TINTAKALTIM.COM-Dahsyat! Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tahun 2025 menyembelih sekitar 352 hewan kurban terdiri dari sapi dan kambing dengan total dana yang terkumpul dari jamaah sekitar Rp6 miliar lebih.

“Alhamdulillah, setiap tahun meningkat 9 persen. Ini karena ada spirit dari hati dan banyaknya kajian hadist menekankan kewajiban bagi yang mampu mendorong untuk berkurban,” kata Ketua LDII Balikpapan H Herry Fatamsyah saat ditemui di sela-sela penyembelihan hewan kurban di Pesantren Bairuha Jumat (6/6/2025).

Penyembelihan hewan kurban didukung penjagal Wakil Ketua LDII Balikpapan Laode Benny yang menyembelih memperhatikan aspek sunah menjaga kebersihan, kesehatan hewan dan memperhatikan lingkungan

Antusiasme tinggi dipertontonkan jamaah LDII yang kolaborasi dengan warga di sekitar pesantren yakni RT 38, 39 Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU). Ada integrasi ibadah spiritual dan sosial.

Di Balikpapan saja, pemotongan dilakukan di 29 titik tersebar. Semangatnya sama, terlihat kesalehan sosial dan keikhlasan tinggi berkerja bahu-membahu. Dari level bawah sampai atasan sinergi, kolaborasi, koordinasi dan komunikasi.

“Daging-daging itu dibagi di warga sekitar dan kepada dhuafa di Balikpapan. Itulah ketaatan dan keikhlasan jamaah dan warga LDII yang diwujudkan sebagai simbol pengorbanan dalam Islam,” jelas Benny Laode

Dari pantauan media ini, proses penyembelihan di Ponpes Bairuha LDII Balikpapan dilakukan modern dengan menggunakan alat gantungan sapi hidrolik, ada meat slicer atau alat pemotong daging dan lainnya.

Gotong-royong ala warga LDII ini menunjukkan komitmen karakter atas jiwa yang ikhlas. Di sudut-sudut mereka bekerja dengan kapasitas masing-masing. Ada yang menguliti, memotong daging sampai melakukan packaging daging baik untuk shohibul qurban maupun warga.

Pekerjaan pun dilakukan tak manual, warga yang jadi pekerja terlihat ringan bekerja karena alat gantung modern itu selevel dengan tubuh sehingga daging mudah disiangi. Ada 6 gantungan sapi hidrolik yang membuat pekerjaan jadi mudah dan efektif.
“Kita sudah melakukan ini bertahun-tahun. Jadi konsep kerjanya terus diperbaiki. Yang mudah, yang modern dan yang Ikhlas dalam bekerjanya,” kata Herry Fathamsyah.

Menurut Herry, daging-daging itu tanpa kupon. Dibagi begitu saja karena tujuannya adalah berbagi kebahagiaan. Bahkan, LDII turun ke jalan-jalan. “Kita temui ojek online (ojol), penyapu jalan dan lainnya yang memerlukan,” jelas Herry
Terlihat, jamaah LDII berbaur. Tak pandang bulu sebagai ‘atasan’ saja ikut lesehan. Ia adalah Ustaz Dani. “Kita jalankan amanah saja. Karena, inilah iman dan dimensi sosial-kemasyarakatan dari LDII,” ujar Ustaz Dani yang bersilaturahmi dengan media ini.

Dani menyebut, semangat berbagi memang ‘ditularkan’ di lingkup warga LDII. Kalau berkurban bukan hanya sekadar mampu tetapi kebersamaan, misi sosial dan jadi warga LDII yang inklusif.
“Secara total se-Kaltim karena ada 9 DPD, tahun 2025 sekitar Rp20 miliar untuk kurban dari warga LDII. Ini menjadikan potensi ekonomi kurban. Dan menunjukkan denyut ekonomi di masyarakat,” kata Herry Fatamsyah. (gt)













