilipatgandakan. Juga, mereka yang berkecukupan harta tidak kikir alias pelit

“Puasa kan memang bukan menahan lapar dan haus saja, tetapi warga NU juga harus menahan hati dan lisan dari hal yang sia-sia agar puasanya bermakna,” kata Ketua Tanfidzyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Balikpapan KH Muslih Umar SPdI menyampaikan pesan kepada warga NU dalam menyambut Ramadan 2026 saat ditemui di acara aqiqah cucu Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME di rumah jabatan, Minggu (15/2/22026)
Awal Ramadan 2026 kata Muslih, masih menunggu sidang isbat oleh Menteri Agama RI. Dan, metode yang digunakan NU adalah melihat bulan (rukyatul hilal) yang caranya melihat bulan sabit muda saat terbenam matahari.

“NU dan pemerintah (umara) menggunakan kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (Mabims) yaitu hilal dianggap bisa dilihat jika ketinggian minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam. Jadi, sidang isbat baru Selasa (17/2/2026) dan warga NU pasti ikut keputusan pemerintah,” jelas Muslih Umar
NU kata Muslih, tak akan pernah melepaskan kolaborasi dengan pemerintah. Bahkan, sidang isbat itu juga memadukan rukyatul hilal dan hisab. “Ini soal keyakinan, sehingga patokan rukyatul hilal menjadi penting bagi warga NU,” jelas Muslih
MASJID
Dikatakan Muslih, Ramadan merupakan momentum emas untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan kedermawanan. Sehingga, warga NU harus melakukannya

“Saya katakan tidak pelit itu, karena ini mengambil hadist di mana Rasulullah saat Ramadan semakin menjadi-jadi sedekahnya. Kedermawanan itu harus ditingkatkan. Apalagi, sedekah bagi warga NU itu sudah menjadi kebiasaan,” urai Muslih Umar yang juga Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan ini.
Selain itu, Muslih meminta warga NU untuk menjaga persaudaraan atau ukhuwah bagi sesama muslim (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathaniyah) dan persaudaraan sesama manusia (ukhuwah basyariyah)
“Jaga keamanan Kota Balikpapan dan jangan warga NU menodai persaudaraan dan keamanan kota. Sehingga, Ramadan harus diisi dengan hal-hal baik,” ungkapnya

Muslih meminta, agar pemilik warung, kedai, restoran untuk tidak demonstratif berjualan khususnya di siang hari. “Apalagi yang dekat masjid. Mari kita saling menghormati orang yang berpuasa. Kalau di mal kan biasanya menggunakan hijab (penutup). Semestinya juga semua warung demikian,” kata Muslih
Muslih di akhir pernyataannya menegaskan, warga NU harus ikut menjaga kondusifitas Kota Balikpapan dan merajut persaudaraan dengan sesama. “Marhaban ya Ramadan. Semoga puasa tahun ini lebih baik dari sebelumnya,” kata Muslih Umar. (gt)












