• Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kepengurusan
Saturday, May 30, 2026
  • Login
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home tintaNEWS

Ustaz Sugiono: Kurban Wujud Cinta Allah dan Mendidik Keluarga

by admin
August 11, 2019
in tintaNEWS
0 0
0
Ustaz Sugiono: Kurban Wujud Cinta Allah dan Mendidik Keluarga

DAKWAH: Ustaz Sugiono menyebut kurban adalah refleksi taat Allah

0
SHARES
216
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

TINTAKALTIM.COM-Ustaz Sugiono Supriyadi Lc MA mengatakan,  umat Islam harus meneladani  sikap Nabi Ibrahim yang mendapat julukan khalilullah atau kekasih Allah. Salah satunya adalah berkurban sebagai wujud ketaaannya kepada Allah.

“Tidak hanya menjalankan perintah Allah, namun Nabi Ibrahim juga lulus dalam menjalani segala ujian ketika berdakwah, ia harus dibakar hidup-hidup. Tapi api yang membakarnya menjadi dingin,” kata Ustaz Sugiono saat  menjadi khatib salat Idul Adha di Masjid Al-Fatah kawasan kompleks Pertamina, Gunung IV, Balikpapan.

Kisah teladan Nabi Ibrahim AS itu kata Sugiono, harus dijadikan refleksi. Bahwa berjuang dalam membela agama Allah itu tidak perlu takut, meski ada yang mengintimidasi, kalau yang disampaikan itu kebenaran dari Allah, jangan mundur selangkah pun. Karena, Allah bersama orang-orang yang benar. “Bahkan sampai berjuang lewat nyawa pun, itu harus siap,” ujar Sugiono ‘membakar’ keimanan jamaah yang hadir memenuhi halaman Masjid Al-Fatah.

Sugiono menyebutkan, Allah tidak menguji Nabi Ibrahim saja, tapi juga keluarganya. Kemudian Allah menguji  ketaatan dan kecintaannya dengan memerintahkan  untuk menyembelih anaknya Ismail AS.

 “Era sekarang mimpi menyembelih anak mungkin dianggap tak rasional, tapi Ibrahim dengan ketaatannya menunjukkan bukti cintanya pada Allah. Tetap disembelih Ismail,” cerita Sugiono, Pimpinan Madina, Majelis Dakwah Islam Indonesia ini dengan semangat.

Sugiono, ustaz yang khas dengan surban di kepala itu menjelaskan, bagaimana Nabi Ibrahim membawa istrinya Siti Hajar di dekat Baitullah di Masjidil Haram. “Saat itu, Siti Hajar ditinggal sendirian oleh Ibrahim. Lembah yang kering tidak ada apapun. Itulah istiqomah, itulah keyakinan. Karena, kalau Allah yang berkehendak, Siti Hajar meski ditinggal pasti ditolong Allah,” ungkap Sugiono.

Dalam ceritanya, Sugiono juga menjelaskan bagaimana perjuangan Siti Hajar dari Bukit Shafa dan Marwah berlari-lari mencari air untuk Ismail. Itu digambarkan 7 kali berlari yang diabadikan lewat  salah satu  rangkaian ibadah haji dan umrah dengan sai’ (lari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Marwah).

Tsyakur Qurban, jamaah Masjid Al-Fatah

Sugiono melanjutkan khutbahnya, saat itu sebenarnya berat hati Ibrahim meninggalkan istrinya. Tapi, ditempatkan di Baitullah itu tujuannya agar keluarga Ibrahim harus menjalankan salat. Cinta kepada Allah dan punya perilaku sabar.

“Termasuk berkurban. Itu wujud cinta Allah. Orang yang disayangi Ibrahim dan lucu-lucunya harus disembelih. Adakah Ibrahim mundur dan menolak perintah Allah,” kata Sugiono.

Sugiono menyebut ayat Alquran di mana dialog Ibrahim dan anaknya Ismail terjadi. “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku diperintah Allah menyembelihmu,” kata Sugiono mengutip salah satu ayat Alquran. Ada kisah ketaatan seorang anak pada orang tuanya di usia 7-`12 tahun saat itu.  Ismail justru tidak ‘membangkang’. Ismail pun meminta  pada bapaknya untuk melaksanakan apa yang telah diperintah Allah menyembelih dirinya.

Kurban adalah teladan. Allah memilih Ibrahim untuk melakukan pengorbanan besar, menyembelih anaknya sendiri. Pengorbanan itu berat, karena sekian lama Ibrahim meminta anak sampai usia tua, ketika anak lahir ada perintah untuk menyembelih. “Adakah keraguan dalam hati mereka berdua. Makanya, kalau berkoban juga harus besar-besar. Allah pasti menolong. Jangan ragu, hati yang tulus berkorban itulah  sejatinya taqwa,”  ungkap Sugiono.

Sugiono  semakin bersemangat. Ia mengingatkan para jamaah akan ketaatan sejati. Ibrahim dan Ismail tidak pernah mundur, yakin kalau Allah yang perintah pasti dibalas dengan kebaikan.

Sugiono pun meminta jamaah khusus ibu-ibu, kalau suami salat lima waktu dan selalu berbuat baik, wajib hukumnya istri menuruti perintah demi kebaikan. “Ayo kita didik anak-anak kita cinta Allah, cinta masjid dan menjadi keluarga  yang istiqomah,” kata Sugiono di akhir khutbahnya dan menutup dengan doa.

AL-FATAH BERKURBAN 12 SAPI

Sebelumnya, Ketua Masjid Al-Fatah Suyatno menyebutkan, kurban tahun ini 12 ekor sapi dan 1 ekor kambing. “Kami berterimakasih dengan para shohibul quban yang telah berkurban. Semoga Allah menerima kurban itu dan menggantinya dengan nilai ketaqwaan. Bagi yang tahun ini belum dapat berkurban, tentu didoakan agar tahun depan dapat berkurban,” kata Suyatno dalam sambutannya sebelum salat Idul Adha dimulai.

Suyatno sebelum salat Idul Adha

Hasil kurban itu dibagi ke sejumlah panti asuhan, anak yatim dan shohibul qurban serta warga di sekitar kompleks Masjid Al-Fatah. “Ada sekitar 400 kupon yang dibagikan, semoga semua jadi berkah,” kata Suyatno yang dikenal aktif mendonasikan sejumlah hal untuk kepentingan Masjid Al-Fatah dan jamaah ini.

TRADISI UKHUWAH, PUASA SENIN-KAMIS

Dalam konteks lain, ada hal menarik di Masjid Al-Fatah yang sudah berjalan sejak dulu. Jamahnya rajin puasa Senin dan Kamis. Selain menjalankan sunah Rasulullah SAW, jamaah juga punya tujuan. Puasa sunah itu untuk melatih diri tetap sabar dan peningkatan kualitas ketaqwaan dan hidup sehat.

Boleh disebut puasa sunah itu ‘tradisi’ yang didasarkan atas upaya untuk menjalin silaturahmi dan ukhuwah antar jamaah Masjid Al-Fatah. Ada sejumlah sosok senior jamaah sebutlah Ustaz Salmani, Ustaz Abdurrachman dan lainnya. Mereka-mereka ini disebut sebagai figur ‘Arsitek Ukhuwah’. Karena, jika bertemu selalu berupaya semangat, menebar senyum dan menggelorakan persaudaraan.

Ustaz Salmani, jalin ukhuwah lewat makan bareng

Justru inisiator pembangunan Masjid Al-Fatah ini pun lahir dari pemikiran para jamaah senior termasuk Ustaz Salmani dan Ustaa Abdurrachman. Mereka dulu adalah karyawan PT Pertamina dan tinggal di kompleks lingkungan masjid.

Setelah pensiun, tinggal yang jaraknya jauh antar satu dan lainnya. Tapi mereka masih tetap berjamaah. Datang dari jauh untuk menjalin ukhuwah. Apalagi Ramadan, qiyamul lail dan iktikaf dipimpin oleh Ustaz Salmani dan Abdurachman. “Kita juga sering adakan taklim, kajian Islam untuk kepentingan ilmu  agama bagi jamaah,” kata, ketua masjid Suyatno.

Gotong-royong pasang terpal untuk salat Id.

Penulis mencermati. Ada yang juga berbeda dari masjid-masjid lainnya di Masjid Al-Fatah. Jamaahnya sering kumpul-kumpul untuk makan. Kadang makanan ringan, ada juga yang berat. Bahkan ada pula sarapan pagi. Makan kerupuk dengan sambal pun ternyata nyaman. Kalau ‘makan besar’ tentu ada cheef atau tukang masaknya. Menunya pun beragam.  

Kalau di Kalimantan Selatan atau Banjarmasin kumpul pagi hari itu disebut ‘Mawarung’ yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan sarapan di warung dan sampai sekarang masih dilakukan.

Nah, kalau di Masjid Al-Fatah bolehlah kalau disebut dengan istilah ‘Ma-Masjid’ atau kumpul-kumpul di masjid sarapan pagi. Tapi bukan di dalam masjidnya, hanya halaman dan dapur masjid. “Bujur saja, semuanya kita niatkan jadi ibadah dan meningkatkan ukhuwah tadi. Bujur kada (benar tidak, Red). Supaya tidak jenuh. Karena kumpul-kumpul itu terkadang bepandir atau bercerita dan membedah kaitan ilmu agama,” ujar Salmani yang kental logat bahasa Banjarnya.(git)

SendShareTweet

Related Posts

LDII Balikpapan Kurban 232 Sapi dan  63 Kambing. Dibagi Merata, Ojek Online, Pemulung Wujud Peduli Sosial
Kanal

LDII Balikpapan Kurban 232 Sapi dan 63 Kambing. Dibagi Merata, Ojek Online, Pemulung Wujud Peduli Sosial

July 4, 2023
Rakorda Baznas se-Kaltim Bedah Empat Komisi Penting. Dibuka Wagub, ZIS Digital dan Standar Mustahik Juga Dibahas
tintaNEWS

Rakorda Baznas se-Kaltim Bedah Empat Komisi Penting. Dibuka Wagub, ZIS Digital dan Standar Mustahik Juga Dibahas

February 3, 2022
PDAM Balikpapan Sharing Service Excellent. Suryo: Boros, Bocor dan Lalai, Tanggungjawab Pelanggan
tintaNEWS

PDAM Balikpapan Sharing Service Excellent. Suryo: Boros, Bocor dan Lalai, Tanggungjawab Pelanggan

February 2, 2022
Ditemani Batman, Kapolda-Wakapolda Pantau Vaksinasi Anak. Imam: PTM 100 Persen Agar Segera Dilaksanakan
tintaNEWS

Ditemani Batman, Kapolda-Wakapolda Pantau Vaksinasi Anak. Imam: PTM 100 Persen Agar Segera Dilaksanakan

January 8, 2022
Intrusi Air Laut, Dirum Turun Tangan. Distribusi Air Bersih di Manggar
tintaNEWS

Intrusi Air Laut, Dirum Turun Tangan. Distribusi Air Bersih di Manggar

January 2, 2022
Walikota Sambut Tahun 2022 Lewat Doa, Salat Jamaah dan Sedekah.  Rahmad: Jadikan Rumah Adalah Surga bagi Keluarga
tintaNEWS

Walikota Sambut Tahun 2022 Lewat Doa, Salat Jamaah dan Sedekah. Rahmad: Jadikan Rumah Adalah Surga bagi Keluarga

January 2, 2022
Next Post
Ukhuwah dan Gotong-royong  Lewat 9 Sapi Masjid Asysyifa

Ukhuwah dan Gotong-royong Lewat 9 Sapi Masjid Asysyifa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • 129 Followers
  • 316 Followers

Recommended

Irwan: Konektivitas Maritim Harus Terwujud. Optimistis Pelabuhan Kariangau Jadi Besar dan Berkembang

Irwan: Konektivitas Maritim Harus Terwujud. Optimistis Pelabuhan Kariangau Jadi Besar dan Berkembang

October 19, 2021
IPAM PDAM Kilometer 8 Stop Produksi, Air Tak Mengalir. Suryo: Mohon Maaf, Secepatnya Diselesaikan

IPAM PDAM Kilometer 8 Stop Produksi, Air Tak Mengalir. Suryo: Mohon Maaf, Secepatnya Diselesaikan

July 29, 2020
Hujan, PKJ 2024 Sukses Penuh Hiburan. Tari Kolosal Keselamatan Dapat Apresiasi

Hujan, PKJ 2024 Sukses Penuh Hiburan. Tari Kolosal Keselamatan Dapat Apresiasi

December 2, 2024
Haul, Penumpang di Terminal Naik sampai 389 Persen. Posko Terpadu Siaga, Ada Pemeriksaan Kesehatan

Haul, Penumpang di Terminal Naik sampai 389 Persen. Posko Terpadu Siaga, Ada Pemeriksaan Kesehatan

December 24, 2025
Merancang Pesan Edukatif, Bukan Menciptakan Suasana Crowded. Dibalik Suksesnya Tim PKJ 2023 BPTD Kaltim Raih Penghargaan Nasional

Merancang Pesan Edukatif, Bukan Menciptakan Suasana Crowded. Dibalik Suksesnya Tim PKJ 2023 BPTD Kaltim Raih Penghargaan Nasional

November 22, 2023
Ribuan Pelanggan Disurvei PDAM. Kegiatan SKP Gunakan Aplikasi Mwater

Ribuan Pelanggan Disurvei PDAM. Kegiatan SKP Gunakan Aplikasi Mwater

October 3, 2021
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

DISCLAIMER
© 2021 Tinta Kaltim

No Result
View All Result
  • Teras
  • Kanal
    • tintaNEWS
    • tintaSPORT
    • tintaLAPSUS
    • tintaOPINI
    • tintaSEJARAH
    • tintaFEATURE
    • tintaPRODUK
    • tintaLIFESTYLE
    • tintaKULINER
    • tintaTURIAL
    • tintaRELIGI
    • tintaPOLITIK
  • Inforial
    • Pariwara
  • Infografis

© 2021 Tinta Kaltim

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • 15 Weird Laws in the Philippines