TINTAKALTIM.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan siap sinergi dan kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam berbagai bidang baik pendidikan, sosial, dakwah maupun penguatan karakter masyarakat

“Kota Balikpapan ini terus berbenah menjadi kota global yang tangguh dan berdaya saing. Menuju proses tersebut, perlu dukungan para ulama dan ormas keagamaan seperti NU sangat dibutuhkan terutama dalam menjaga kondusivitas sosial, memperkuat moralitas masyarakat dan nilai-nilai kebangsaan,” kata Wakil Walikota Balikpapan Dr Bagus Susetyo dalam sambutannya mewakili Walikota Dr H Rahmad Mas’ud SE ME di acara Mukercab ke-1 dan pelantik di Ballroom Hotel Platinum Balikpapan, Sabtu (26/07/2025)

Acara juga dihadiri Ketua PWNU Kaltim HM Fauzi Achmad Bahtar, Ketua PCNU Balikpapan KH M Muslih Umar SPdI, Kepala Kantor Kemenag Balikpapan H Masrivani Sag MH, Ketua MUI Balikpapan Habib Mahdar Alqadrie, Ketua Baznas Balikpapan H Bustomi, Ketua DMI Balikpapan H Dumairi dan sekjen H Sofyan, sayap atau badan otonom (banom) GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU dan Banser serta jajaran pengurus NU dan undangan lainnya

Menurut Wawali, melalui melalui mukercab akan lahir gagasan segar dan program strategis yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Balikpapan.

“Selamat melakukan mukercab, semoga NU terus menjadi ormas keagamaan yang juga menjaga ukhuwah Islamiyah dan menciptakan kedamaian di kota Balikpapan,” kata Wawali.
REKOMENDASI
Sementara itu kepanitian setelah menggelar sidang dan rapat pleno yang dipimpin Ketua Steering Committee (SC) atau Panitia Pengarah H Murtafi’in Sag MM dan Ketua Organizing Committee (OC) HM Slamet Djnaiedi MSi melakukan pengesahan hasil rapat komisi yang dibagi 3 yakni komisi A (keorganisasian), komisi B (program kerja) dan komisi C (rekomendasi)

“Salahsatu yang direkomendasikan adalah mendorong Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) dengan Pemkot Balikpapan untuk mendorong bidang ekonomi,” kata Sekretaris PCNU Balikpapan Mustain Hasan MPd saat dikonfirmasi hasil mukercab itu.

Menurut Mustain, dalam mukercab juga dihasilkan agar legislative dan esekutif mengeluarkan peraturan daerah (perda) dan perwali terkait fasilitasi pesantren. “Juga PCNU mendesak pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan dalam keluarga, lembaga pendidikan terutama anggota keluarga yang lemah seperti perempuan, anak dan individu berkebutuhan khusus,” urai Mustain.

Dalam komisi organisasi juga dihasilkan rumusan pedoman penggunaan logo NU untuk acara lembaga dan badan otonom. “Termasuk program kerja yang harus disikornisasikan dengan NU kecamatan,” kata Mustain Hasan. (gt)













