TINTAKALTIM.COM-Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII di Kabupaten Paser, pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan dan Disparpora mengecek venue dan fasilitas untuk atlet yang akan berlaga 14-28 November 2026 mendatang Rabu (7/10/2026)

Ketua KONI Balikpapan H Gasali didampingi pengurusnya Sekretaris Syarifuddin, Wakil Ketua Andi Welly dan anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Hj Yusdiana, Muhammad Hamid, Sufyan Jufri, Siska Anggreny dan H Ryan Indra Saputra bersama jajaran Disparpora Ratih Kusuma, Kabid Olahraga M Norhan dan staf meninjau semlah venue dan fasilitas lainnya dengan berkeliling di Kompleks Stadion Sadurangas Kabupaten Paser

Penyiapan venue oleh tuan rumah secara umum telah mencapai kisaran 80 persen dan ditargetkan rampung akhir tahun. Venue nanti digunakan untuk 64 cabor dengan total 1.072 nomor tanding (59 difasilitasi PB Porprov dan 5 mandiri)
Ratih dan Gasali serta jajaran pengurus lainnya ikut meninjau sejumlah venue yakni menembak, senam, atletik, basket sejak pagi hingga siang. Mereka didampingi jajaran Disporapar Kabupaten Paser yakni Kabid Olahraga Abdi Permana, Sekretaris PB Porprov Syarif. Seluruh venue sudah dibangun representatif tinggal dipergunakan atlet untuk bertanding

Menurut Gasali, venue yang dibangun dianggarkan dari APBD Paser totalnya Rp300 miliar lebih. Dari total venue sebanyak 54 venue dinyatakan siap digunakan untuk pertandingan. Tetapi, ada sejumlah venue yang masih dalam progres dan terus dikebut

“Ada beberapa cabor dipertandingkan lebih awal misalnya sepatu roda sekitar 2 November 2026, sehingga atlet dan officialnya harus diberangkatkan pula lebih awal,” jelas Ratih
Dalam pertemuan dengan Disporapar Kabupaten Paser dan PB Porprov selain meninjau venue yang juga menyertakan pengurus KONI yakni Sekretaris Syarifuddin dan Wakil Ketua Andi Welly, Kota Balikpapan meminta kepada PB Porprov untuk memperjuangkan agar akses menuju Jembatan Pulau Balang agar lebih cepat waktunya menuju Paser

“Pulau Balang itu kan terintegrasi dengan tol fungsional. Dari wilayah PPU perjalanan bisa dilanjutkan melalui jalan darat poros Trans-Kaltim mengarah ke Paser (Tanah Grogot). Biasa ditempuh sekitar 45 menit. Kalau lewat kapal fery bisa plus-minus 1,5 jam,” jelas Gasali dibenarkan Ratih Kusuma

Selain ngecek venue dan sejumlah fasilitas seperti Kantor KONI Paser yang akan dijadikan media centre, Gasali dan Ratih juga menanyakan fasilitas air bersih dan venue lainnya yang jauh sehingga harus dipersiapkan waktunya untuk atlet yang berlaga

Dari seluruh venue, jarak tempuh yang paling jauh adalah cabor arung jeram yang berada di Sungai Desa Rantau Buta Kecamatan Batu Sopang (Batu Kajang). Lokasi ini layak yang sudah ditetapkan Federasi Arung Jeram Indonesia dengan arungan sungai sejauh 4,8 kilometer
“KONI, Disparpora Balikpapan akan terus berkoordinasi untuk semua hal yang berkaitan dengan jadwal dan lainnya. Karena, ini demi kepentingan atlet saat dimulainya Porprov VIII 14-27 November 2026 mendatang,” pungkas Gasali dan Ratih. (gt)













