TINTAKALTIM.COM-Era digital atau disrupsi membuat cara baru dalam berinteraksi dan hidup di masyarakat. Perubahan besar bisa menimbulkan pergeseran nilai dan perilaku. Tetapi, era itu mampu ditangkal Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Balikpapan dengan filter berupa karakter.

“LDII Balikpapan sudah memiliki kemampuan untuk menyaring lewat karakter yang kuat khususnya individu terutama generasi muda lewat bahan ajar 29 karakter. Pemkot Balikpapan sangat memberi apresiasi terkait program yang diajarkan tersebut,” kata Wakil Walikota Balikpapan Dr Bagus Susetyo dalam sambutannya yang diwakili Asisten I Drs Zulkifli MSi di acara Pekan Karakter Luhur (PKL) 2025 yang digelar LDII Balikpapan di Pondok Pesantren Bairuha, Minggu (30/11/2025)

Hadir di acara itu, Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Balikpapan KH Ramidi Yas, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Balikpapan H Herry Fathamsyah, Ketua Yayasan Pesantren Bairuha KH Munawar Cholil, Dewan Penasihat KH Budi Muhaeni, Ustaz Dani, jajaran pimpinan dan undangan lainnya

Menurut Zulkifli, apresiasi diberikan Pemkot Balikpapan karena LDII konsisten menanamkan akhlak khususnya kepada generasi muda yang sangat strategis keberadaannya dalam mencetak anak muda unggul dan berkarakter.
“Kita menyebutnya, belajar di LDII Balikpapan itu ilmunya dapat dan karakter budi luhurnya pun didapatkan sebagai kompas hidup dunia dan akhirat,” kata Zulkifli

Disebutkan Zulkifli, tema acara PKL 2025 sangat relevan bukan hanya mencetak generasi cerdas tetapi juga berkarakter yakni Karakter Kuat, Generasi Hebat. Hal ini mendukung Kota Balikpapan yang layak huni khususnya dari sisi masyarakatnya yang relegius.
Zulkifli lalu membeber, ada 3 hal menjadi generasi hebat yang tentu sudah dimiliki santri-santi LDII Balikpapan yakni memiliki akhlakul karimah atau berakhlak mulia dan mencakup seluruh aspek kehidupan seperti santun, jujur, sabar, peduli, amanah.

“Nah yang kedua adalah disiplin dan kerja keras. Sebab, LDII sudah menunjukkan bagaimana secara konsisten belajar dengan sungguh-sungguh mencapai karakter mulia,” jelas Zulkifli yang menambahkan, hal ketiga adalah semangat belajar tanpa henti untuk menunjukkan generasi yang tampil memiliki SDM unggul
Pemkot Balikpapan kata Zulkifli, sangat berterimakasih karena sejauh ini, LDII jadi pelopor pembentukan akhlak mulia dan itu bermanfaat besar bagi pertumbuhan generasi muda yang implementasinya karakter berbudi luhur yang ditularkan ke masyarakat
29 KARAKTER
Sementara itu Hery Fathamsyah dalam sambutannya menyebutkan, nilai moral dan spiritual dari ajaran Islam yang diwujudkan jadi 29 karakter luhur, secara konsisten dan jadi pedoman sikap dan kepribadian diajarkan di LDII Balikpapan tanpa henti

“Inilah pesantren yang mengajarkan generasi muda dan para santrinya dengan karakter yang kuat dan pembentukan pribadi unggul dalam mengemban amanah generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” kata Herry

Herry juga meneriakkan yel-yel dengan LDII yang dijawab peserta Jaya, Jaya, Jaya dan 29 Karakter Luhur dengan Hidup, Hidup, Hidup itu menyebutkan, program yang digelorakan LDII bertujuan untuk membentuk generasi muda yang tak hanya cerdas dan berilmu tetapi memiliki karakter mulia dan peduli terhadap sesama
“LDII Balikpapan sudah memberi kontribusi bagi kota dalam pembentukan karakter berbudi luhur. Ini harus terus dipertahankan. Sebab, pembentukan 29 karakter juga mendukung Generasi Emas 2045 yang jadi SDM unggul dan berdaya saing serta berkarakter yang ke depan anak-anak LDII bisa menjadi pemimpin bangsa baik skala lokal maupun nasional,” pungkas Herry Fathamsyah.

Herry Fatamsyah juga melakukan penarikan doorprize bersama Zulkifli dan Ketua Dewan Penasihat LDII Balikpapan KH Ramidi Yas dan menyerahkan kepada peserta yang beruntung.
Jalan sehat yang dirangkai dengan PKL 2025 itu diikuti sekitar 2.000 peserta lebih dengan grandprize sepeda listrik dan ratuan hadiah lainnnya. (gt)













