TINTAKALTIM.COM-Masjid Balikpapan Islamic Centre (BIC), Idul Adha 1442 H tahun ini menggelar salat ied. Hanya, seluruh jamaah yang masuk diperketat dengan pemeriksaan oleh petugas. Ada 10 titik pemeriksaan suhu ditempatkan yang jadi pintu masuk jamaah.
“Untuk jamaah yang sakit atau suhunya tinggi, ditolak masuk masjid. Wajib memakai masker dan bawa sajadah,” kata Ketua Umum Panitia Idul Kurban Masjid Islamic Centre, Drs H Syaiful Bahri di sela memimpin rapat panitia kurban dan salat Idul Adha di ruang rapat Islamic Centre, Sabtu (3/07/2021).
Rapat dibuka sekretaris I panitia, H Sogianto SE yang dihadiri jajaran pengurus seperti Novrianda (bendahara), sejumlah koordinator, Kepala Sekretariat H Damuri SH, HM Saleh SAg, H Bambang Setio Utomo, H Hadi Suwito SPd, Edy Saputra (Dinas PUPR), H Sugito SH dan panitia lainnya.

Dalam salat ied di Islamic Centre kata Syaiful, dijadwalkan Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud SE ME hadir dan memberi sambutan. “Kemungkinan ada rangkaian acara seremonial peresmian pembangunan rumah imam masjid,” tambah Syaiful.
Pelaksanaan salat Idul Adha, panitia akan lebih ketat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). Pengukuran suhu badan dengan menggunakan thermo gun juga ada di masing-masing pintu. Dan, dalam masjid juga jarak antarjamaah 1 meter.
“Jadi di Masjid Islamic Centre shaf jamaah tidak rapat-rapat. Tempat shaf salat sudah tertulis, sehingga memudahkan jamaah. Konsep physical distancing dari dulu. Dan Islamic Centre adalah masjid di Balikpapan yang sangat konsisten terapkan prokes,” kata Syaiful.
SURAT EDARAN
Dalam rapat itu, Koordinator Seksi Ibadah Idul Adha HM Saleh SAg menjelaskan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2021 kaitan petunjuk teknis (juknis) salat ied dan pelaksanaan kurban.

“Sebelumnya nomor 15. Karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, maka yang nomor 16 lebih rinci. Tujuannya memutus mata rantai penyebaran covid-19. Ini untuk melindungi masyarakat,” kata Saleh yang juga pegawai Kemenag Kota Balikpapan ini.
Disebutkan Saleh, Masjid Islamic Centre sudah menerapkan seluruh prokes. Hanya penekanannya pada jamaah khususnya anak-anak dan manula. “Sebaiknya salat di rumah. Apalagi space masjid juga terbatas,” urai Saleh.
Menurut Saleh, pelaksanaan salat ied wajib semua jamaah patuhi prokes. Jangan sampai melanggar SE Menag yang meminta agar panitia patuh terhadap implementasi prokes mencegah covid-19 di lapangan. “Kita tak ingin muncul klaster baru. Intinya, di Islamic Centre sudah disiapkan secara teknis,” kata Saleh.
Sementara itu, Koordinator Publikasi dan Media H Sugito SH memberi saran, agar khatib juga diingatkan untuk tidak sampai berpanjang-panjang dalam berkutbah. “Dalam SE Menag juga diatur, kira-kira 15 menit. Ini harus dipatuhi agar tidak terlalu lama,” kata Sugito.
Ditambahkan Sugito, pelaksanaan salat Idul Adha di Islamic Centre space di dalam sangat mengatur tentang physical distancing. Hanya, dikhawatirkan jamaah membeludak sehingga harus dipersiapkan bagian luar. “Karena, jamaah akan lebih senang datang ke Islamic Centre sebab selain masih patuh prokes juga setiap salat fardhu ada doa qunut nazilah (qunut sesuai anjuran Rasulullah yang dibaca ketika ada wabah termasuk covid-19),” tambah Sugito.
Menanggapi hal itu, Syaiful Bahri mengatakan bahwa secara teknis penegakan SE Menag wajib dilakukan. “Kita punya pengalaman Idul Fitri saat itu. Sehingga, akan lebih mudah mengurainya secara teknis. Hanya, jamaah terus diingatkan agar jangan abai terhadap prokes,” ungkap Syaiful.
Dalam kaitan penggunaan masker, di Islamic Centre pun kata Syaiful sangat ketat. Sehingga, panitia mengimbau agar jamaah menggunakannya dari rumah saat ingin masuk masjid. “Kecuali ditemukan ada yang tak pakai masker, maka kita siapkan masker. Tapi ini yang kelupaan menggunakan masker,” ujarnya.

Ketatnya prokes di Masjid Islamic Centre kata Syaiful sejak wabah covid-19 melanda. Hingga sekarang masih terus memiliki komitmen tinggi. Ada petugas pengukur, wajib menggunakan masker sampai muazin setiap hari mengingatkan 10 hal penting kaitan aturan berada di dalam masjid Islamic Centre berkaitan pencegahan covid-19.

Di sejumlah tempat dipasang pemberitahuan bahwa masuk zona atau area wajib menggunakan masker. Demikian juga, wastafel untuk cuci tangan menggunakan sabun disiapkan. “Kita terus mengedukasi jamaah. Jujur, jika diamati Masjid Islamic Centre sampai saat ini masih terus mematuhi prokes dibanding masjid yang lain dan bahkan ada yang abai,” jelas Syaiful.
Untuk itu, dalam kegiatan salat Idul Adha nanti, wajar jika banyak jamaah datang ke Islamic Centre. Karena, ketatnya prokes itu menjadi alasan utama. “Tentu bagian sekretariat akan terus memantau jika ada pelanggaran prokes. Islamic Centre ini masjid pemerintah, sehingga harus menjadi tolok ukur (benchmark) bagi masjid-masjid lainnya dalam ketatnya menerapkan prokes covid-19,” pungkas Syaiful. (gt)













