TINTAKALTIM.COM-Charles Family terus ekspansi bisnis. Kali ini kedai kopi yang sudah jadi brand dan digandrungi kalangan milenial yakni 28 Coffee buka di dekat pelataran parkir RS Restu Ibu dengan inovasi baru. Kalian bisa datang, karena ada diskon 50 persen

Charles menyulap kawasan parkir RS Restu Ibu, karena rumah sakit ini sudah diakuisisi 100 persen sehingga lokasinya didesain lebih modern memberi kenyamanan dan mengurangi rasa cemas pengunjung serta keluarga pasien

“Ini kedai kopi outlet ke-25, buka di rumah sakit supaya tak hanya lingkungan untuk medis, tetapi ada pilihan untuk nyantai pengunjung atau keluarga pasien,” kata Manager & Business Development 28 Coffee Qiqie Biant saat launching 28 Coffee di RS Restu Ibu Sabtu (4/10/2026)

Suasana opening 28 Coffee itu dihadiri keluarga Charles dan istri seperti Rudi, David, Toni dan anak-anaknya di antaranya Jimmy juga Direktur Operasional Hotel Platinum Group H Soegianto serta Manajer 28 Coffee Finest Zainal dan undangan lainnya. Selain seremonial, syukurannya juga ada pembacaan doa yang selalu mempercayakan kepada H Muhammad Jailani

Disebutkan Qiqie, dirinya mengajak gen-Z atau milenial menjadi FOMO karena adanya outlet 28 Coffee yang baru. Apalagi letaknya di tengah kota kawasan Gunung Sari.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) sudah jadi trend di Kota Balikpapan. Anak muda biasa nongkrong bukan sekadar minum kopi, melainkan mencari validasi sosial dan mengikuti trend terbaru agar tidak ketinggalan zaman
Kedai 28 Coffe milik owner Charles Family selalu menghadirkan varian minuman signature dan non-kopi. Dan selama opening ada diskon 50 persen untuk jenis aren latte, red velvet hingga matcha

Sementara menurut Soegianto, 28 Coffe akan terus ekspansi dan pada akhir tahun diupayakan untuk opening di kawasan elite Grand City (GC). Ada sejumlah ruko disatukan dan bisa jadi tempat nongkrong.
“Kalau yang di RS Restu Ibu untuk menetralkan aroma medis. Biasanya kalau masuk rumah sakit itu ada nuansa bau obat. Nah sekarang ada bau khas kopi dan makanan lezat lainnya,” jelas Soegianto yang juga jadi pengawas outlet 28 Coffee ini

Pertimbangan owner Charles membuka 28 Coffee di RS Restu Ibu kata Soegianto, bisa dimanfaatkan keluarga pasien atau pembesuk membutuhkan tempat yang nyaman dan santai untuk mengisi waktu luang di sela-sela aktivitas menunggu atau mendampingi pasien
“Tetapi secara market, rumah sakit itu memiliki jumlah pengunjung. Ada juga staf medis dan keluarga pasien yang sangat tinggi setiap harinya, sehingga peluang bisnisnya sangat potensial,” jelas Soegianto yang juga Ketua Persatuan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan dan Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim ini.

Disebutkannya, peluang bisnis kopi itu karena outlet kopi telah menjadi ruang favorit untuk bersosialisasi dan melepas penat. Dan, ngopi juga untuk bertemu teman, ngobrol santai hingga membahas urusan pekerjaan
“Tetapi secara umum, ngopi bagi orang Balikpapan itu sudah menjelma jadi identitas sosial serta gaya hidup (lifestyle) dan ini berlaku untuk semua kalangan,” jelas Soegianto yang mengajak masyarakat Balikpapan untuk datang ngopi di 28 Coffee RS Restu Ibu karena lebih asyik dan nyaman didukung interior dan fasilitas seperti colokan listrik dan lainnya. (gt)












