TINTAKALTIM.COM-Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME mengucapkan terimakasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas bantuan sapi jumbo berbobot 1 ton lebih dan seluruh pengkurban (shohibul qurban) warga muslim Kota Balikpapan yang telah melaksanakan kurbannya tepat 10 Zulhijah 1447 H bertepatan Rabu (27/5)

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya berterimakasih. Tentu, bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Balikpapan,” kata Walikota di acara penyerahan sapi presiden yang digelar di pelataran Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC), Rabu (27/6/2026)

Acara itu dihadiri Kepala Kemenag Balikpapan H Masrivani, Ketua Harian Badan Pengelola Masjid BIC H Andi Muhammad Yusri yang juga Asisten II Pemkot Balikpapan, Kabag Kesra Arif Fadillah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balikpapan Ir Sri Wahyuningsih, Ketua Idul Kurban Masjid BIC H Syukri, Ketua Kadin Noval Asfahani, Camat Balikpapan Selatan, tokoh agama seperti H Sarbini, H Achmad Rosyidi, pemilik peternakan Bison, Anita dan undangan lainnya

Sapi berjenis Limosin yang bernama Bison itu berasal dari peternakan lokal di Teritip, MWK Farm. Dan, Walikota menyebut, perhatian presiden untuk umat Islam di Balikpapan yang merayakan Idul Adha sangat tinggi

“Nanti yang mendapatkan kupon sapi presiden adalah yang berhak menerimanya. Nah, panitia dapat nggak ya,” kelakar Walikota

Sementara itu, Sri Wahyuningsih atau biasa disapa Yuyun menyebutkan, sapi Bison itu hasil seleksi yang dilakukan pihak kepresidenan. Dan, sapinya memenuhi kriteria salahsatunya sehat dan bobotnya memenuhi syarat minimal 800 kg yang ditetapkan. Sebab, Bison berbobot 1 ton lebih

“Kami berharap sapi ini dipotong petugas jagal yang bersertifikat atau juru penyembelih halal (Juleha). Ada 4 penjagal sebagai alternatif. Bukan tidak percaya penjagal panitia BIC,” kata Yuyun

Hasil konsolidasi Andi Yusri, Yuyun dan H Syukri akhirnya penyembelihan Bison diserahkan sepenuhnya pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari RPH yang memiliki keahlian (expert) bersertifikat dan dijamin kehalalannya.

Dikatakan Andi Yusri, panitia sebenarnya memiliki penjagal yang juga bersertifikat halal. Tetapi, sapi bantuan presiden ini memang memerlukan perlakuan khusus. Sehingga, jika pihak penjagal RPH yang menyembelih tak masalah

“Kami berterimakasih. Prinsipnya, penyembelihan berjalan lancar dan shohibul qurban dapat menyaksikan penyembelihan dan proses penyembelihannya pun dilakukan secara sya’ri,” katanya

Demikian juga kata H Syukri, ia menyebut kesempatan penjagal RPH itu karena isyarat walikota. Dan, sapi milik shohibul qurban lainnya secara bergilir ditangani penjagal dari pihak panitia. Dan, jumlah kurban yang disembelih tahun ini di Masjid BIC 25 ekor.
“Panitia siap bekerja maksimal. Seluruh peralatan dan SDM sudah siap bekerja. Kita jaga superteam dan kerukunan. Sehingga, penyembelihan berjalan enjoy dan kompak,” pinta H Syukri

Sapi Bison dipotong pertama. Keempat penjagal itu akan melakukan penyembelihan secara manual dengan konsep perebahan menggunakan tali.
“Tidak mungkin menggunakan alat perebah, sebab bobot sapi nggak masuk dan sulit. Jadi, konvensional paling tepat. Apalagi, itu keahlian penjagal RPH hari-hari,” kata Kepala Sekretariat Masjid BIC, H Ahmad Idris yang telah mempersiapkan lokasi penyembelihan dan tenda tamu secara maksimal. (gt)












