TINTAKALTIM.COM-PT Bina Multi Cipta Indonesia (BMCI), Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang memiliki Surat Izin Operasional (SIO) kembali melatih satpam Gada Pratama (GP) dan Gada Madya (GM) yang totalnya 112 peserta

“BMCI selalu komitmen untuk melakukan pendidikan dasar (diksar) satpam agar mereka profesional dan memiliki kompetensi. Sejumlah multi-stakeholders dari beberapa daerah khususnya bidang pemerintahan kita gandeng. Termasuk peserta umum,” kata Direktur PT BMCI Tri Tohiroh yang biasa disapa Terry saat pembukaan pendidikan dasar (diksar) Gada Pratama Angkatan ke-47 dan Gada Madya Angkatan ke-7 di Embarkasi Haji Balikpapan, Rabu (16/07/2025).

Pelatihan itu digelar dari 16 Juli – 26 Juli 2025 mendatang yang pesertanya dari perusahaan, instansi, BUJP maupun perorangan yang berasal dari Berau, Tarakan, Samarinda, Balikpapan, Bontang dan lainnya.

Menurut Terry, BMCI akan selalu mencetak satpam profesional. Karena, materi yang diberikan saat diksar juga beragam baik teori maupun praktek. Khususnya yang praktek diharapkan diikuti secara maksimal peserta dan akan mendapat sertifikat. Dan, itulah wujud satpam memiliki dasar untuk menjaga keamanan dan ketertiban di mana mereka bekerja.

“Alhamdulillah, satpam yang dilatih baik Gada Pratama dan Gada Madya di BMCI seluruhnya sudah bekerja. Sehingga, kita terus menyiapkan satpam profesional yang basisnya kompetensi. Sehingga, perusahaan yang ingin mempekerjakan satpam, BMCI sangat siap SDM-nya bahkan memiliki kualifikasi,” jelas Terry.
PROFESIONAL
Sementara itu Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Kaltim Kombes Pol Eri Dwi Hariyanto SIK dalam sambutan pembukaannya yang diwakili Kasubdit Bin Satpam/Polsus AKBP Budi Heryawan S Sos mengatakan, pelajaran yang diperoleh dalam pelatihan jadi modal dasar melaksanakan tugas pokok satpam yakni menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan atau tempat kerjanya.

“Saya mengharapkan seluruh peserta pelatihan agar mengikuti pelatihan dengan baik untuk menumbuhkan rasa keingintahuannya,” kata Eri melalui Budi.
Menurutnya, pelatihan satpam sesuai dengan Perpol Nomor 4 Tahun 2020 tentang pengamanan swakarsa bahwa tugas satpam itu sangat berat. “Pelatihan ini untuk menjadikan satpam memiliki kompetensi dan profesional,” ujarnya

Sementara itu, Budi dalam motivasinya mengatakan, bahwa menjadi satpam (security) itu tugas mulia. Sehingga, kesempatan yang diberikan kepada peserta harus dimanfaatkan maksimal
“Ikuti pelatihan dengan serius dan tingkatkan disiplin dalam memanfaatkan waktu yang sudah ditentukan. Dan, jangan segan untuk bertanya,” pinta Budi yang mengingatkan bahwa profesionalitas satpam dan kesantunan juga harus dijaga

Sedang Kasubdit Bin Polmas AKBP Windia Purnama SH MH dalam sesi pelatihan lanjutan mengingatkan pentingnya pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patrol (turjawali)
“Apa itu patroli. Jadi jangan dengar saja tetapi maksudnya nggak paham,” tanya Windia.
Menurut Windia, patroli itu bergerak. Proses pergerakannya melihat dan mengawasi situasi. Ada yang patroli jalan kaki yakni berkeliling sekitar tempat kerja karena lokasinya tidak terlalu jauh.

“Kalau arealnya luas seperti kebun dan lainnya, itu harus menggunakan kendaraan. Ada roda dua atau roda empat. Itulah patroli yang nanti didapatkan dalam bahan ajar,” jelas Windia
Ia pun mengingatkan satpam untuk menjaga karakter dan kesantunan dalam bekerja. Tidak boleh mentang-mentang karena tujuannya untuk menjaga keamanan, ketertiban di masyarakat (kamtibmas). (gt)













