TINTAKALTIM.COM-Interaksi sosial diperlukan, sehingga ketika ada yang menyebut sosical distancing atau menjaga jarak sosial rasanya tidak tepat. Sebaiknya diganti physical distancing atau menjaga jarak fisik. Sebab, hubungan sosial bahkan kerja sosial itu kini semakin gencar dilakukan.
Seperti yang dilakukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Margomulyo Balikpapan Barat. Mereka sinergi dan gotong-royong untuk sama-sama melakukan aksi sosial yakni program disinfektanisasi atau penyemprotan disinfektan sarana ibadah Masjid Asy-Syifa di lingkup kompleks perumahan BTN Gunung IV.
“Langkah LPM dan PSM harus diapresiasi. Karena, ini melakukan pencegahan terhadap menyebarnya virus corona. Masjid adalah salah satu tempat berkumpul melakukan salat jamaah, jadi harus juga diperhatikan bebas dari virus corona,” kata Ketua RT 39 Kelurahan Margomulyo, Neneng Julaiha yang ikut memantau penyemprotan itu, Selasa (24/03/2020).

Dalam aktivitas itu, terlihat Ketua LPM Margomulyo Bahrul dan Asna dari PSM terjun langsung ke lapangan. Keduanya didampingi Ketua RT 38 Margomulyo Sihombing dan Ketua RT 39 Neneng Julaiha atau Ipon.
Hampir seluruh sudut masjid termasuk tempat berwudhu disemprot. Ini dilakukan untuk melawan dan mencegah penyebaran covid 19 atau virus corona. Sebelumnya, Walikota Balikpapan H Rizal Effendi, Wakil Walikota H Rahmad Mas’ud, Dandim, Kapolres, Wakil Ketua DPRD Tohari Azis serta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkompida) atas nama pemerintah telah melakukan penyemprotan juga di masjid dan geraja serta fasilitas publik lainnya.

Di Kota Balikpapan, ada kebijakan berbeda-beda. Dewan Kesejahteran Masjid (DKM) mengeluarkan sejumlah kebijakan. Di Masjid Istiqomah Lapangan Merdeka misalnya, telah menutup seluruh kegiatan masjid baik salat jamaah maupun majelis taklim dan lainnya, hingga waktu yang ditentukan. Juga Masjid Nurul Haq di kawasan Gunung Pipa serta Masjid As Salam di kompleks Wika.
Tetapi, di Masjid Asyi-syifa masih terlihat aktif jamaah melakukan salat lima waktu dan salat Jumat. “Makanya, kita bantu masjidnya disemprot disinfektan sebagai wujud pencegahan,” kata Sihombing.
Baik Sihombing dan Ipon tak henti-hentinya mengimbau kepada warga tidak keluar rumah jika tak penting. Kalaupun harus keluar untuk hal yang sangat penting saja seperti membeli kebutuhan hidup dan sebagainya. “Dan jangan membuat kegiatan yang menimbulkan banyak massa atau mendekat ke kerumunan,” pinta keduanya.
Ketua RT gencar melakukan langkah-langkah imbauan terhadap pencegahan covid 19, karena sudah ada surat edaran nomor: 440/081/PKM.MGM tentang imbauan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kasus infeksi corona virus (covid 19) di wilayah kerja Puskemas Margomulyo. Ada 11 imbauan dan telah dikeluarkan oleh Kepala UPTD Puskemas Margomulyo dr Erica Handritha.

“Kami hanya menjalankan surat edaran yang ditujukan ke ketua-ketua RT di Kelurhan Margomulyo. Termasuk jika ada warga dari luar daerah atau luar negeri bepergian dan masuk kawasan BTN, maka harus lapor,” ujar Sihombing maupun Neneng Julaiha yang berharap, warga di kedua RT ini harus memberikan dukungan terhadap pencegahan covid 19 yang melanda dunia ini. (git)












