TINTAKALTIM.COM-Sekretaris Masjid Asy-syifa H Ali Umbri menegaskan, biarkan warga setiap bulan bersedekah dengan mendukung program Bersedekah Seribu Sehari (Berseri) dan Jimpitan Amal Terindah (Jimat). Kalau ada oknum warga tak setuju tak perlu kepo dan cerewet sebab itu urusan pribadi warga dengan Tuhan yang amalnya jariyah

“Kalau ada yang tidak mau sedekah, monggo. Biarkan warga lain bersedekah lewat Berseri dan Jimat. Sebaiknya diam karena ini program sukarela dan tanpa paksaan,” kata Ali Umbri yang kerja berjibaku bersama bendahara Hendra Winardi ‘menjemput’ kedua program itu door to door, Sabtu (28/3/2026)

Ali Umbri dan Hendra bergerak sejak pagi hingga siang. Dan program ini sudah 3 bulan berjalan bahkan sangat didukung warga RT 38 dan RT 39 termasuk kedua RT-nya M Sihombing dan Neneng Juleha. Semangat warga tinggi dan perlu diapresiasi.

“Kalau tak mau memasukkan uang di celengan kan program ini tak dipaksa. Tetapi, nggak perlu cerewet apalagi menilai kedua program ini dengan narasi yang tak sehat,” kata Ali Umbri yang menyebut atas izin Allah, program ini bisa berjalan sampai kiamat

Ali Umbri dan Hendra Winardi dari pengamatan media ini bekerja ikhlas. Bahkan, kedua program ini juga didukung ibu-ibu yang setiap bulan bersemangat untuk mengambil dananya door to door.
Sebaiknya kata Ali Umbri, oknum itu menghargai kerja ikhlas ibu-ibu yang keliling menjemput Berseri dan Jimat. Mereka terdiri dari Ny Nani Siswanto, Ny Narta, Hj Yatty. Sebab, program ini awalnya dibuat yang inisiatornya H Sugito SH untuk memberi kesempatan warga bersedekah dan ingin membantu pemasukan kas masjid termasuk biaya listrik, marbot dan lainnya

“Seberapa pun warga sedekah kita hargai. Sebab, bisa jadi itu menjadi amal jariyah yang bisa menolongnya di akhirat nanti. Kalau ada yang menyebut sudah bersedekah di tempat lain, toh pengurus tak memaksa dan kedua program ini sekali lagi tanpa paksaan,” urai Ali Umbri dibenarkan Hendra Winardi
Harusnya kata Ali Umbri dan Hendra, oknum tadi ikut turun membantu mengambil door to door. Kalau memang tak setuju dengan program sebaiknya diam. Karena, dengan diam lebih baik daripada cerewet dan seolah tidak menghargai warga yang bersedekah

“Saya apresiasi inisiator program ini H Sugito SH, yang berpikir untuk uang kas masjid. Nah, oknum tadi solusinya apa, kalau hanya cerewet kan semua bisa,” tegas Ali Umbri mengingatkan

Gerakan ibu-ibu yang datang ke rumah-rumah mengambil program Berseri dan Jimat, setidaknya menunjukkan keikhlasan. Sebab, ini memang program yang sekali lagi tanpa paksaan dan lahir dari kerelaan
“Bahkan, Pak H Hardi yang sesepuh kompleks BTN saja, tidak sempat mengisi celengan tetapi memberi sedekahnya secara langsung uang itu diambil dari kantong. Dan, mendukung program yang baik dan mendorong warga bersedekah seberapa pun. Termasuk, Hj Frida yang luar biasa,” kata Ali Umbri.
Hendra menegaskan, setelah dihitung sementara program Berseri berhasil terkumpul Rp3.048.000 belum termasuk uang logam dan beras sebanyak 9,4 kg. “Alhamdulillah, seberapa pun warga sedekah kita doakan jariyah,” kata Ali Umbri dan Hendra. (gt)













