TINTAKALTIM.COM-Musyawarah kota (muskot) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan yang memilih aklamasi Noval Asfihani, menetapkan 5 tim formatur dengan ketua formatur ketua terpilih. Mereka akan bekerja diberi mandat dengan batas waktu akhir (deadline) 30 hari memilih pengurus, dewan penasihat dan dewan pertimbangan untuk periode 2026-2031

Proses pemilihan tim formatur penuh dinamika lewat persidangan yang dipimpin Ketua Stering Committee (SC) Andi Welly didampingi Sekretaris Vicky Firdaus dengan anggota Juli Shinta Noviyanto, H Hasyim Malewa dan Yogi Purwoko.

Awalnya, Andi –begitu disapa— melempar ke floor ada 4 orang sesuai Anggaran Dasar & Rumah Tangga (AD/ART) mendampingi ketua formatur Noval untuk ditetapkan. Sekaligus, apakah juga diperlukan formatur tunggal yang praktis memilih 4 formatur mendampingi

Suasana sidang muncul interupsi dari M Ali Amin. Ia menyebutkan, proses pemilihan pengurus harus demokratis sebaiknya dilempar ke forum mengikuti AD/ART di mana formatur bisa dipilih peserta muskot.

“Muskot Kadin ini jangan ada intervensi. Demokratis saja lah, ikuti AD/ART, sehingga tetapkan saja dengan cara dipilih 4 formatur mendampingi ketua tim formatur,” ungkap Ali dengan gaya dan karakternya membuat ruang sidang menjadi riuh.

Andi akhirnya mengakomodir masukan Ali Amin. Tetapi, sejumlah peserta ramai-ramai membuka buku panduan muskot di mana tertera pemilihan formatur hanya 4, dan saat itu usulan mengemuka 6 orang.

Sidang berjalan mengikuti AD/ART, karena Andi Welly berupaya agar persidangan berjalan demokratis, damai dan penuh kekeluargaan. Kendati di bagian belakang peserta ada suara yang menginginkan, formatur sesuai AD/ART hanya 4 tidak boleh lebih.

“Jangan lebih dari empat. AD/ART-nya cuma 4 mendampingi ketua terpilih,” kata Ketua GOW Hj Suharti yang diiringi pengurus Kadin demisioner Hj Sunarti ingin interupsi sambil membawa buku panduan, tapi suasananya sedikit riuh akhirnya mengurungkan niatnya.
Muskot sebenarnya berjalan datar-datar saja, tiba-tiba senior Kadin Robert Sibarani interupsi dan memberi penilaian di mana pimpinan sidang harusnya membacakan dulu tata cara pemilihan formatur termasuk aklamasi sesuai AD/ART, sehingga tidak keluar dari regulasi

“Saya ini juga pernah di Kadin pusat, juga memahami aturan organisasi Kadin. Pemilihan formatur itu ikutilah AD/ART dan dipahami,” kata Robert pelan tapi ‘menusuk’ kalimatnya
Andi Welly, yang sering membuat joke ‘internasional’ itu, menjelaskan, sejak awal dirinya melempar ke floor, agar tidak terkesan pimpinan sidang mendominasi.
“Yang salah bagian mana? Tadi kan sudah dilempar ke floor. Nah, ini hanya mekanisme tapi terimakasih Kanda Robert,” kata Andi Welly, halus.

Sebelumnya, proses pemilihan tim formatur ini sempat mengalami ketegangan sejenak. Karena, Ali Amin bersikap reaktif. Tetapi, itulah dinamika muskot. Situasi itu tak berlangsung lama karena Direktur Eksekutif Kadin Drs Rikmo Kuswanto mendatangi Ali Amin untuk memecah suasana agar muskot berjalan penuh kekeluargaan.
“Sudah Bung Ali, kita santai dan berjalan sesuai tahap persidangan. Ini dinamika saja,” kata Andi Welly memberi isyarat agar proses persidangan berjalan mengikuti regulasi AD/ART
Di bagian lain, Ali Amin juga sempat memberi imbauan kepada pengurus Kadin Balikpapan periode 2026-2031 mendatang jika terpilih untuk menyambangi atau datang ke kantor Kadin.

“Dijenguklah kantornya, agar jika ada ide-ide positif bisa dibahas bersama demi kemajuan Kadin,” ujarnya
Akhirnya, kelima formatur itu adalah Noval Asfihani (ketua Kadin terpilih) sekaligus ketua formatur dengan anggota formatur H Soegianto SE, Juli Shinta Noviyanti SE, Halim Wardhana SE dan Muhammad Ali Amin SH. (gt)













