TINTAKALTIM.COM-Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Kaltim Yudha Pranoto SE menegaskan, pola pikir atau mindset masyarakat Kaltim harus diubah. Sejalan dengan ditetapkannya Kaltim menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Sehingga, penggunaan transportasi massal perkotaan harus prioritas.
“Penduduk Kaltim nanti bertambah. Apalagi Kota Balikpapan. BTS ini antisipasi masa depan, sehingga harus diperjuangkan termasuk di Samarinda,” kata Yudha saat memberi sambutan di acara Forum Lalu-Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) di Ballroom Hotel Bluesky, Selasa (6/06/2023)

Forum LLAJ itu bertemakan Pengembangan Angkutan Umum Massal Perkotaan dengan Skema Layanan Buy The Service (BTS) dalam Mendukung Transportasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Kota Lain di Kaltim dibuka dan ditutup Kadishub Kaltim menghadirkan narasumber utama Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Perhubungan Darat Kemenhub Amirullah S SiT M Mtr.
Acara yang diikuti ratusan peserta itu, juga menghadirkan narasumber Dirlantas Polda Kaltim yang diwakili Kasubdit Gakkum AKBP Budi Setiawan, Kadishub Balikpapan Adward Eskanda Putra (Edo) dan Badan Otorita IKN Deputy Pengendalian Pembangunan Ronny Pantow juga dihadiri Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim DR Muiz Thohir ST MT, PUPR, BBPJN, Bappeda Kaltim, Kadishub se-Kaltim, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kaltim, Aptrindo, ALFI, akademisi dan undangan lainnya.

Di internal Dishub Kaltim hadir pula Serketaris Yuki Subekti ATD MT, Kepala Bidang LLAJ Endang Suherlan S SiT MSi, Koordinator Lalin Arry Nugroho Santoso SE MSi, Sub Kordinator Sapras Mohammad Rayani S SiT, Sub Koordinator TSDP Muhammad Agus Rakhman SE MSi dan lainnya.
Menurut Yudha, pihaknya berterimakasih kepada Sesditjen karena mampu meluangkan waktu hadir di acara Forum LLAJ. “Kesibukan Pak Sesditjen luar biasa. Harus keliling Indonesia. Tapi, hari ini bisa hadir jadi narsum kaitan BTS. Kita sangat memberi apresiasi,” kata Yudha Pranoto disambut applaus hadirin.
Pelayanan transportasi darat di Kaltim kata Yudha, belum maksimal karena load factor sangat rendah. Apalagi ada alternatif angkutan berbasis online dan masih adanya pelanggaran Over Dimension Over Loading (ODOL) untuk angkutan barang.
“Kehadiran Sesditjen Hubdat Kemenhub, kita ingin bagaimana mendapat referensi dan mengetahui terkait skema layanan BTS, prosedur mendapatkan, penentuan ongkos angkut apakah seluruhnya subsidi atau gratis atau bagaimana,” kata Yudha yang mantan Dandim ini.

Dikatakan Yudha, pemerintah daerah sangat berharap dukungan pusat terkait kewenangan yang berkeadilan karena lebih didominasi pusat. Daerah memerlukan dukungan anggaran yang proporsional dari sisi sumbangan devisi negara, sehingga terlaksana pemerataan pembangunan, ekonomi dan dapat dirasakan masyarakat Kaltim.
“Gubernur itu kan wakil pemerintah pusat di daerah, harusnya mendapat hak laporan pembangunan atau hal lain yang perlu dikembangkan di Kaltim,” kata Yudha.
BANJARMASIN BISA
Disebutkan Yudha, untuk melihat implementasi program BTS yang didukung Ditjen Hubdat Kemenhub dan saat ini sudah di 10 kota ditambah Bogor, Dishub Kaltim melakukan tolok ukur (benchmark) ke Denpasar Bali pada Rabu (7/06/2023) untuk mengetahui pelaksanaan layanan transportasi perkotaan dengan skema BTS.
“Kan sudah ada 10 kota seperti Surabaya, Jogja, Banyumas, Bandung, Bali, Medan, Palembang. Nah, Kalimantan baru Banjarmasin. Harusnya, Kaltim juga bisa BTS, khususnya yang dekat daerah penyangga IKN yakni Samarinda dan Balikpapan,” ungkap Yudha Pranoto.

Sementara Endang dalam laporannya menyebutkan, skema transportasi BTS dijadikan tema karena Provinsi Kaltim sudah menjadi IKN. Sehingga, diperlukan masukan dari Kemenhub dan multi-stakeholders lainnya. Karena, kajian itu diperlukan untuk merealisasikan skema transportasi BTS di Kaltim.
“Kami berterimakasih. Undangan yang hadir pun sangat banyak. Ini menunjukkan, kita semua peduli akan baiknya transportasi di Provinsi Kaltim,” ujar Endang.
Di bagian akhir, Kadishub Kaltim Yudha Pranoto menutup kegiatan sekaligus closing statement. Sekaligus memberikan doorprize kepada 5 orang yang menyampaikan pertanyaan di acara itu.
“Ayo kita semua mengubah mindset atau pola pikir kita lebih maju untuk menjadikan Provinsi Kaltim dan seluruh dishub untuk bekerja maksimal, melayani masyarakat dan impelementasikan transportasi di daerah masing-masing berjalan baik dan nyaman,” pungkas Yudha Pranoto. (gt)













