TINTAKALTIM.COM-Surprise! Itu yang terjadi di event Bayan Open 2026, pasangan ganda Marcus Gideon-Rahmat Hidayat harus mengalah dari pasangan ganda asuhan PB Platinum Kenas Haryanto & Hafiz Faizal dengan straight set langsung 21-16 dan 21-15, Jumat (27/8/2026) malam
Kesuksesan ganda PB Platinum di semifinal dan melaju ke final menjadi kejutan baru di laga yang digelar perusahaan batubara PT Bayan Resources Tbk dan memberi spirit pemain untuk mendulang prestasi

Bukan hanya pemain, jajaran pelatih, pembina dan owner Platinum Group Charles pun merasa bangga. Apalagi rival dari ganda PB Platinum Marcus Gideon masuk pemain unggulan yang disebut sidit 1 karena level peringkat dunia Badminton World Federation (WBF) ranking 8
Direktur Operasional Group Platinum H Soegianto SE menilai, kemenangan itu bagian dari strategi di lapangan. Tapi, ia menilai di Bayan Open 2026, event bulutangkis itu dinamis karena bisa saja juara dunia dikalahkan non-unggulan.

“Kemungkinan Marcus Gideon letih dan tidak seperti pemain non-unggulan yang rutin mengikuti turnamen dan berlatih, jadi bisa saja terjadi kejutan,” kata Soegianto yang juga Ketua Harian Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Balikpapan ini.
Di sisi lain kata Soegianto, Marcus Gideon bukan berpasangan dengan ganda ‘intinya’ Kevin Sanjaya, sehingga pola permainan belum chemistry. Walaupun partner-nya Rahmad Hidayat juga bermain bagus ditambah Gideon lebih banyak fokus ke akademi dan hadir di acara-acara eksibisi.

“Target kami PB Platinum itu memang ada dua masuk final. Dan itu terwujud. Semoga saja bisa meraih medali emas,” kata Soegianto
Dengan kemenangan ganda PB Platinum, maka dipastikan melaju ke final yang akan berhadapan dengan Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani (Sabar-Reza) yang merupakan peringkat ke-7 dunia dalam ranking BWF sektor ganda putra

“Di Bayan Open 2025, pasangan Sabar-Reza juga terjadi kejutan yang berhasil dikalahkan pasangan PB Platinum. Nah, apakah kejadian ini terulang lagi di tahun 2026,” kata Soegianto seraya berharap tim asuhannya menang
Tetapi katanya, ada semacam faktor non-teknis dan mitos tapi nyata. Karena, pemain PB Platinum bermain di venue Dome sebagai tuan rumah yang ada aspek psikologis dan lingkungan

“Mungkin itu ya memengaruhi situasi pemain. Ditambah supporter yang spiritnya juga memuncak agar pemain dukungannya menang. Semoga saja dapat emas,” kata Soegianto berharap
Rasa bangga lainnya kata Soegianto, di ganda veteran pasangan PB Platinum Unang Rahmat-Eko Hamiseno berhasil menaklukkan pasangan legenda bulutangkis Indonesia tahun 2000-an, Marleve Mainaky-Flandy Limpele dengan skor 41-16 sehingga berhasil melaju ke final yang akan dilangsungkan Sabtu (29/8/2026) malam di BSCC-Dome
“Untuk kelas veteran ini mengacu pada aturan resmi yang istilahnya one game system atau permainan satu gim saja. Sistem ini digunakan bertujuan menyesuaikan kondisi fisik pemain dan efesiensi waktu. Siapa yang meraih poin 41 itu yang unggul,” kata Soegianto bangga karena tim asuhannya memberi warna di Bayan Open 2026. (gt)












