TINTAKALTIM.COM-Jonatan Christie (Jojo) atlet bulutangkis nomor 1 dunia versi World Badminton Federation (WBF) jadi idola. Sejak kehadirannya di event Bayan Open 2026, penggemar memburunya.
Entah sekadar berfoto bersama bahkan melakukan tandatangan di jersey atau lebih dikenal dengan sign jersey (tandatangan di baju olahraga)
Hanya Jojo yang hadir bersama partner-nya Hendra Setiawan mendapat pengawalan ketat atau tingkat tinggi oleh petugas. Kendati selama di venue Balikpapan Sport & Covention Centre (BSCC) atau Dome, ia bebas bermain dan duduk di kursi undangan VIP. Hanya petugas ketat melakukan penjagaan
“Idolanya ribuan orang. Pengawalan itu karena dikahwatirkan penonton dan penggemar langsung menyerbu untuk sekadar bersalaman atau selfie. Tentu saja panitia bukan tidak membolehkan tetapi kebijakannya harus dikawal,” kata Ketua Harian Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Balikpapan H Soegianto SE menjelaskan pola pengawalan itu

Disebutkan Soegianto, selain permintaan atlet biasanya sudah menjadi prosedur standar operasi (SOP) dari panitia. Istilah umumnya bodyguard untuk menjaga dari kejaran penggemar ekstrem maupun lainnya.
“Kami atas nama panitia minta maaf jika melakukan proteksi. Karena, Jojo sudah masuk kelas dunia sehingga bukan saja sebagai atlet tetapi sudah jadi selebriti olahraga,” kata Soegianto
Hanya Soegianto dan Ketua Panitia Bayan Open 2026 Suhud Wahyudi tak ingin kehadiran Jojo tak memberi arti bagi penggemarnya. Sehingga, ada sekitar 50 jersey idola dikumpul dan ditandangani Jojo
Termasuk jersey milik Soegianto dan Suhud pun tak luput ditandangani. “Kita hanya mengakomodir sekitar 50 jersey. Tentu, juga tingkat kesibukan Jojo. Karena, seharian ada aktivitas dan siangnya harus ke bandara,” jelas Soegianto
Tandatangan asli itu kata Soegianto, memang memiliki makna berarti. “Anggaplah jadi saksi bisu momen bersejarah atas karier seorang atlet. Karena, Jojo juara dunia ranking 1 tadi,” kata Soegianto
Suhud Wahyudi pun sempat dalam posisi berdiri jerseynya ditandangani Jojo. “Jersey ditandatangani Jojo itu kan langka. Jadi kenang-kenangan lah,” kata Suhud Wahyudi yang disebut-sebut ‘Jenderal Lapangan’ Bayan Open yang sudah 5 kali dirinya didaulat jadi ketua panitia. (gt)













