TINTAKALTIM.COM-Tim Bersedekah Seribu Sehari (Berseri) dan Jimpitan Amal Terindah (Jimat), yang jadi program takmir Masjid Asy-Syifa, Sabtu (30/5/2026) bergerak. Mereka tak hanya mengambil sedekah warga RT 38 dan RT 39 tetapi dimanfaatkan silaturahmi

Tim sudah berjalan 5 bulan, mereka konsisten lewat kaki melangkah dan jerih payah sedekah itu jadi amal jariyah. Kerja mereka berkeliling door to door, dipimpin Sekretaris Masjid Asy-Syifa H Ali Umbri dan Bendahara Hendra Winardi.

Jerih payah itu juga terlihat dari tim ibu-ibu Trio Ikhlas yakni Ny Nani Siswanto, Ny Ida Narta dan Ny Hj Yatty Prayitno. Hanya, tim mendapat amunisi petugas baru yakni Ayu Rizki Fitrian dan Yulia Renitasari yang bertugas untuk pengambilan di area RT 38

“Terimakasih semuanya warga yang sudah bersedekah. Ini jerih payah, tetapi yakinlah semua berbuah amal jariyah. Termasuk petugas yang mengambil program Berseri dan Jimat,” kata Ali Umbri dan Hendra Winardi

Ali Umbri menyebut, pengambilan program setiap bulan ini terbuka untuk siapa pun pengurus yang ingin bergabung dan bergerak door to door. Yang muaranya keikhlasan tanpa pamrih. Sebab, program ini dibuat tanpa paksaan, ikhlas dan merajut persaudaraan.

“Jadi kita semua menanggalkan ego. Karena, orientasinya akhirat (ukhrawi oriented). Jadi, ayo bersama-sama untuk menjalankan program masjid yang orientasinya ikhlas dan ukhuwah,” kata Ali Umbri

Selain pengambilan sedekah, tim juga memanfaatkan ajang silaturahmi di kediaman H Hardi (RT 38). Tim sempat menikmati suasana pendopo dan duduk di kursi taman minimalis outdoor yang suasananya nyaman dan santai

“Taman ini untuk tamu dan keluarga jika datang. Pendopo pun boleh dipakai warga jika ada acara,” jelas H Hardi yang menyebut, dirinya sekaligus bertindak selaku cleaning service (CS) alias ‘Asisten Rumah Tangga’ (ART) karena pembantunya tak ada

Silaturahmi itu dimanfaatkan H Hardi untuk sharing kaitan tukang bakar ikan dan sate. Menurutnya, wajib menggunakan celemek untuk paparan radiasi panas berlebih.

“Saya juga dari informasi dokter, panas api itu bisa menguras cairan tubuh dan risiko stroke meningkat,” kata H Hardi membagikan tips kesehatan itu
SARAPAN PAGI
Sebelum bergerak, pukul 08.30 Wita, keluarga H Siswanto-istri mempersiapkan sarapan pagi. Ini wujud sedekah untuk tim yang bertugas di lapangan. Menunya Rawon Bu Sis yang cita rasanya gurih, kaya rempah dan lezat. Apalagi aroma kluwek terasa khas

“Ini kalah Rawon Setan dan Rawon Kalkulator Surabaya. Lezat rawon Bu Sis,” kata Ali Umbri dan Hendra yang menyaksikan, H Rahmadi nambah dua mangkok yang bisa saja lapar atau rasanya enak tadi. Terlihat juga Ayu sampai lesehan bersama Reni menikmati rawon gratis tersebut

“Insya Allah saat Minggu (31/6/2026) ada program kerja bakti atas undangan Bu RT Neneng Zuleha, di gazebo disiapkan menu gulai sapi. Ini juga untuk sedekah warga yang gotong-royong,” kata H Siswanto dan istri

Kegiatan pengambilan sedekah itu berjalan penuh kekeluargaan. Trio Ikhlas dengan cepat menyisir door to door di area RT 39. Demikian halnya di RT 38, Ayu dan Reni pun sigap melakukan pengambilan

Hanya, ada sejumlah rumah yang penghuninya tak di tempat. “Bulan depan nanti ada pemberitahuan, mungkin lupa, sehingga celengan yang ada bisa diisi sehingga petugas tinggal mengambil kendati penghuni tak di rumah,” kata Ali Umbri
Apresiasi yang tinggi disampaikan Ali dan Hendra. Baik sajian sarapan menu Rawon Bu Sis dan petugas yang bergerak door to door mengambil program Berseri dan Jimat.

“Semoga semua jadi amal jariyah dan dilipatgandakan rezeki serta panjang umur,” kata Ali Umbri dan Hendra yang turun juga bersama H Rahmadi.
Dari hasil penghitungan total, kedua program dari warga itu didapatkan sedekah Rp3.157.400 (tiga juta seratus limapuluh tujuh ribu empat ratus rupiah) terdiri dari uang kartal Rp2.680.500 uang logam Rp351.900 dan beras 10,3 kg dikonversi ke uang Rp 125.000. Barakallah. (gt)












