TINTAKALTIM.COM-Libur lebaran dimanfaatkan Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud dan istri serta Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud dan istri, melepas penat setelah selama 5 hari menggelar open house Idul Fitri 2025. Kemasan acara dibuat di Galangan Kapal PT Cindara Pratama Lines (CPL) kawasan Kariangau, Sabtu (5/4)

Konsepnya, terbatas keluarga dan teman dekat. Tetapi, dirancang eksklusif dan nyaman. Disiapkan fasilitas glamping alias glamour & camping, singing (bernyanyi) dan ada sajian bebek peking yang lezat.

Walikota H Rahmad Mas’ud sengaja membuat acara terbatas ini, untuk silaturahmi dengan keluarganya. Juga sahabat terdekat di kawasan yang didesain dengan konsep ‘wisata outdoor’ . Karena, pemandangannya indah, ada lapangan golf, ada pacuan kuda dan lainnya.
Terlebih, sang istri tercinta Hj Nurlena Rahmad pun mengajak kalangan wanita dari unsur keluarga serta kerabat untuk berbaur dan menikmati suasana Idul Fitri 2025 itu. Sembari dihibur group musik ‘Dua Lengket’.

“Ini sebenarnya acara privacy saja. Terbatas, tetapi bagi saya penting untuk bertemu keluarga. Mungkin ada yang tak sempat open house. Jujur, ini melepas penat setelah menerima ribuan tamu open house di Dome dan rumah jabatan (rujab) selama beberapa hari,” kata Walikota dalam sambutannya.
Ia mengingatkan, pentingnya merajut persaudaraan (ukhuwah). Karena, zaman sudah berubah sejalan era sosial media menggelora. Banyak fitnah yang bertebaran dan harus dapat difilter dengan baik.
“Karena suasana Idul Fitri, hati harus suci. Apalagi selepas puasa Ramadan. Jadi, biarkan hati yang kotor dimaafkan saja,” ujar Walikota.

Walikota saat itu merangkap membaca doa demi keselamatan dan ampunan Allah serta lindungan-Nya. Bukan itu saja, sebelum acara dimulai, dirinya juga menjadi imam salat berjamaah bersama kerabatnya Magrib dan Isya di salah satu cottage.
Di lokasi itu ada sejumlah cottage. Sengaja dibangun dengan ciri khas Cottage Nusantara. Karena, desainnya menunjukkan geliat etnis seperti Palembang dan daerah lainnya. Rencana nanti dibangun 10 cottage.
BEAN BAG
Suasana silaturahmi itu, dirancang semacam ‘pesta kebun’ (garden party). Di bagian space luar dipasang sofa warna-warni dan bentuknya beragam atau biasa disebut bean bag.

Bean bag itu lebih fleksibel dan tak ada rangkanya seperti kursi sofa. Ia biasa dimanfaatkan untuk dekorasi. Diisi dengan styrofoam dengan ukuran besar dan kecil serta nyaman diduduki karena isinya empuk.

“Nikmat acara ini, karena sambil menghirup udara segar dan duduk di bean bag yang empuk,” kata Dirut Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Dr Yudhi Saharuddin yang ikut menikmati acara silaturahmi itu.

Aktivitas terbatas itu, juga dihadiri ‘Komunitas NATO’ yang selama ini menjadi think-thank walikota di luar Aparatur Sipil Negara (ASN). Ini komunitas yang jika kumpul membuat heboh dan lelucon sehingga menyandang predikat NATO yang akronimnya No Action Tindro Only.
Mereka terlihat ada Yudhi Saharuddin, Ajudan (ADC) Aan, Achmad Kamaluddin, Michael, Syarifuddin, Andy Welly dan penulis. Anggota lain Junaidi Latif, Rosman Abdullah, Mustaqim tak tampak yang kabarnya mudik.
GUBERNUR
Tepat pukul 21.00 Wita, rombongan Gubernur Kaltim H Rudy Mas’ud yang juga adik Walikota tiba di lokasi. Ia bersama istri tercinta Hj Sarifah Suraidah yang juga anggota DPR-RI serta anak-anaknya.

Pemandangan menarik terlihat. Ini biasa dijadikan joke oleh sejumlah warga. “Kalau di Kaltim, gubernurnya mencium tangan walikota dan tak terjadi di daerah lain,” kelakar Syarifuddin dan Andi Welly.
Cium tangan itu bagian dari adab atau kesantunan ‘Bani Mas’ud’ atau keluarga Mas’ud. Dan itulah yang dipertontonkan walikota dengan Ketua DPRD Kaltim H Hasanuddin Mas’ud jika bertemu.

“Ajaran orangtua harus selalu menjaga adab. Termasuk dengan keluarga kandung sendiri. Jadi mencium tangan itu biasa antara kakak-adik,” ujar Walikota di suatu kesempatan.
Rudy-istri silaturahmi dengan Rahmad dan istri serta adiknya Yuli di ruang cottag sebelum ia berbaur dengan undangan yang hadir. Selanjutnya, ia bernyanyi yang melantunkan lagu daerah bahasa Mandar

“Lagunya bercerita kerinduan. Sebenarnya penyanyinya wanita. Karena, bercerita ada kapal yang datang ditunggu ternyata di kapal itu taka da suaminya. Tapi, ini dinyanyikan Pak Gubernur. Sedih memang lagunya,” cerita Hajar Nuhung, keluarga gubernur yang mengartikan bahasa Mandar itu yang juga Direktur PT Galangan CPL

Hanya sebelumnya, walikota melantukankan lagu milik Mansyur S, Khana. “Lena…oh Lena, Engkaulah gadis pujaan,” kata walikota, mengganti syair Khana jadi Lena sang istri tercinta sambil menunjukkan aksi romantisnya di stage.
Di bagian akhir, Gubernur Rudy Mas’ud meminta sang istri tercinta untuk bernyanyi. “Ayolah Bunda, sini bernyanyi,” undang gubernur terhadap istrinya yang masih ada di cottage.

Syarifah Juraidah akhirnya bernyanyi. Lagu yang dilantunkannya dari vokalis Ifan Seventeen berjudul Sumpah Aku Mencintaimu.
“Jujur cinta saya untuk Bunda bukan lagi 100 persen tapi 300 persen,” kata Gubernur kepada istri tercinta disambut applaus undangan yang hadir.

Suasana malam itu penuh kekeluargaan. Walikota sengaja menyajikan menu makanan yang lezat-lezat. Selain bebek peking, ada juga barbeque (BBQ) dari catering Balikpapan Super Block (BSB). Termasuk juga suguhan dari Hotel Platinum Balikpapan serta jagung bakar dan beragam juice.

Acara makin riuh, karena kebiasaan walikota dan istri Hj Nurlena memberikan sedekah yang tentu ditunggu-tunggu seluruh undangan yang hadir. Salam silaturahmi, maaf lahir batin. (gt)













