TINTAKALTIM.COM-Terjawab sudah, siapa saja yang jadi calon legislatif (caleg) Partai Golkar Balikpapan. Nama-nama itu diumumkan yang mengakomodir 6 daerah pemilihan (dapil). Hanya sifatnya baru Daftar Caleg Sementara (DCS) belum Daftar Caleg Tetap (DCT). Sehingga, evaluasi bisa dilakukan. Dari nama-nama, caleg petahana atau incumbent (sedang menjabat) harus bersaing dengan caleg-caleg muda.

Ketua Tim 9 (penjaringan caleg) Andi Arif Agung SH (A3) yang mengumumkan nama-nama itu. Ia menyebut, tidak mudah mengerucutkan nama-nama dari 200 persen ke 100 persen caleg. Perlu masukan, diskusi dan juga sejumlah pertimbangan.

Tim 9 itu selain Andi adalah H Rahmad Mas’ud SE ME, Abdulloh S Sos, Drs H Ahmad Malollongan, H Mustaqim Lc MM, Drs Arbain Side, Ir Fatman Parakassi, Hj Suharti dan Andi Irfan. Mereka menggodok seluruh bakal calon caleg yang masuk untuk ‘diperas’ memenuhi jumlah yang tidak ‘gemuk’ alias 100 persen menjadi caleg.

Penetapan itu dilakukan Selasa (2/05/2023) yang berita acaranya memuat nama-nama caleg serta berdasarkan keputusan tim 9. Hanya, belum ada nomor urut. “Untuk caleg mau di posisi nomor berapa itu diserahkan sepenuhnya dan menjadi hak prerogatif Ketua DPD Partai Golkar H Rahmad Mas’ud. Dan waktunya 2×24 jam,” kata Andi Arif Agung.
INCUMBENT
Dari daftar nama-nama yang diumumkan pada rapat pleno itu, masih terdapat nama-nama caleg incumbent yang mengisi masing-masing dapil. Saat ini, Partai Golkar Balikpapan menempatkan 11 kursi dan terhimpun dalam fraksi mereka adalah Abdulloh S Sos, Hj Kasmah, Hj Fitriati Syahril, Alwi Alqadrie, Doris Eko, Hj Fadilah, Hj Suwarni, Andi Arif Agung, Nelly T, Edy Alfonso (hasil PAW) alm Jhony NG, Hj Suriyani. Hanya, dalam Pemilu 2024 ini, Hj Fitriati dan pengganti keluarga alm Jhony NG tak maju.

Dari sederetan nama itu, banyak nama baru dan kader muda. Terlihat di sini caleg incumbent dibayang-bayangi geliat kader muda. Mereka terdiri dari tokoh pemuda, wiraswasta, dosen, mantan ASN dan lainnya. Sehingga, harus kompetisi dan kerja keras.

“Partai Golkar itu pengalaman dan selalu leading dalam pileg. Tetapi menarik juga caleg Partai Golkar yang baru-baru, bisa jadi spirit kompetisi incumbent,” kata H Janie, pengusaha yang mengenal kader-kader dari berbagai partai ini.

Caleg incumbent yang maju lagi dari pengumuman Andi Arif yakni Hj Suriyani (dapil Balikpapan Timur), Hj Suwarni (dapil Balikpapan Selatan), Andi Arif Agung, Nelly Turrualo (dapil Balikpapan Tengah), H Alwi Alqadrie (dapil Balikpapan Barat), Hj Kasmah (dapil Balikpapan Utara), Edi Alfonso (Dapil Balikpapan Selatan), Doris Eko (dapil Balikpapan Kota), Hj Fadilah (dapil Balikpapan Kota)

“Wah caleg incumbent ini sudah punya konstituen serta merawat votter atau pemilih dan sangat punya kans atau peluang untuk jadi lagi anggota DPRD. Pola perjuangannya lebih mudah dibanding yang baru. Tapi jangan anggap enteng kader baru,” ujar H Janie.
Dalam proses penetapan nama-nama caleg itu sempat diwarnai interupsi kecil dari kader Golkar Andi Amir Solong. Ia mempertanyakan, mengapa dirinya tidak dihubungi untuk ditawari menjadi caleg, padahal ia termasuk kader senior.

“Saya hanya bertanya, mengapa nggak adil. Tak ingin juga saya maju dan saya sadar diri. Tapi, setidaknya dihargai sebagai kader,” kata Andi Amir yang maju ke depan melakukan interupsi.
Ketua DPD Partai Golkar Kaltim H Rudi Mas’ud yang tampil santun dan elegant, memberikan penjelasan bahwa tidak ada tujuan untuk tak menghargai kader. Semua ada mekanisme. “Ini baru DCS, silakan kalau memang siap mau maju. Partai Golkar akan melihat berbagai aspek dan pertimbangan,” kata Rudi Mas’ud
Demikian juga Andi Arif Agung. Ia meng-counter pernyataan Andi Amir yang seluruh caleg dihubungi untuk maju menjadi balon caleg dan tidak juga menyalahkan pola interupsi yang dilakukan.
“Tidak ada dihubungi, mereka mengisi formulir kesediaannya menjadi caleg. Ada yang bersedia dan tidak. Nah, tim 9 bekerja profesional, tak ada yang tak adil. Sebab ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dan semuanya keputusan politik ada pada ketua partai,” jelas Andi Arif. Dari nama-nama caleg yang diumumkan dan masih bersifat DCS itu adalah:
BALIKPAPAN SELATAN
- Ir Fatman Parakassi. 2. Edi Alfonso. 3. Hj Suwarni. 4. H Yusri. 5. Wahyullah Bandung. 6. Hasmiawati. 7. Pudjiono. 8. Ari Wijaya Tri Oktavia Noor. 9. Haerana. 10. Yusmarsono
BALIKPAPAN KOTA
- Doris Eko Rian Desyanto. 2. Hj Fadilah. 3. Andi Irfan. 4. Dewi Ratnasari. 5. M Doni Sugianto S ST MSi
BALIKPAPAN BARAT
- H Alwi Alqadrie. 2. Drs Arbain Side MM. 3. Musdalifah (Cici). 4. Hj Tumiati. 5. Hj Muliati. 6. Rendi Saputra
BALIKPAPAN TIMUR
- Hj Suriyani. 2. Gasali. 3. H Suwandi. 4. Nurlia Kadir. 5. Abdurrahman Polo. 6. Aisyah Eka Fitri Mukmin
BALIKPAPAN TENGAH
- Andi Arif Agung (A3). 2. Drs Ahmad Mallolongan. 3. Nelly Turuallo. 4. Syarifuddin SPd MSi. 5. Indra Noviyanti. 6. Iva Yulia Munawarah SH. 7. Aguslimin
BALIKPAPAN UTARA
- Fauzi Adi Firmansyah. 2. Hj Kasmah S Sos. 3. Riyan Indra Saputra SH. 4. Andi Welly. 5. Jamilah. 6. Muhammad Slamet Riyadi. 7. Didot Firmanto. 8. Achmad Thoyib. 8. Puspa Atika Sari. 9. Nicho Christian Ersada
Seluruh caleg di dapil 6 kecamatan itu kata Andi Arif Agung, nanti bisa saja dievaluasi khususnya dalam komitmen. “Kita serahkan nomor urutnya kepada Ketua DPD. Tapi, yakinlah bekerja saja dan nomor berapa pun kalau raupan suaranya besar, tentu akan punya peluang untuk menjadi anggota DPRD Balikpapan,” kata A3.

Di bagian akhir, A3 berpesan agar caleg yang sudah masuk DCS itu untuk terus berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan pengurus DPD dan kecamatan serta kelurahan. Sehingga, bisa terjalin sinergi. “Paling penting juga saling menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Sebab, ini sudah masuk tahun politik ayo berpolitik secara santun,” pungkas A3. (gt)













