Catatan: Sugito *)
TINTAKALTIM.COM-Mereka menepis fenomena kekecewaan sejumlah netizen di media sosial (medsos) yang menyeru tak perlu memperingati HUT ke-81 RI. Rasa bijak serta mewaspadai dugaan provokasi dan disinformasi dilakukan. Daya pikir mereka harus disalurkan ke hal positif khususnya menjelang Agustusan

Memang, beberapa pekan ini, publik di jagad medsod ketika jari-jari ini menggeser layar (scrolling) di platform digital, dijejali kritik sosial netizen yang berakar dari kekecewaan atas kondisi ekonomi dan beban biaya hidup meningkat. Kecewa juga karena penegakan hukum belum berimbang (equal)

‘Melawan’ narasi netizen yang resah itu, jajaran pegawai di Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kaltim Ditjen Hubdat Kemenhub justru menunjukkan aksi positif dibalut cinta NKRI menyongsong 17 Agustus 2026. Mereka sadar, Kemerdekaan RI milik seluruh rakyat Indonesia, bukan sekadar seremonial upacara milik elite.

Daya saring untuk tak mudah terprovokasi dengan konten hoaks dicermati. Karena, mereka adalah pegawai yang takut ajakan itu bersifat subversif untuk memecah belah persatuan-kesatuan.

Karena, mereka sebagai abdi negara terikat dengan ‘kontrak kerja’ sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang wajib patuh ketentuan perundang-undangan termasuk target kinerja dan disiplin sesuai regulasi manajemen ASN
Rasa bahu-membahu dan berjibaku dilakukan sejak pukul 08.00 Wita didahului ‘apel kerja bhakti’ dengan komando tertinggi di institusi itu Kasi Lalu-Lintas Bagus Panuntun Kuncoro Edi dan Kasubbag Tata Usaha (TU) Elba Iskandar. Keduanya, harus menjadi inspirator kerja bakti menjalankan disposisi Kepala BPTD Renhard Ronald yang sedang dinas luar (DL)

Alat dukung sapu, gerobak bahkan chainsaw jadi sarana kerja bakti. Aset BPTD Kaltim berupa mobil sky lift pun diturunkan untuk memangkas dahan agar terlihat rindang sebagai metafora rindangnya menyambut Dirgahayu RI
Kegiatan pegawai ini dilokalisir di area parkir Terminal Batu Ampar yang space-nya dipersiapkan tepat 17 Agustus 2026 nanti menjadi ‘saksi sejarah’ untuk upacara Detik-Detik Proklamasi.

Para kaum Hawa BPTD Kaltim pun terlihat ceria. Dan mereka paham bahwa kerja bakti wujud cocoklogi dengan melestarikan sejarah dan budaya bangsa Indonesia untuk selalu mengingat kemerdekaan yang dulunya diraih atau dicapai dengan darah dan air mata.

“Semoga Indonesia ke depannya bisa jadi negara maju, rakyatnya sejahtera, kemakmuran terjamin dan sektor transportasi daratnya pun berkembang,” kata Bagus Panuntun Kuncoro Edi yang ikut berbaur bersama pegawai di sudut-sudut gedung
Refleksi kerja bakti itu juga nuansa rasa nasionalisme pegawai. Seluruh seksi di BPTD Kaltim seperti sarana, prasarana, lalu-lintas bahkan tim terminal pun tak pelak ikut berbaur bersama. Mininal, jika tak ‘keringatan’ tapi niat tulus mereka sudah menunjukkan rasa cintanya dengan Indonesia

Kerja bakti itu sifatnya tidak berat. Hanya, membersihkan halaman dan memungut sampah-sampah serta memasang atribut yang ada logo 81 tahunnya di dinding terminal yang nanti akan jadi penghias upacara. Juga ‘perintah pusat’ bagian Sesditjen setiap BPTD harus kerja bakti sambut Proklamasi HUT RI
Hanya, pegawai yang memasang atribut hingga harus memanjat gedung, logonya normal disertai tagline Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur. Mereka juga tak terpengaruh dengan logo yang diplesetkan warganet yang berbentuk meme satire dan lebih menggambarkan siluet angka 8 dan 1 sebagai kritik sosial

“Kita tak terpengaruh itu. Eranya sudah maju sehingga filter pegawai sangat maksimal. Kita intinya bekerja mengisi kemerdekan secara maksimal dengan kapasitas masing-masing,” tambah Bagus Kuncoro Edi

Sebagai orang perhubungan, mengisi kemerdekaan paling afdhol kata Bagus, rasa syukur itu bisa dipanjatkan dengan berdoa. Doa agar konektivitas antar-moda bisa terintegrasi di Provinsi Kaltim dan masyarakat bisa menjangkau fasilitas transportasi dengan mudah dan murah
Elba Iskandar yang amanahnya berat karena harus mendukung administrasi dan pengelolaan SDM, keuangan dan perlengkapan sampai urusan rumah tangga juga memastikan pegawainya di BPTD Kaltim tetap fokus untuk mengisi kemerdekan dengan kerja keras

“Kalau orang perhubungan darat itu merayakan kemerdekaan ibaratnya ‘Merdeka Bergerak’. Substansinya bisa menghadirkan sistem transportasi yang aman, tertib dan selamat. Itulah fokus kerja pegawai BPDT Kaltim di bawah kepemimpinan Kabalai Renhard Ronald,” ujar Elba, pegawai asal daerah ‘Wong Kito’ Palembang ini.
Merayakan Kemerdekaan HUT ke-81 RI, tentu wajib. Karena mereka semua masih orisinil Indonesia. Itu dibuktikan lewat identitas KTP warna biru gradasi yang status kewarnageraannya Indonesia dan berlaku seumur hidup

“Kita kerja bakti selain menjalankan kebijakan Ditjen Hubdat Kemenhub juga kesadaran sebagai orang Indonesia yang Hari Jadinya dirayakan ke-81, tentu harus ikut gembira dong,” kata Heriyawan yang hadir bersama Zabir Pallupesy sembari mengingatkan dresscode upacara 17 Agustus adalah seragam Korpri.

Semangat kerja bakti itu juga bagian refleksi. Mereka cinta negeri. Tentu, sebagai abdi negara termasuk pegawai P3K berharap, ke depan Indonesia benar-benar berdaulat, adil dan makmur.

Impiannya, ekonomi membaik, rakyat sejahtera sehingga tagline HUT ke-81 RI itu selaras dan dapat diimplementasikan. Apalagi, pemerintah punya program MBG. Tapi, kali ini MBG-nya beda yakni Merdeka, Berdaulat dan Gembira (MBG), karena rakyatnya sejahtera. Merdeka! Selamat HUT ke-81 RI. Insan perhubungan terus bergerak, melayani.**
*) Ketua Advokasi & Regulasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim dan Wartawan tinggal di Balikpapan












