TINTAKALTIM.COM-Sosok H Kamal yang memiliki badan kekar saat Idul Kurban 2025 dipercaya menjadi ‘algojo’. Bukan berkelahi dengan sapi kurban, tetapi dirinya menjinakkan sekitar 19 sapi untuk direbahkan lalu disembelih penjagal

Kamal yang biasa olahraga memukul samsak (sarung tinju) di rumahnya ini, ternyata menjadi andalan warga untuk membantu prosesi penyembelihan di Masjid Manuntung Balikpapan, Sabtu (7/6/2025)

Masjid yang memiliki legenda dan dibangun tahun 1976 yang masuk Kelurahan Margasari itu, setiap tahun menyembelih hewan kurban. Pengkurban (shohibul qurban) ada yang patungan setiap kelompok 7 orang tetapi ada sumbangan individu. Dan masjid ini memiliki SD-IT, SMP-IT As’adiyah Manuntung Balikpapan
“Tugas saya memang merebahkan sapi. Dibantu panitia lainnya. Ada alat perebahnya tetapi masih manual (konvensional). Sehingga, harus tetap menggunakan tenaga manusia untuk memasukkan ke alat itu,” cerita H Kamal yang juga pemilik Toko Kamal Pandansari Balikpapan Barat ini.

Dijelaskan Kamal, tokoh-tokoh agama Masjid Manuntung banyak membantu kegiatan penyembelihan itu. Mereka adalah H Azis, H Sukardi, H Sultan yang mempercayakan Ketua Idul Kurban Ari untuk mengkoordinir acara hingga sukses

“Pisau penjagal harus tajam. Karena, itulah ketentuan sya’ri agama Islam. Tak boleh tumpul karena akan menyiksa hewan kurban. Itu sangat tak dianjurkan. Makanya, saya membawa dari rumah karena persediaan banyak,” jelas H Kamal.

Penyembelihan hewan kurban itu dilakukan bersama-sama. Tentu membuat kekompakan dan kebersamaan warga sekitar khususnya jamaah masjid. Mereka menggunakan seragam warna kuning. Sikap kekeluargaan (ukhuwah) diperlihatkan oleh panitia
“Saya membantu merebahkan sapi. Karena, Idul Kurban itu harus perlu perjuangan dan pengorbanan juga. Tetapi ikhlas dalam bekerja. Karena, itu semua diajarkan dari ketiga tokoh peristiwa penyembelihan (nahr) yakni Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Nabi Ismail,” kata H Kamal yang rajin puasa sunah Senin-Kamis dan salat berjamaah di masjid
Menurut Kamal, dua penjagal andalan yakni Ustaz Azmi dan Ustaz Darto yang sebagai imam masjid dan hafidz Quran juga membantu proses penyembelihan hingga tuntas 19 ekor disembelih sebelum masuk salat Zuhur yang dimulai pukul 08.00 Wita.

“Saya salut dengan kekompakan panitia. Mereka bekerja sangat ikhlas sehingga proses penyembelihan mudah dilakukan,” kata Kamal yang juga anggota NATO (sebutan think-tank atau tim yang membantu Walikota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud SE ME)

Dikatakan Kamal, dirinya sengaja meminjamkan pisau yang tajam. Itu bertujuan agar hewan tidak tersiksa dan sesuai hadist Rasulullah SAW yang diungkapkan, jika menyembelih maka sembelih dengan baik dan harus menajamkan pisaunya dan penyembelihnya harus senang.
“Makanya Ketua Panitia Mas Ari sebelum memulai kegiatan penyembelihan meminta kita semua kompak. Sama-sama bekerja dan bekerjasama,” cerita H Kamal yang selalu mengasah pisaunya di rumah dan seluruhnya tajam menjadi koleksinya.

Menariknya, di Masjid Manuntung ini panitianya seluruhnya laki-laki. Berbeda dengan tempat lainnya yang melibatkan ibu-ibu. Tujuannya, agar cekatan dan fisiknya kuat sebab yang disembelih jumlahnya banyak. Dan, daging kurban itu didistribusikan di lingkungan sekitar dan tempat lainnya.
Bukan itu saja, Panitia Idul Kurban Masjid Manuntung juga menggunakan kotak (box) saat membungkus daging kurban karena mengikuti imbauan Walikota Balikpapan agar tidak menggunakan tas plastic (kresek). (gt)













