TINTAKALTIM.COM-Panitia sepakat, penyembelihan hewan kurban di Kompleks BTN Gunung IV mulai pukul 08.00 Wita. Sebelumnya dilakukan acara pembukaan (opening ceremony) sekitar pukul 07.30 Wita di lapangan depan Masjid Asy-Syifa.
Seluruh panitia diharapkan hadir pukul 07.00 Wita agar mempersiapkan segala hal berkaitan proses penyembelihan, pemotongan, pencacahan daging dan lainnya. Tentu, harapannya agar segala sesuatunya dipersiapan dengan baik (well prepared).

“Kita akan berdoa sebelum proses penyembelihan. Semoga cuaca baik dan mohon kehadiran panitia lebih awal,” kata Ketua Panitia Idul Qurban Masjid Asy-Syifa H Nurali MBA menjelaskan rencana penyembelihan yang dilakukan Sabtu (7/6/2025).
Sejak Jumat, panitia telah mempersiapkan meja potong dan peralatan yang dilakukan untuk proses penyembelihan dengan tahapan pengulitan, pencacahan dan pemotongan.
“Mohon doa semua warga agar proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban ke shohibul dan warga bisa berjalan lancar,” kata Nurali yang didampingi Sekretaris Rudy Rahmadi serta sejumlah panitia Ali Umbri, Yoni Supriyono, Agus Jauhari dan Hendra Winardi.

Selain meja potong, panitia juga mempersiapan tenda ukuran 4×8 meter dengan 50 kursi yang dikhususkan untuk pengkurban (shohibul qurban). Diharapkan, shohibul hadir untuk mengikuti acara pembukaan yang dilanjutkan penyembelihan.
“Hampir rata-rata panitia juga shohibul qurban. Sehingga, nanti bisa ikut pembukaan. Kita sengaja menyediakan tenda untuk shohibul qurban sebagai bentuk penghormatan (privilege). Tanpa dukungan mereka, maka jumlah hewan kurban tak akan meningkat,” kata Nurali dibenarkan Rudy Rahmadi yang menyebut tahun ini sekitar 13 ekor hewan kurban disembelih terdiri 10 ekor sapi dan 3 ekor kambing.
SAPI TIBA
Sementara itu hewan kurban berupa sapi dan kambing berangsur-angsur sudah tiba di Kompleks BTN. Tim survei dan pemilihan Agus Jauhari memantau langsung. Bahkan, ia mencermati makanan sapi agar kondisinya baik sebelum disembelih
“Semua sapi yang kita survei dan pilih sudah ada peneng-nya atau tanda yang sudah melalui prosedur fasilitas karantina hewan seperti pemeriksaan kesehatan dan memastikan sapi bebas dari hama penyakit hewan. Peneng itulah tanda bahwa sapi boleh dilepas untuk dikurbankan,” kata Agus Jauhari.

Menurut Agus, bobot 70 kg per sapi secara rata-rata telah dihitung. Tetapi, itu sifatnya estimasi karena bobot sapi ternyata tidak semuanya sama. Hanya, diharapkan daging sapi yang terkumpul sesuai kupon yang dibagi. “Kalau ada kelebihan tetap kita bagi sesuai kepentingannya. Karena, harapannya sama rata dan sama rasa,” ujar Agus.

Diimbau juga saat hadir di proses penyembelihan, seluruh panitia menggunakan kaus dan tanda pengenal (badge) yang sudah dibagi. “Karena sudah dibagi tentu harus dipakai. Sehingga, terlihat seragam dan rapi,” kata Rudy Rahmadi.
Kesuksesan penyembelihan dan distribusi ke masyrakat tergantung seluruh panitia dan dukungan warga. “Kita ingin pelaksanaan kurban di Kompleks BTN setiap tahun harus dievaluasi. Yang bagus ditingkatkan dan yang kurang diperbaiki,” kata Rudy yang percaya kepada seluruh panitia akan menjalankan proses Idul Qurban Masjid Asy-Syifa dengan amanah. (gt)













