TINTAKALTIM.COM-PDAM Balikpapan terus melakukan sistem manajemen terpadu dalam penerapan ISO 9001:2015 , yakni selalu melakukan Survei Kepuasan Pelanggan (SKP). Hasilnya, di tahun 2020 sebanyak 45,40 persen merasa puas. Sedang tahun 2021 akan dijalankan kemudian
Data itu, tingkat kepuasan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Jika tahun 2019 berkisar 40 persen, sehingga ada kenaikan 5 persen.
“Yang tidak puas pun masih 0,50 persen. Relatif kecil. Bahkan yang sangat puas ada 22 persen lebih. Dan survei ini terus mengalami kenaikan,” kata Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung (PDAM Balikpapan) Haidir Effendi menjelaskan hasil SKP perusahaan yang dipimpinnya.
Penilaian lembaga survei ini, sifatnya independen dari Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang sekaligus sebagai konsultan pelaksana survey. Akatirta ini merupakan yayasan pendidikan air minum yang menjadi rujukan bagi PDAM se-Indonesia di bawah pimpinan Awaluddin Setya Aji ST M ENG IPM.
“SKP itu jadi syarat wajib karena jadi tolok ukur apakah pelayanan yang diberikan sudah memenuhi harapan pelanggan atau belum,” kata Haidir yang menambahkan SKP ditangani lembaga yang kredibel karena melihat tingkat akurasinya.
Menurut Haidir, SKP menjadi cambuk bagi PDAM khususnya seluruh pegawai di seluruh divisi. Harus dapat berinovasi dan kreasi sehingga bisnis PDAM menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan pelanggan dengan semangat PDAM yang ramah, cepat serta berkualitas.
Diakui Haidir, memang masih ada kekurangan dalam pelayanan PDAM Kota Balikpapan, tetapi PDAM tetap berkomitmen untuk selalu berupaya memberikan pelayanan prima. Semuanya memang terkait air baku dan topografi wilayah. “Semoga air baku bagi PDAM juga dapat maksimal, sehingga tingkat pencapaian pelayanan bisa mencapai 80 persen,” pungkasnya. (gt)












