TINTAKALTIM.COM-Membuka sumbatan komunikasi, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan ketua-ketua RT yang melebur di keluarga besar Kelurahan Margomulyo atau Margomulyo Family menggelar event gathering di Pantai Manggar, Minggu (11/10/2026)

Acara itu bukan sekadar kumpul, tapi jadi sarana memperkuat koordinasi dan menyamakan visi pembangunan di wilayah Kelurahan Margomulyo Balikpapan Barat yang dihadiri ketua-ketua RT dan Ketua LPM juga jajaran pengurus, Lurah Margomulyo Aris Yanuar Wibowo SIP, Kepala Puskesmas Margomulyo dr Dekrita dan undangan lainnya

“Ini jadi jembatan komunikasi sekaligus rekreasi informal mencairkan ketegangan yang terkadang sering muncul. Alhamdulillah lancar semua,” kata Humas Family Gathering Neneng Zuleha menjelaskan acara penuh dengan semangat kekeluargaan yang mengangkat tema: Menjalin Silaturahmi, Guyub Rukun & Selalu Solid.

Family Gathering kata Neneng, sebenarnya gagasan bersama LPM dan ketua-ketua RT. Dilakukan di Pantai Manggar agar dapat disatukan dengan rekreasi wisata pantai yang udaranya sejuk, sebab diselingin juga dengan ragam permainan (games) yang membuat acara lebih seru dan mengundang tawa

“Kami seluruh panitia dari LPM dan ketua-ketua RT se-Margomulyo sangat berterimakasih kepada para donatur yang telah memberi kontribusi dan dukungan sehingga acara family gathering ini sukses. Semoga semua jadi berkah,” kata Neneng Zuleha yang juga Ketua RT 39 Margomulyo (Kompleks BTN) ini.
SINKRONISASI
Sementara itu Ketua LPM Kelurahan Margomulyo Munawar sekaligus ketua panitia family gathering menekankan, selain silaturahmi, acara itu jadi sinkronisasi program kerja dengan seluruh multi-stakeholders. Karena, keberadaan LPM sebagai perencana pembangunan dan ketua-ketua RT sebagai pelaksana di lapangan dapat menyelaraskan kebutuhan nyata warga tanpa sekat formalitas

“Terimakasih seluruh ketua-ketua RT se-Margomulyo. Semoga acara ini jadi sarana untuk mencari solusi terbaik jika ada beda pendapat. Sebab, rasa guyub itu perlu terus diciptakan dalam berbagai kegiatan,” jelas Munawar

Dikatakannya, panitia dalam family gathering ini bekerja maksimal. Semoga semua jadi berkah sebab tanpa superteam tak mungkin acara berjalan lancar dan peserta seluruhnya happy. Apalagi dihadiri Lurah Margomulyo, unsur PKK dan Kepala Puskesmas Margomulyo

Sehingga katanya, patut diucapkan terimakasih kepada semua pihak seperti Lurah Margomulyo dan staf, seluruh ketua RT se-Margomulyo, sekretaris Susi (ketua RT19), bendahara Santi Salam (ketua RT 48), koordinator acara Erna (ketua RT 24), Humas Neneng Zuleha (ketua RT 39), koordinator peralatan Indra (Ketua RT15), seksi konsumsi (Ketua RT 16) dan seksi dokumentasi Dino (Ketua RT 49) serta semua pihak yang terlibat khususnya ibu-ibu PKK Margomulyo

Dijelaskan Munawar, family gathering hanya bentuk acara. Semangatnya, memperkuat sinergi dan membuka ruang komunikasi informal guna mengoptimalkan pembangunan dan pelayanan publik di tingkat kelurahan

“RT dan LPM ini pilar pemerintah (kelurahan dan kecamatan) di masyarakat, sehingga family gathering bagian dari ‘meeting santai’ agar jadi wadah ketua-ketua RT berkomunikasi berbagai hal dengan hati yang penuh kekeluargaan,” jelas Munawar

Sementara itu Lurah Margomulyo Aris Yanuar Wibowo mengatakan, family gathering sebagai wadah untuk bersilaturahmi. Apalagi sekarang sudah era digital dan dikhawatirkan terjadi misinformasi digital, salah paham atau miskomunikasi

“Kalau ada ganjalan, bisa saling bertemu diselesaikan dengan kepala dingin. Karena, bisa ngobrol santai berbagai hal dalam pembangunan di wiayahnya masing-masing. Karena biasanya, masalah terbesar komunikasi adalah kurang memahami,” kata Aris

Family gathering katanya, dapat menyamakan persepsi agar informasi atau kebijakan dari pemerintah tersampaikan secara utuh kepada masyarakat. Intinya, saling mendengarkan untuk memahami bukan mendengar untuk menjawab
“Lewat family gathering hubungan emosional bisa terbangun. Koordinasi formal nantinya bisa lebih dirajut dengan semangat kekeluargaan. Salut dengan ketua-ketua RT di lingkup Margomulyo,” kata Aris

Aris juga menyebut, penurunan fiskal daerah memaksa pemerintah melakukan efisiensi ketat, sehingga kegiatan seremonial dinilai tak sejalan dengan prioritas publik bahkan ditiadakan
“Kami mohon maaf, ada penundaan insfrastruktur skala kecil seperti perbaikan jalan, sanitasi, drainase atau fasilitas publik di tingkat RT. Sehingga, terjadi juga pengalihan anggaran (refocusing) demi skala prioritas warga lainnya. Semoga, kaitan dana transfer ke daerah (TKD) dapat segera pulih dan pembangunan infrastruktur normal kembali,” kata Aris yang meminta kepada seluruh pengurus LPM dan ketua-ketua RT se-Margomulyo untuk selalu menjaga persatuan dan kekeluargaan yang maksimal

Acara family gathering diselingin juga dengan berbagai kombinasi permainan (games) seperti joget bola, sambung lagu, estafet karet gelang yang membuat acara lebih santai dan penuh semangat silaturahmi
“Semua demi suasana acara meriah. Termasuk joget bola yang peserta dipaksa bergerak heboh namun tetap menjaga bola agar tidak jatuh dengan mengikuti irama musik. Semoga kegiatan family gathering dan rangkaiannya dapat merajut kekeluargaan di tingkat Kelurahan Margomulyo,” pungkas Neneng Zuleha. (gt)













