TINTAKALTIM.COM-Saat Hari Raya Idul Adha, umat Islam disunahkan untuk melakukan takbiran. Tapi berbeda dengan salat Idul Fitri, di mana Idul Adha takbiran waktunya panjang hingga hari Tasyrik 13 Dzulhijah 1443 H.
Takbiran itu bisa dimulai setelah salat Magrib 9 Dzulhijah hingga hari Tasryik terakhir setelah salat Ashar dan takbir dibaca keras usai salat wajib atau salat lima waktu.
“Membaca dan mengucapkan takbiran itu sunnah muakkadah atau sunah yang sangat dianjurkan,” kata Imam Besar Masjid Islamic Centre KH Jailani Mawardi yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Balikpapan ini.

Disebut Jailani, lantunan takbir yang dikumdangkan umat Islam khususnya usai salat lima waktu itu merupakan syariat Islam. “Semoga ini jadi syiar Islam jika disuarakan di masjid-masjid,” ungkap Jailani.
Dalam kaitan salat Idul Adha, nanti panitia juga menyampaikan tata cara (kaifiyat) salat Idul Adha. Ini bertujuan agar jamaah tidak lupa . Sebab, ada dua takbir yakni 7 takbir rekaat pertama dan 5 takbir rekaat kedua. “Salat Id itu karena tahunan, khawatir lupa,” kata Jailani.

Sementara itu dalam salat Idul Adha ada juga amalan sunnah yakni mandi seelum salat, menggunakan pakaian terbaik, memakai wangi-wangian, mengumandangkan takbir saat di perjalanan, tidak makan dulu saat menuju salat dan memilih jalan berbeda saat pergi dan pulang.
“Sunnah ini boleh dilaksanakan untuk melengkapi ibadah saat salat Idul Adha,” ujar Ustaz Jailani.
Selain itu, Jailani juga mengingatkan panitia kurban untuk tidak menjual semua fisik hewan sembelihannya sehingga menyalahi dalam berkurban. “Jangan dijual kuliatnya, sebaiknya diberikan saja ke orang lain,” katanya.
KHUTBAH IDUL ADHA
Sementara itu, Koordinator Ibadah H Saleh menyebutkan, yang menjadi khatib Idul Adha di Islamic Centre adalah Ustaz Sarbini. “Kami memang menunggu, biasanya ada sinyal siapa yang khatib. Tetapi, kalau sudah diputuskan Ustaz Sarbini silakan,” kata Saleh.

Ustaz Sarbini yang ikut rapat pun siap melaksanakan khutbah Idul Adha. “Maksimal waktu 20 menit, sehingga tidak terlalu panjang,” ujar Sarbini. (gt)












