TINTAKALTIM.COM-Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan Noval Asfihani BBA menegaskan, organisasi yang ia pimpin harus membangun network demi kemajuan pengusaha dan memajukan dunia usaha di Balikpapan.

“Kami bersama pengurus akan selalu membuat denyut perekonomian tumbuh. Khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sehingga, ketika mereka cemas, ini membuat ekonomi kota ikut menahan nafas. Makanya, kita kumpulkan mereka untuk memberi edukasi,” kata Noval di hadapan peserta Coffee Morning & Dialog Terbuka bertema Menjamin Kepastian Usaha UMKM di Tengah Dinamika Kebijakan Perpajakan Nasional di Ballroom Hotel Platinum, Selasa (28/10/2025)

Acara dibuka Walikota Balikpapan diwakili staf ahli Adamin Siregar juga dihadiri Plt Ketua Kadin Kaltim Oni Fakhrizni, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltim-Utara Dr Heru Narwanta SPI MSI, Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Balikpapan Andi Asni, pimpinan BUMN, BUMD, perbankan, kepala dinas/instansi Pemkot Balikpapan, akademisi, asosiasi dan himpunan pengusaha serta UMKM.

Dijelaskan Noval, isu perpajakan bagi UMKM sangat penting khususnya kaitan rencana kenaikan tarif PPn dan PPh sehingga arah kebijakan perpajakan harus diketahui khususnya dalam kepemimpinan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa

“Kita kan mengetahui ada batas omzet di bawah Rp500 juta itu tidak kena pajak. Ini perlu dijelaskan ke UMKM khususnya pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) atau 0 persen,” kata Noval yang juga direksi Kurnia Group dan usahanya bergerak di pertambangan, fasilitas kesehatan, catering dan lainnya

Kadin fokus ke UMKM karena kata Noval, mereka menyerap tenaga kerja. Sehingga, sebagai representasi resmi dunia usaha, harus menjembatani kegelisahan kaitan pajak itu lewat coffe morning dan dialog terbuka.
“Makanya Kadin Balikpapan menghadirkan Dr Heru Narwanta selaku Kepala Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur-Utara (Kaltimra). Sehingga, forum itu bisa dijadikan wadah mendiskusikan kaitan pajak dan mencari solusi konstruktif,” jelas Noval

Dialog katanya, tak hanya menghasilkan jawaban, tetapi juga membuahkan kesamaan pandangan dan komitmen bersama. Pemerintah dan dunia usaha harus bermitra karena pemerintah membutuhkan penerimaan negara untuk membangun lewat pajak dan pelaku usaha membutuhkan iklim kondusif, adil dan usaha tumbuh serta memberi kontribusi terhadap pembangunan

“UMKM sebagai pilar penting bagi perekonomian khususnya di Balikpapan harus didampingi dalam edukasi perpajakan, sehingga mereka bisa jadi fondasi ekonomi domestik yang tangguh,” kata Noval
Noval juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pengurus Kadin Balikpapan yang ikut dalam kegiatan tersebut. Termasuk, Kakanwil DJP Kaltimra Dr Heru Narwanta yang mengedukasi peserta khususnya UMKM

Di acara itu, Noval juga menjelaskan bahwa Kadin Balikpapan akan selalu membuat program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Juga mendukung program pemerintah seperti ke depan dukungan terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan percepatan investasi dan semua itu diperlukan sinergi dan kolaborasi.
Noval juga memberikan rasa haru dan hormat atas meninggalnya Alm Yaser Arafat Syahril Ketua Kadin Balikpapan sebelumnya yang telah meninggalkan legacy semangat kolaborasi dan dedikasi
“Perjuangan Alm Yaser Arafat akan terus menjadi obor bagi kepengurusan yang saya pimpin. Kita semua ingin melanjutkan dengan semangat baru, energi baru demi memajukan dunia usaha Balikpapan,” pungkasnya. (gt)












