Catatan: Sugito *)
TINTAKALTIM.COM-Ganda putra PB Platinum Kenas Haryanto & Hafiz Faizal boleh disebut masuk arena kejuaraan Bayan Open 2026 tanpa beban. Hanya, dewi fortuna beralih hingga pasangan ini mengakhiri debut di lapangan bulutangkis Bayan Open 2026 di BSCC-Dome dengan mengusung persepsi ‘Underdog Champion’
Underdog karena tidak diperhitungkan. Dan champion faktanya juara. Lalu, penonton dan pecandu olahraga raket ini ada juga menyebut faktor kemenangan karena dewi fortuna.

Bisa jadi itu benar. Hanya, dalam turnamen bulutangkis kelas bergengsi, persepsi itu bisa ditepis. Karena, kerja keras, latihan dan strategi juga jadi amunisi untuk melaju mencapai prestasi yang mengukuhkan PB Platinum juara Bayan Open 2026 kelas ganda putra dewasa
Sepekan sebelum masuk arena, sosok pembina dan pengasuh PB Platinum H Soegianto SE, ekspektasinya masuk final. Itu juga diucapkan ketika bertemu awak media saat press conference. Menjadi juara sedikit pun tak tercucap. “Rival bertanding di Bayan Open 2026 kali ini kuat dan berpengalaman. Jadi, nothing to lose saja,” ungkap Soegianto
LAWAN BERAT
Soegianto menggambarkan bagaimana reputasi dan prestasi ganda Sabar Karyaman Gutama-Reza Pahlevi Isfahani (Sabar-Reza) yang sudah mencatatkan sejumlah pencapaian penting seperti menembus kejuaraan Dunia BWF 2026 di Ne Delhi, tampil di Australian Open 2026 dan sekarang masuk radar Asian Games membawa kontingen Indonesia dan ganda ini peraih emas ajang SEA Games 2025 di Thailand
“Berat lawannya, kalau juara itu kejutan besar yang dicapai PB Platinum,” lagi-lagi komentar Soegianto sedikit keder melihat kekuatan ganda Sabar-Reza itu

Saat warming up, media ini melihat ganda Kenas-Hafiz memanfaatkan waktu singkat beradaptasi dengan kondisi lapangan dan menguji seluruh jenis pukulan baik drop shot, sensitivitas sentuhan raket sampai smash dan defend.
Sementara berada di sebelahnya, pasangan Sabar-Reza pun sudah tak bisa dianggap sepele karena teknik pukulannya ‘paripurna’. Hanya media ini berseloroh ke Soegianto: “Melawan ini ganda Kenas-Hafiz, teknik pukulannya bagus,”. Tapi, Soegianto tetap menyebut perlu kerja keras meruntuhkan kedigdayaan Sabar-Reza seraya wajahnya melihat Suhud Wahyudi yang duduk di kursi VIP depan

Entah apa yang melatari Soegianto, ada rasa sungkan ketika bicara rival-rivalnya bermain. Apalagi pebulutangkis seperti Marcus Gidoen dan Sabar-Reza. Ada sekat dan tidak berucap bahkan low profile. Atmosfer hati itu bisa jadi karena ia berada pada circle pertemanan dengan jago-jago PB Karunia dan PB Bayan dan ternyata Soegianto terlihat ambigu karena dipercaya pula sebagai Wakil Ketua Panitia Bayan Open 2026, sementara laga finalnya melawan PB Bayan
MENTALITAS
Tapi di lapangan, mentalitas nothing to lose mengubah talenta pebulutangkis PB Platinum, bermain tak berpikir menang atau kalah, fokus poin diraih dan menikmati pertandingan. Sebab, beban itu berpindah kepada lawan yang wajib menang.
Sabar-Reza punya teknik hebat. Hanya, ada tekanan mental memuncak karena harus menang. Sementara, Kenas-Hafiz berlaga dengan injeksi spirit modal nekat dan pede yang ternyata itu jadi jalan pintas meruntuhkan tembok lawan

Kenas-Hafiz punya senjata rahasia paling mematikan di lapangan, tanpa takut kalah, mentalitas jadi dorongan melahirkan kejutan besar dan membara untuk mereka naik ke podium juara
Faktor dewi fortuna bisa saja bonus. Saat ganda Platinum bertanding, kemungkinan dewi fortuna itu menonton di sudut venue dan auranya memengaruhi lapangan di mana Kenas-Hafiz berlaga

Media ini menyaksikan laga gim pertama. Terlihat ada Ketua Panitia Bayan Open 2026 sang ‘jenderal lapangan’ Suhud Wahyudi. Mimiknya sumringah ketika menyaksikan laga penutup itu yang dimulai pukul 21.00 Wita.
Apalagi secara dukungan PB Bayan saat MC Ucha meminta gemuruhnya, terlihat menggema satu Dome. Maklum tuan rumah sedang PB Platinum tidak segemuruh supporter Bayan

Gim pertama itu milik PB Bayan, karena Sabar-Reza tampil dominan dengan smash akurat dan bola-bola cepat yang tak bisa dikembalikan Kenas-Hafiz. Itu membuat Suhud Wahyudi bercanda
“Saya mau tepuk tangan jadi nggak enak karena ada sahabat saya Soegianto duduk di kursi belakang,” kata Suhud sambil tersenyum
Gim pertama itu, Kenas-Hafiz terus teringgal dengan terpaut angka sangat jauh. Dari 16-8 dan akhirnya ditutup gim pertama kemenangan dengan skor telak 21-8

Di kursi belakang, Soegianto gelisah. Ia ‘menghilang’ dan meninggalkan kursinya. Ejekan ke Soegianto dari Suhud ingin dilakukan, hanya partner-nya itu tak di tempat. “Kemana Pak Soegianto,” tanya Suhud
Faktor penentu kemenangan Kenas-Hafiz bukan sekadar dewi fortuna. Ada kerja keras, latihan dan strategi juga penentu. Sehingga di gim kedua menurut sejumlah media online mereka comeback spectacular unggul ketat 21-23.
Posisi 1-1 itulah, dramanya berbeda dan dilanjutkan gim ketiga. Hanya, Sabar-Reza terlihat menekan lewat mental juaranya. Sehingga melesat memimpin 7-0. Tapi, gim ketiga milik ganda PB Platinum yang mengejar kekalahan itu pelan tapi pasti, yang akhirnya menutup gim penentu ketiga dengan skor 21-18 dan PB Platinum meraih juara I Bayan Open 2026 kategori ganda putra dewasa
Itulah lucky ball berpihak pada PB Platinum, karena bulutangkis itu menggunakan shuttlecock yang pembatasnya net. Atas kemenangan itu, PB Platinum merebut dua gelar yakni ganda Unang Rahmat-Eko Hamiseno mengalahkan Flandy Limpele-Dedy Sardiana di kelas veteran
Media ini menyaksikan laga yang ditunggu-tunggu penonton sejak sore memenuhi tribun Dome. Duduk di barisan kedua lapangan tempat berlaga.

Di sana ada jajaran legislator dari provinsi dan kota. Tepat depan saya Nurhadi Saputra (mewakili ketua DPRD Kaltim), Wakil Ketua DPRD Yono Suherman, Syarifuddin Odang, Ketua Kadin Balikpapan Noval Asfihani dan Kadispora Ratih Cokroda yang menutup rangkaian Bayan Open 2026
Akhirnya, dalam dunia olahraga itu kompetitif. Kemenangan sering kali dianggap sebagai hasil dari dominasi pemain papan atas yang sudah diprediksi akan menang

Tapi, di balik ambisi tersebut, terdapat tekanan psikologis yang luar biasa besar. Mempertaruhkan reputasi sering menjadi bumerang bagi mereka yang sudah dipuncak. Sehingga, memberikan celah bagi pemain non-unggulan melakukan kejutan.
Dan, setidaknya Kenas-Hafiz menepis fenomena bermain di level antar kampung (tarkam) ternyata menjadi legendaris nyata mengalahkan pemain level dunia dan itu pun membuat gembira coach PB Platinum Jacky Chandra putra Rudy yang adik owner Platinum Group Charles. Selamat PB Platinum dan sukses PT Bayan Resources Tbk, PBSI Kaltim dan Balikpapan.**
*) Ketua Divisi Regulasi & Advokasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim dan Wartawan tinggal di Balikpapan.












