TINTAKALTIM.COM-Orangtua mana pun ingin anaknya meraih kesuksesan. Tentu dalam bidang yang mereka sukai. Salahsatunya bidang olahraga sepakbola. Buah hatinya ingin menjadi pemain profesional. Tentu, emak-emak ini harus siap untuk mendukung dan repot-repot.

Menunggu dan mengantar anak. Sekaligus berada di tepi lapangan memberi support. Berangkat sambil berkendara diladeni. Mereka ingin memberi dukungan dengan cara terbaik, meski ada rasa ambisius anaknya harus menang. Tetapi, bola bundar terkadang rombongan emak-emak itu sadar menang atau kalah tidak selalu bisa diprediksi dan bagian alami dari pertandingan.
“Tujuannya datang, panas-panas tak masalah. Namanya ibu, sayang anaknya. Motivasi untuk anak agar mereka bermain bagus. Harapannya menang, tapi harus lapang dada menerima hasil pertandingan,” kata Wiliyanti, ibu yang anaknya berlaga dalam Liga Remaja Planet Soccer Balikpapan U-11 di Lapangan Balikpapan Soccer Field (BSF) kawasan Jln Beller, Minggu (20/7/2025).

Mereka menyaksikan laga cantik dan menarik lewat fisik bibit muda yang dibalut dalam ajang Sekolah Sepak Bola (SSB). Planet Soccer Balikpapan tak hanya ‘menjual’ lapangannya untuk berlaga, tetapi sering menggelar event untuk meningkatkan kualitas anak-anak cinta bola agar kompetensinya terus terasah lewat ‘payung’ SSB.
Wiliyanti tak sendiri saksikan sang anak. Ia ditemani emak-emak lainnya. Tujuannya sama, yakni bagaimana ‘teriakan tepi lapangan’ bisa memberi motivasi anak. Main sportif atau fair play dan penuh persahabatan

Mereka selain memberi spirit anak tercinta, juga sekaligus membunuh waktu (killing time) di hari Minggu. Sebab, waktu yang diperlukan cukup panjang menunggu. Jadwal semifinalnya pukul 10.00 Wita sedang finalnya pukul 15.00 Wita.
Final saat itu mempertemukan dua SSB yakni Mitra Teras FC dan SSB Tambora Balikpapan. Keduanya bertemu di laga final setelah di semifinal SSB Mitra Teras menang 2-0 atas SSB Dostep dan SSB Tambora Balikpapan menang meyakinkan 3-1 atas lawannya SSB Satria Kurma Balikpapan. Dan di laga final Tambora unggul tipis 1-0 atas Teras Mitra.

“Emak-emak itu sekalian nongkrong dan memicu semangat serta motivasi si kecil. Kadang juga seperti pelatih, memberi kritik tengah lapangan. Kalau disuruh main bola bisa pingsan tengah lapangan,” kelakar Wiliyanti dan ibu-ibu lainnya.
Emak-emak yang disebut ras terkuat di muka bumi ini, hadir di lapangan selain memotivasi si buah hati, juga berterimakasih kepada pelatih sebab telah mempercayakan si buah hatinya berlatih di SSB yang dipoles pelatih.

SSB Teras Mitra dipoles sang pelatih (coach) Joko Rohani dan pelatih kipernya Biun. “Semua ibu-ibu berterimakasih kepada pelatih. Sebab, tanpa pelatih permainan anak-anak tidak sebagus itu. Menang dan kalah itu biasa, tak boleh berkeluh kesah. Apalagi di depan anak-anak, nanti justru hilang motivasi berlatihnya,” ungkap Wiliyanti yang anaknya Falen sebagai penjaga gawang dan ungkapan spirit itu dibenarkan ibu-ibu lainnya.
SSB sendiri dibentuk untuk mencetak pemain muda berbakat di bidang sepakbola. Mereka dibina sejak dini dasar-dasar sepakbola hingga remaja.
Tujuannya, agar menghasilkan pemain berkualitas, terlatih dan profesional. Selamat! Kemenanganmu adik-adik bukti dari dedikasi dan ketekunanmu berlatih. Yang kalah itu biasa karena bolanya bundar. Dan, jadikanlah kegagalan bagian sukses yang tertunda. (gt)













