TINTAKALTIM.COM-Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII di bawah kepemimpinan Ferdinan Nurdin gerak cepat dalam meningkatkan kualitas percepatan pemenuhan program National Logistics Ecosystem (NLE) atau ekosistem logistik nasional, bahkan implementasinya mencapai 100 persen
“Seluruh sistem pendukung telah terintegrasi secara digital layanan, khususnya melalui penggunaan sistem Single Submission Mangement (SSM) dengan operasional stabil,” kata Ferdinan Nurdin saat menyampaikan pandangannya di forum rapat pembahasan persiapan pelaporan B-12 Stranas PK Kemenhub, Rabu (10/12/2025)

B-12 Starnas PK adalah Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dan rapat dipimpin Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenhub Retno Wijayanti dan dihadiri tim aksi Starnas PK Kemenhub serta kepala otban se-Indonesia
Dijelaskan Ferdinan, Kemenhub saat ini memperoleh nilai implementasi Stranas PK 44 persen. Angka itu tinggi jika dibandingkan rata-rata nasional kementerian dan lembaga yang berada pada kisaran 29 persen.
Dalam rapat itu, juga dibahas tindak lanjut pelaksanaan Aksi Stranas PK berdasarkan catatan dan masukan dari tim pembahas termasuk progress implementasi masing-masing unit kerja di lingkup Kemenhub

Dalam konteks NLE, Ferdinan menyebutkan simplikasi atau membuat proses lebih sederhana dalam bisnis telah dilakukan Otban VII. Penyederhanaan secara nyata mengurangi tahapan layanan dan volume administrasi, sehingga potensi menekan waktu pelayanan serta beban operasional dapat dilakukan
“Tapi masih terdapat tantangan dalam pengendalian biaya tertentu seperti pengiriman kargo yang berada di luar kewenganan langsung Otban karena terkait kebijakan internal badan usaha jasa terkait,” jelasnya
Dalam rapat itu kata Ferdinan juga dibahas kaitan peningkatan kualitas dan nilai pelaporan B-12 Aksi Stranas PK Kemenhub. Seluruh catatan dan masukan yang disampaikan di forum oleh tim pembahas jadi dasar penyempurnaan laporan baik dari kelengkapan data, konsisten narasi maupun penajaman implementasi kebijakan dan capaian hasil di lapangan
“Kita berharap dengan pemenuhan catatan yang terukur dan berkelanjutan, nilai pelaporan B-12 Aksi Stranas PK Kemenhub meningkat. Ini cerminan komitmen nyata dalam pencegahan korupsi yang penguatannya pada tata kelola, transparansi dan digitalisasi layanan,” jelas Ferdinan
PROGRAM NLE
Menurut Ferdinan, tantangan utama saat ini bukan lagi pada penerapan sistem digitalisasi tetapi bagaimana memastikan outcome program NLE dapat dirasakan optimal oleh masyarakat dan pelaku usaha.
“Outcome itu terdiri dari pengurangan proses bisnis, penurunan biaya dan efesiensi waktu layanan. Sehingga, perlu sinergi lebih kuat antar pemangku kepentingan (stakeholders) agar manfaat implementasi NLE membeerikan dampak langsung bagi ekosistem logistin nasional,” pungkas Ferdian Nurdin yang baru menjabat 8 bulan di Otban VII ini.
PARAMETER
Dalam Stranas PK menurut Ferdinan, ada sejumlah parameter yang dinilai seperti simplikasi biaya yaitu transparansi terkait harga (harga harus dipublish) dan tracing kargo (kemudahan mengetahui posisi barang)
“Simplikasi lainnya terkait waktu lebih efisien yakni cepat sesuai standar layanan dan harga dalam konteks penurunan biaya logistic. Serta, mengimplikasi proses di antaranya menghilangkan proses dengan mengubah tata letak (layout) dan mengubah alur,” pungkas Ferdinan Nurdin. (gt)













