TINTAKALTIM.COM-Gagasan Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME untuk menjadikan Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Centre (BIC) jadi wisata religi segera diwujudkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau Badan Pengelola dan Unit Pelaksana Teknis (UPT)

Rencana penerapan sistem bagaimana agar warga atau pengunjung yang ingin naik ke puncak Menara BIC, akan dirumuskan kemudian oleh jajaran badan pengelola

“Ini bisa jadi destinasi wisata religi yang populer di Kota Balikpapan. Banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara naik ke Menara BIC yang tingginya sekitar 65 meter itu,” kata Ketua Harian Masjid BIC Muhammad Andi Yusri saat mendampingi ketua-ketua RT naik ke menara, Minggu (18/1/2026) usai melakukan dialog pemberdayaan umat

Andi Yusri didampingi Sekretaris BIC Bambang Saputra dan jajaran divisi Informasi & Komunikasi (Infokom) Syarifuddin SPd MM dan H Sugito SH serta bidang-bidang lainnya serta ketua-ketua RT itu, hadir di puncak menara

“Wah keren ini, ada teropong melihat Kota Balikpapan dari menara. Bisa dikelola seperti naik ke puncak Monas,” kata Syarifuddin yang mencoba alat teropong itu bersama Lurah Gunung Bahagia Lisa Anggreini, Kepala Sekretariat BIC Achmad Idris dan lainnya

Yusri mendampingi rombongan. Diawali naik lift ke lantai 3 dan akhirnya sampai puncak menara yang tampaknya menawarkan pemandangan Kota Balikpapan sangat indah. Tentu, jadi pengalaman menarik jika dilihat dari ketinggian

Sampai di puncak, rombongan melihat view menarik Masjid BIC dari atas dan memanfaatkan sejumlah spot foto untuk mengabadikan momen penting
Andi Yusri terus menjelaskan, bagaimana manajemen pengelolan nanti serta melihat view Masjid BIC untuk didesain kemudian menjadi lebih tertata khususnya dalam kaitan pemanfaatan sejumlah space yang masih longgar

“Intinya Menara BIC itu bermanfaat. Kita akan koordinasi dengan UPT bagaimana tiket dibeli di loket yang nanti bisa menggunakan cash atau QRIS untuk menuju akses dengan naik lift lantai 3 sampai ke puncak,” jelas Andi Yusri

Tentu kata Andi Yusri, akan ada tarif untuk setiap pengunjung yang akan naik ke menara. Hanya, relatif murah sekitar Rp10 sampai Rp15 ribu. Hanya, integrasinya nanti di lantai dasar ada tenant-tenant UMKM, sehingga tak hanya sekadar naik ke menara tetapi menikmati suguhan food & drink di lokasi BIC

“Kita perlu koordinasi juga dengan Ketua Umum BIC Bapak Walikota Balikpapan dan UPT. Agar semua berjalan regulatif dan baik,” jelas Andi Yusri

Dari pantauan media ini, ketika berada di menara terasa dingin karena pelataran ber-AC. Pengunjung dapat berkeliling melihat sudut Kota Balikpapan juga membuka pikiran lebih cerah mengagumi ciptaan Allah dari ketinggian.
“Subhanallahu pemandangan dari atas menara. Kesannya indah. Hanya berbeda bagi yang punya takut ketinggian (phobia),” singgung Syarifuddin yang baru pertama kali naik ke menara

Andi Yusri bersama Kepala Sekretariat Achmad Idris dan Sekretaris Bambang Saputra serta Syarifuddin juga melihat kondisi di lantasi bawah. Di sana ada space yang baik untuk dikembangkan.
“Cocok ini untuk perkantoran dan tenant UMKM atau souvenir. Jadi, ada payung atau pin kaitan BIC dan lainnya bisa jadi oleh-oleh pengunjung,” jelas Achmad Idris dibenarkan Syarifuddin dan Bambang Saputra. Anda ingin naik ke Menara BIC? Coming Soon. (gt)












